Akurat

Meksiko Uji Aplikasi untuk Migran yang Akan Ditahan di AS

Petrus C. Vianney | 31 Desember 2024, 14:49 WIB
Meksiko Uji Aplikasi untuk Migran yang Akan Ditahan di AS

AKURAT.CO Pemerintah Meksiko sedang mengembangkan sebuah aplikasi ponsel yang dirancang untuk membantu migran memberikan peringatan jika mereka merasa akan ditahan oleh pihak imigrasi Amerika Serikat.

Aplikasi ini membuat migran dapat mengirim notifikasi kepada kerabat dan konsulat Meksiko terdekat, kata Juan Ramon de la Fuente, sekretaris urusan luar negeri Meksiko, pada Jumat (27/12/2024).

Langkah ini merupakan respons terhadap ancaman deportasi massal yang disampaikan Presiden terpilih AS Donald Trump, yang akan mulai menjabat pada 20 Januari mendatang.

Aplikasi tersebut telah diuji dalam skala kecil dan menunjukkan hasil yang memuaskan.

Fitur utamanya adalah tombol darurat yang dapat digunakan migran untuk mengirim peringatan ke kontak terpilih dan konsulat setempat.

"Jika Anda menemukan diri Anda dalam situasi di mana penahanan sudah dekat, Anda menekan tombol peringatan, dan itu mengirimkan sinyal ke konsulat terdekat," ujar Juan Ramon, dikutip dari Apnews.com, Senin (30/12/2024).

Menurut hukum, pihak berwenang AS diwajibkan memberi tahu konsulat negara asal jika seorang warga negara asing ditahan.

Pemerintah Meksiko telah meningkatkan jumlah staf konsuler serta menyediakan bantuan hukum tambahan guna mendukung migran dalam menghadapi proses deportasi.

Rencananya, aplikasi ini akan diluncurkan pada Januari mendatang.

Namun, belum ada konfirmasi apakah aplikasi ini akan memiliki fitur untuk membatalkan peringatan jika penahanan tidak terjadi.

Selain itu, pemerintah juga telah membuka layanan pusat panggilan 24 jam untuk menjawab berbagai pertanyaan dari migran.

Data pemerintah Meksiko mencatat ada 11,5 juta migran dengan status tinggal legal di AS, sementara 4,8 juta lainnya tidak memiliki dokumen resmi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.