Akurat Logo

Terbesar Sepanjang Sejarah, Laba Bersih Bank DKI Tembus Rp1 Triliun di Kuartal IV 2023

Mukodah | 19 Februari 2024, 20:48 WIB
Terbesar Sepanjang Sejarah, Laba Bersih Bank DKI Tembus Rp1 Triliun di Kuartal IV 2023

AKURAT.CO Sepanjang tahun 2023 Bank DKI telah menyalurkan kredit termasuk pembiayaan syariah sebesar Rp52,00 triliun pada Kuartal IV (Q4) 2023 dari Rp48,37 triliun pada Q4 2022 atau tumbuh sebesar 7,50 persen.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan didorong oleh segmen kredit ritel yang tumbuh sebesar 49,01 persen menjadi Rp1,93 triliun pada Q4 2023 dari Rp1,29 triliun pada Q4 2022.

Tidak hanya itu, catatan positif juga terjadi pada segmen kredit mikro yang tumbuh sebesar 42,67 persen menjadi Rp3,66 triliun pada Q4 2023 dari posisi Rp2,56 triliun di Q4 2022.

Akselerasi pertumbuhan kredit ritel dan mikro tersebut mendorong peningkatan porsi kredit UMKM secara akumulasi dibanding total kredit Bank DKI hingga mencapai 10,74 persen pada akhir 2023 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,98 persen.

"Peningkatan porsi UMKM ini selaras dengan visi dan misi Bank DKI serta sebagaimana harapan pemegang saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk bisa terus meningkatkan pemberdayaan UMKM," kata Direktur Keuangan dan Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto, dalam keterangan resmi, Senin (19/2/2024).

Baca Juga: Bank DKI Tekankan Pentingnya Beradaptasi dalam Menghadapi Dinamika Bisnis Perbankan

Dia mengatakan, kredit konsumer turut mencatat pertumbuhan positif sebesar 11,58 persen menjadi sebesar Rp22,10 triliun pada Q4 2023 dari posisi Rp19,81 triliun pada Q4 2022.

Pertumbuhan juga diikuti pada segmen kredit komersial (termasuk term loan) pada Q4 2023 tumbuh 6,37 persen menjadi Rp17,56 triliun dari posisi Rp16,51 triliun pada Q4 2022.

Kredit menengah tumbuh 1,34 persen menjadi Rp1,92 triliun pada Q4 2023 dari posisi Rp1,89 triliun pada Q4 2022. Sedangkan penyaluran kredit sindikasi mencapai sebesar Rp4,84 triliun pada Q4 2023.

Pertumbuhan kredit ini juga diikuti kualitas aset yang sangat baik dengan indikator rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL Gross) yang terjaga pada level rendah 1,76 persen dengan NPL Nett sebesar 0,58 persen pada Q4 2023.

Bank DKI juga fokus menjaga keberlanjutan usaha ke depan dengan menjaga posisi Coverage Rasio kredit (CKPN) sampai 223,85 persen.

Adapun, untuk Dana Pihak Ketiga, Bank DKI memfokuskan pada penghimpunan dana murah atau low cost fund yang tercermin pada pertumbuhan dana giro sebesar 5,72 persen menjadi Rp18,00 triliun per Q4 2023 dari Rp17,03 triliun pada Q4 2022. Dan dana tabungan pada Q4 2023 menjadi sebesar Rp11,68 triliun, tumbuh 2,22 persen (year on year) dari Rp11,43 triliun pada Q4 2022.

Pertumbuhan giro dan Tabungan mendorong adanya peningkatan rasio Current Account Saving Account (CASA) dari 43,70 persen pada Q4 2022 menjadi 46,65 persen pada Q4 2023 seiring dengan deposito sebagai dana mahal tercatat mengalami penurunan sebesar 7,38 persen dari Rp36,65 triliun pada Q4 2022 menjadi Rp33,95 triliun pada Q4 2023.

Romy menjelaskan, langkah ini merupakan strategi yang dipilih Bank DKI dalam menjaga berbagai rasio likuiditas dan menekan biaya bunga serta menjaga posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) pada level yang diinginkan.

Baca Juga: Dukung UMKM, Bank DKI Beri Kemudahan Pembiayaan Pembelian Kios dan Los di Pasar Rakyat Citayam

Realisasi LDR per Q4 2023 tercatat sebesar 81,73 persen, meningkat 7,43 persen dibandingkan dengan 74,30 persen pada Q4 2022.

Berbagai pencapaian kinerja mendorong pertumbuhan total aset Bank DKI sebesar Rp4,17 triliun atau tumbuh sebesar 5,30 persen dari semula Rp78,89 triliun pada Q4 2022 menjadi Rp83,06 triliun pada Q4 2023.

Indikator rasio kinerja keuangan penting Bank DKI juga menunjukkan perbaikan secara konsisten. Rasio Return on Equity (ROE) pada Q4 2023 mencapai 10,36 persen, lebih tinggi dari sebelumnya 10,10 persen di Q4 2022.

Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menunjukkan perbaikan dari sebelumnya 78,19 persen pada Q4 2022 menjadi 78,03 persen pada Q4 2023 dan Net Interest Margin (NIM) berada pada level moderat sebesar 4,17 persen. Hal ini menunjukkan Bank DKI mampu menjaga tingkat efisiensinya.

Alhasil, dengan berbagai capaian itu, Bank DKI mencatatkan kinerja keuangan periode Q4 2023 (audited) yang baik dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,02 triliun dan merupakan pencapaian laba bersih tertinggi sejak Bank DKI berdiri tahun 1961.

Perolehan laba bersih tersebut tumbuh 8,63 persen dibanding periode Q4 2022 sebesar Rp939,11 miliar.

Peningkatan laba bersih juga didorong dari peningkatan pendapatan bunga yang tumbuh 17,82 persen menjadi Rp5,34 triliun pada Q4 2023 dari sebelumnya Rp4,53 triliun pada Q4 2022 serta peningkatan fee based income sebesar 8,47 persen dari sebelumnya Rp576,00 miliar pada Q4 2022 menjadi Rp624,77 miliar pada Q4 2023.

"Pencapaian kinerja ini merupakan salah satu milestone Bank DKI yang terwujud berkat dukungan dan kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan," kata Romy.

Baca Juga: Bank DKI Gelar Tasyakuran Usung Tema Transformasi Menuju Ekosistem Digital

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK