Upbit Indonesia Imbau Investor Disiplin dan Rajin Analisis Data
Yosi Winosa | 2 Oktober 2025, 15:05 WIB

AKURAT.CO PT Upbit Exchange Indonesia atau Upbit Indonesia mengingatkan para investor agar tidak hanya berfokus mencari momen sempurna dalam berinvestasi aset kripto.
Menurut perusahaan, strategi yang disiplin dan berbasis data lebih penting dibanding sekadar mengejar waktu masuk pasar.
Chief Operating Officer Upbit Indonesia, Resna Raniadi, menekankan pentingnya pemahaman terhadap pola historis sekaligus kesadaran akan risiko yang selalu menyertai investasi kripto.
Dirinya mencontohkan bahwa secara historis memang ada kecenderungan kenaikan harga di akhir tahun, namun pola tersebut tidak pernah menjadi jaminan hasil serupa di masa depan.
“Karena itu, disiplin dan analisis data jauh lebih penting bagi investor daripada sekadar mengejar momen,” ujar Resna dalam keterangannya, Kamis (2/10/2025).
Baca Juga: Hadiri TOKEN2049, CFX: Kolaborasi Regulasi dan Industri Dukung RI Jadi Hub Aset Kripto Asia Tenggara
Resna menjelaskan, ada sejumlah faktor eksternal yang kerap membuat momen tertentu terlihat lebih menarik bagi investor untuk masuk ke pasar aset digital.
Beberapa di antaranya adalah kebijakan moneter bank sentral, dinamika inflasi, hingga perubahan suku bunga yang memengaruhi selera risiko investor.
Selain itu, perkembangan di dunia blockchain juga memicu sentimen pasar. Misalnya, peristiwa halving Bitcoin, peluncuran proyek baru, atau pembaruan jaringan yang seringkali menjadi katalis pergerakan harga.
Pasar kripto, lanjut Resna, juga tidak lepas dari dinamika psikologis investor. Fenomena seperti fear of missing out (FOMO) maupun fear, uncertainty, and doubt (FUD) dapat menyebabkan harga bergerak ekstrem dalam waktu singkat.
“Psikologi pasar punya pengaruh yang besar. Banyak investor yang masuk karena takut ketinggalan, padahal keputusan tanpa analisis justru memperbesar risiko,” katanya.
Upbit Indonesia mencatat adanya kecenderungan musiman pada pasar kripto, di mana volume perdagangan maupun harga sering menunjukkan pola berbeda pada periode tertentu.
Namun, Resna menekankan bahwa menunggu bulan atau musim tertentu bukanlah strategi yang efektif.
“Menentukan waktu terbaik tidak berarti menunggu bulan tertentu. Konsistensi strategi lebih efektif dalam menghadapi volatilitas pasar kripto,” ujarnya.
Salah satu pendekatan populer yang disarankan adalah dollar cost averaging (DCA), yakni membeli aset kripto secara rutin dengan jumlah tetap tanpa terpengaruh fluktuasi harga.
Menurut Resna, metode ini membantu investor meminimalkan risiko salah momentum sekaligus membangun portofolio yang lebih berkelanjutan.
Selain DCA, investor juga disarankan memanfaatkan kalender kripto untuk memantau acara penting, menggunakan koreksi harga sebagai peluang, serta menggabungkan analisis historis dengan sentimen pasar.
Resna menegaskan, meski strategi timing bisa memberikan keuntungan, disiplin dan manajemen risiko tetap menjadi kunci utama dalam investasi kripto.
Dengan manajemen risiko yang tepat, investor dapat mengurangi potensi kerugian ketika pasar bergerak di luar perkiraan.
“Timing memang dapat memberi keuntungan, tetapi disiplin dan manajemen risiko jauh lebih penting. Kunci investasi jangka panjang adalah konsistensi strategi,” jelasnya.
Sebagai salah satu bursa aset digital di Tanah Air, Upbit Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong literasi keuangan digital.
Perusahaan berfokus membantu investor memahami risiko, mengutamakan strategi jangka panjang, serta mendorong pendekatan berbasis data.
“Kami ingin investor di Indonesia memiliki fondasi kuat dalam berinvestasi kripto, tidak hanya sekadar ikut-ikutan tren,” kata Resna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










