Akurat

Sederet Pengusaha Akui Pinjam Modal Ke P2P Lebih Mudah Ketimbang Ke Lembaga Keuangan Lain

Yosi Winosa | 23 November 2023, 16:51 WIB
Sederet Pengusaha Akui Pinjam Modal Ke P2P Lebih Mudah Ketimbang Ke Lembaga Keuangan Lain

AKURAT.CO Sederet pengusaha mengakui kemudahan yang diberikan fintek Peer to Peer (P2P) terkait modal usaha dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya. Hal tersebut mengemuka di acara Talkshow Inspiratif bertajuk Untung Ada Fintech P2P.

Salah satunya Nasya, pemilik merek ALLURA yang telah mencicipi sendiri manfaat fintech P2P dalam mendukung usahanya di bidang fashion, living, and kids. Awalnya Nasya mulai berbisnis aksesoris tahun 2011 sembari bekerja di salah satu mall di kawasan Jakarta Selatan.

Pada tahun 2016, ALLURA merilis produk inovatif, menjadi pelopor dalam hijab printing (printed scarves), mengikuti arus pesatnya pergerakan modest fashion. Pada masa itu, ALLURA mencapai puncak perkembangan bisnisnya di pasar nasional dan internasional, dengan kolaborasi bersama public figure serta ekspansi ke pasar Malaysia, London, dan Brunei.

Tahun ini, ALLURA mengambil langkah baru dengan merilis produk busana dalam kolaborasi dengan Fanny Fabriana, public figure terkemuka. Langkah strategis ini diiringi dengan kolaborasi lebih lanjut dengan salah satu fintek P2P untuk mendukung peningkatan volume inventory dan modal kerja agar pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Menurut Nasya, kelebihan yang ditawarkan fintek P2P dibanding lembaga keuangan lain yakni kemudahan dalam hal agunan, proses verifikasi persyaratan serta pencairan yang relatif lebih singkat.

Baca Juga: 26 P2P Lending Belum Penuhi Modal Minimum Rp2,5 M, OJK Lakukan Ini

"Aku minjem modal dengan tenor 1 tahun. Semoga kolaborasi dengan fintek P2P ini mampu membuat kita lebih profesional dalam mengatur keuangan. ALLURA ke depan juga akan terus menjalin kerja sama dengan fintech P2P agar mampu konsisten meningkatkan aktifitas di semua lini bisnis," kata dia di sela Talkshow Inspiratif bertajuk "Untung Ada Fintech P2P" di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Senada, pendiri KataLoGue Coffeeshop, Proza mengatakan fintech P2P telah membantunya sebagai pebisnis ritel kopi kecil menuju bisnis ritel kopi besar.

Mantan karyawan di salah satu perusahaan swasta ini mendirikan KataLoGue Kopi pada tahun 2016. Tanpa pengalaman bisnis sebelumnya, tekadnya untuk sukses dalam dunia kopi sangat kuat. Seiring dengan berjalannya waktu, kata-kata tentang kelezatan kopi di KataLoGue mulai terdengar, dan pelanggan setia mulai datang secara teratur. Kualitas kopi dan atmosfer yang unik menjadi daya tarik utama.

Mulai terpikir untuk melakukan ekspansi bisnis, Proza akhirnya berkolaborasi dengan salah satu fintech P2P untuk mendapatkan permodalan dan mewujudkan impiannya. Pembukaan gerai - gerai ritel kopi baru menjadi sasaran Proza untuk semakin mendekatkan produknya ke konsumen. Selain itu fintech P2P juga membantunya dalam menyempurnakan interior design dari setiap gerai ritel kopinya sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi para pelanggan.

Proza mengacu banyak belajar sejak berkolaborasi dengan fintech P2P, mulai dari cara pengelolaan keuangan perusahaan yang lebih profesional, cara memutarkan cash flow yang positif dan menjadikan hutang sebagai aset yang produktif. Saat ini KataLoGue Group berhasil memiliki beberapa merek terkenal, termasuk KataLoGue Kopi, Petak25, Kai.Ros Coffee, Komunal 9, dan Ropang Harapan.

Kesuksesannya tidak hanya dilihat oleh pelanggan setia, tetapi juga menarik perhatian Dian Pelangi, brand fashion ternama di Jakarta, yang kemudian berkolaborasi dengan KataLoGue Group pada tahun 2022. Rumi & Co Coffeeshop, yang terletak di butik Dian Pelangi, menjadi tempat yang menarik perhatian pelanggan mode dan penggemar kopi.

"Jadi waktu pandemi itu yang namanya mencari modal sangat sulit. Untungnya ada fintek P2P yang prosesnya lebih mudah dan cepat. Proses pencairannya waktu itu hanya 6 bulan dan saya ambil yang jangka waktunya 2 tahun, kebetulan saat ini memang sudah selesai (lunas)," ungkap Proza. 

Sementara host dan komedian ternama, Hesty Purwadinata sekaligus pemilik merek parfum HIPNOZA Seven Eu de Parfum merasa fintek P2P membantu dirinya transisi dari dunia akting ke dunia bisnis parfum

Seiring dengan meningkatnya permintaan di pasaran pasca launching Februari 2023 lalu, Hesty akhirnya  memilih berkolaborasi dengan fintek P2P untuk meningkatkan volume inventori dan memperluas jangkauan pemasaran ke seluruh penjuru Indonesia.

Selain membantu dari sisi permodalan, fintek P2P juga membuat Hesty belajar banyak mengenai ilmu keuangan, mulai dari pengelolaan hutang dan aset produktif, hingga pengaturan cash flow bisnis yang lancar. "Yang saya suka ada pendampingan juga dari fintek P2P ini untuk membantu kita mengelola keuangan dengan benar," ungkap Hesty.

Dalam kesempatan yang sama, Perencana Keuangan Lolita Setyawati mengatakan fintek P2P berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya UMKM. Disebutkan bahkan awalnya regulator (OJK) hanya memberikan izin bagi fintek P2P produktif. Namun karena perkembangan zaman dan perubahan perilaku konsumen, akhirnya OJK juga mengizinkan adanya pinjaman online konsumtif. 

"Kalau kita bicara dalam konteks ekonomi makro, fintek P2P perannya besar terutama bagi UMKM," kata Lolita.

 


 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa