Aileen Goh Ditunjuk Jadi Bos Mastercard Di Indonesia

AKURAT.CO - Mastercard menunjuk Aileen Goh sebagai Country Manager dan President Director untuk Indonesia. Berkantor di Jakarta, Aileen akan memimpin seluruh kegiatan operasional Mastercard di Indonesia dan memimpin upaya perusahaan dalam mengembangkan infrastruktur pembayaran digital di Indonesia.
Mastercard berkomitmen untuk mendukung Bank Indonesia (BI) dalam perwujudan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, sekaligus visi BI untuk mewujudkan ekonomi modern tanpa uang tunai dan inklusif, di mana BI menargetkan untuk menyediakan akses ke layanan keuangan formal kepada 91,3 juta individu yang belum memiliki rekening bank dan lebih dari 62 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Baca Juga: Mastercard Bermitra dengan Penyedia Gateway Kripto, Kembangkan Solusi Digital di Indonesia
Aileen bergabung dengan Mastercard sejak 2016 sebagai bagian dari tim Digital Payments, di mana ia memimpin upaya pengembangan dan adopsi standar pembayaran Quick Response (QR) EMV yang pertama di dunia di wilayah India dan Asia Tenggara. Pada 2019, Aileen ditunjuk sebagai Country Manager untuk Thailand dan Myanmar, di mana Aileen berperan penting dalam memperluas penggunaan debit dan mengakselerasi pertumbuhan penggunaan pembayaran QR dan nirsentuh (contactless).
Aileen juga berdedikasi dalam mendorong agenda besar keamanan siber di seluruh industri untuk memastikan pembayaran yang aman dan mudah bagi konsumen dan pelaku usaha di kedua negara tersebut.
Division President, Southeast Asia, Mastercard, Safdar Khan mengatakan perekonomian digital Indonesia tengah mengalami pertumbuhan yang pesat. Penunjukkan Aileen sebagai Country Manager dilakukan pada saat yang tepat, dengan pengalaman selama 15 tahun di bidang teknologi dan inovasi pembayaran serta rekam jejaknya dalam mengakselerasi inovasi konsumen dan transformasi digital akan sangat membantu dalam mengembangkan bisnis Mastercard di Indonesia.
"Aileen juga akan bekerja berdampingan dengan berbagai pemangku kepentingan, untuk mendorong upaya Mastercard dalam memperluas inklusi keuangan, mempromosikan pembangunan yang merata dan berkelanjutan,” kata Safdar dikutip Rabu (6/9/2023).
Country Manager and President Director, Indonesia, Mastercard, Aileen Goh menambahkan bahwa ia merasa sangat antusias untuk mengelola operasional Mastercard di Indonesia, negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara dengan fokus mendalam pada digitalisasi dan inklusi keuangan. Mastercard berkomitmen untuk memperluas transformasi digital untuk seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia.
"Saya sangat bersemangat untuk bekerja bersama tim yang luar biasa untuk mencapai tujuan ini dan membantu mendorong masa depan pembayaran dan teknologi di Indonesia,” imbuh Aileen.
Sebelum bergabung dengan Mastercard, Aileen bekerja di Singapore Telecommunications dan memimpin sejumlah program utama, termasuk peluncuran dompet digital perusahaan telekomunikasi tersebut. Ia juga merupakan anggota Nanyang Business School Alumni Advisory Board di Singapura, serta menjadi bagian dari AMCHAM Thailand Board of Governors.
Penunjukan Aileen Goh dilakukan seiring dengan peralihan jabatan Navin Jain, dari Country Manager dan President Director di Indonesia untuk memimpin strategi Retail & Commerce Mastercard di Asia Tenggara, sebagai bagian dari ekspansi perusahaan ke segmen non-lembaga keuangan. Navin telah bersama Mastercard selama lebih dari 16 tahun, termasuk 5 tahun di Indonesia, di mana ia sebelumnya menjabat sebagai Head of Market Development sebelum menjadi Country Manager pada tahun 2020.
“Saya ingin ingin menyampaikan apresiasi kepada Navin atas kontribusinya terhadap perkembangan dan kesuksesan Mastercard di Indonesia. Kepemimpinannya telah berperan penting dalam membantu Mastercard mengidentifikasi potensi pasar Indonesia yang sangat besar. Saya yakin bahwa dengan peran barunya, Aileen dan Navin dapat membawa bisnis Mastercard ke tingkatan yang lebih tinggi,” kata Safdar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










