Akurat

Jack Ma Optimis Revolusi Teknologi AI Bagi Masa Depan Ant Group

Petrus C. Vianney | 17 Desember 2024, 13:59 WIB
Jack Ma Optimis Revolusi Teknologi AI Bagi Masa Depan Ant Group

AKURAT.CO Jack Ma, salah satu pendiri Ant Group, menyatakan keyakinannya pada potensi besar kecerdasan buatan (AI) bagi masa depan perusahaan fintech tersebut.

Pernyataan ini disampaikan dalam penampilan publik langka pada perayaan ulang tahun ke-20 Ant Group, Minggu lalu. Ma mengungkapkan optimismenya terhadap revolusi teknologi AI.

"Generasi kita sangat beruntung. Kami memanfaatkan peluang era Internet. Dari perspektif hari ini, perubahan besar yang dibawa oleh era AI dalam 20 tahun ke depan akan melebihi imajinasi semua orang," ujar Ma, dikutip dari Reuters.com, Minggu (15/12/2024).

Ma juga menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi Ant Group dalam beberapa tahun terakhir memberikan pelajaran berharga. "Dorongan dan kritik inilah yang membantu Ant tumbuh dan dewasa," katanya.

Ant Group, yang mengoperasikan Alipay, aplikasi pembayaran populer di Cina, sempat merencanakan IPO besar pada 2020. Namun, langkah tersebut dihentikan setelah kritik Ma terhadap regulator Cina, yang memicu tindakan keras di sektor teknologi.

Sebelum IPO dibatalkan, valuasi Ant diperkirakan mencapai lebih dari $300 miliar (sekitar Rp4.500 triliun). Sejak itu, Ant Group menjalani restrukturisasi besar untuk mematuhi aturan baru.

Pada 2023, Jack Ma menyerahkan kendali perusahaan. Sebelumnya, pada Juli 2022, Ant Group dikenai denda hampir $1 miliar (sekitar Rp15 triliun) karena pelanggaran terkait perlindungan konsumen dan tata kelola perusahaan, menandai akhir dari pengawasan ketat selama bertahun-tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Ant Group mengumumkan perubahan kepemimpinan. Cyril Han akan menggantikan Eric Jing sebagai CEO mulai 1 Maret mendatang.

Ant Group, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Alibaba sebesar 33 persen, kini bersiap menghadapi masa depan dengan fokus pada peluang yang ditawarkan oleh kecerdasan buatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.