Akurat

The Skyfront Jadi Commercial Hub Baru Sisi Bandara Soetta

Andi Syafriadi | 26 Februari 2026, 09:47 WIB
The Skyfront Jadi Commercial Hub Baru Sisi Bandara Soetta
Berada tepat di sebelah Bandara Soekarno–Hatta, The Skyfront hadir sebagai pusat kuliner dan gaya hidup dengan konsep ruang terbuka modern.

AKURAT.CO The Skyfront resmi membuka area komersial pertama di kawasan Asthara Skyfront City, proyek township seluas 1.100 hektar yang berada tepat di sisi Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Tangerang.

Pembukaan ini menandai tahap awal aktivasi kawasan terpadu yang dikembangkan sebagai kota baru berbasis hunian, komersial, dan gaya hidup modern di wilayah barat Jakarta.

Head of Commercial Asthara Skyfront City, Dahlia Salim, menyatakan The Skyfront menjadi fondasi awal pembentukan pusat aktivitas kawasan.

Baca Juga: Asthara Skyfront City Mulai Bangun Jembatan Ikonik Penghubung Tangerang

“Sebagai area komersial perdana di kawasan Asthara Skyfront City, The Skyfront menghadirkan beragam pilihan kuliner favorit yang siap menjadi destinasi baru masyarakat, mulai dari Kwetiau Aho, Jin Ramen, Lad n Lass, hingga O’llamaak! Kedai Kopi Melayu. Kehadiran brand-brand ini semakin memperkuat positioning The Skyfront sebagai commercial hub pertama dengan panorama langsung aktivitas lepas landas dan mendaratnya pesawat,” ujar Dahlia di Tangerang, Kamis (26/2/2026)

Dirinya menambahkan, pemandangan langsung ke runway menjadi diferensiasi utama dibanding pusat komersial lain di Jabodetabek.

The Skyfront dirancang sebagai area komersial modern berbasis ruang terbuka (open space), dengan konsep lifestyle dining yang menyasar keluarga, profesional muda, serta masyarakat sekitar Tangerang dan kawasan bandara.

Momentum pembukaan dilakukan bertepatan dengan periode Ramadan dan perayaan Tahun Baru Imlek, yang dinilai menjadi periode dengan aktivitas konsumsi masyarakat relatif meningkat.

Senada dengan Dahlia, CEO Asthara Skyfront City, Supardi Ang, menegaskan pembukaan ini merupakan bagian dari pengembangan bertahap kawasan seluas 1.100 hektar.

“Pembukaan The Skyfront menjadi bagian dari komitmen Asthara Skyfront City dalam membangun kawasan secara bertahap dan berkelanjutan, sejalan dengan visi menghadirkan kota masa depan yang terintegrasi, gaya hidup modern, dan penuh kehidupan,” kata Supardi.

Baca Juga: Asthara Skyfront City Hadirkan Kota Mandiri Modern di Sisi Bandara Soetta

Supardi menyebut, operasional The Skyfront menjadi langkah awal untuk menghadirkan nilai tambah bagi wilayah barat Jakarta hingga Tangerang secara keseluruhan.

Sebagai konteks, kawasan di sekitar Bandara Soekarno–Hatta selama ini berkembang sebagai area penunjang logistik, perhotelan, dan pergudangan. Berdasarkan data Angkasa Pura II, Bandara Soekarno–Hatta melayani puluhan juta penumpang per tahun sebelum pandemi dan kembali mencatat tren pemulihan signifikan dalam dua tahun terakhir seiring peningkatan mobilitas udara domestik dan internasional.

Keberadaan area komersial di sekitar bandara dinilai strategis karena berada di simpul pergerakan manusia dan barang terbesar di Indonesia.

Pengembangan township 1.100 hektar di sekitar bandara internasional memiliki implikasi tata ruang dan ekonomi regional.

Secara historis, pengembangan kawasan terpadu di sekitar bandara (airport city atau aerotropolis) telah menjadi model di sejumlah negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis konektivitas udara. Di Indonesia, konsep ini mulai diadopsi dalam satu dekade terakhir seiring ekspansi infrastruktur transportasi.

Dengan posisi berbatasan langsung dengan Bandara Soekarno–Hatta yang merupakan bandara tersibuk di Indonesia aktivasi komersial tahap awal dapat menjadi indikator minat pasar terhadap pengembangan kawasan jangka panjang.

Bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya, pembukaan The Skyfront menambah opsi ruang publik dan destinasi kuliner dengan akses relatif dekat dari pusat transportasi udara nasional.

Bagi pengembang dan pelaku usaha, operasional area komersial perdana menjadi tolok ukur daya serap tenant dan traffic pengunjung sebelum pengembangan tahap lanjutan dilakukan.

Secara ekonomi lokal, keberadaan pusat komersial baru berpotensi menciptakan lapangan kerja di sektor ritel dan F&B, sekaligus meningkatkan nilai kawasan di sekitarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.