Pius Lustrilanang Sedang di Luar Negeri Saat Ruang Kerjanya Di BPK Digeledah KPK

AKURAT.CO - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pius Lustrilanang. Penggeledahan dilakukan berkaitan dengan penanganan kasus dugaan korupsi di Sorong, Papua Barat Daya.
Kabar penggeledahan ruang kerja Pius Lustrilanang hari ini, Rabu (15/11/2023) dibenarkan Kepala Bagian Pemberitaan (Kabag) KPK, Ali Fikri. Sebelum digeledah ruang kerja Pius di Gedung BPK sudah lebih dulu disegel.
“Betul (ruang kerja Pius digeledah),” kata Ali Fikri kepada wartawan.
Baca Juga: Achsanul Qosasi Ternyata Kolektor Mata Uang, Begini Penampakannya Saat Disita Jaksa
Pius menurut informasi tengah berada di Korea Selatan saat penggeledahan berlangsung. Kabar Pius berangkat ke negara Ginseng disampaikan Ketua BPK Firli Bahuri kemarin.
"Terkait dengan keberadaan saudara anggota BPK VI PL (Pius Lustrilanang) yang saat ini kita terinformasikan bahwa yang bersangkutan berangkat ke Korea Selatan. Terkait dengan keberadaan yang bersangkutan di Korea Selatan tentulah kita bisa menempuh beberapa jalur," ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers kasus Sorong di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Firli tidak menjelaskan kepentingan Pius di Korea Selatan. Namun ia memastikan tim penyidik akan meminta keterangan Pius terkait kasus dugaan korupsi yang sedang diusut.
Perkara yang membuat nama Pius terseret bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (12/11/2023) malam. Dalam kegiatan tangkap tangan itu KPK mengamankan uang tunai Rp 1,8 miliar dan satu unit jam tangan merek Rolex.
KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengkondisian temuan pemeriksaan BPK di Kabupaten Sorong itu. Selain Penjabat (Pj) Bupati Sorong, KPK juga menetapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sorong Efer Sigidifat dan Staf BPKAD Kabupaten Sorong Maniel Syatfle.
Kemudian Kepala Perwakilan BPK Provinsi Papua Barat Patrice Lumumba Sihombing; Kasubaud BPK Provinsi Papua Barat Abu Hanifa; dan Ketua Tim Pemeriksa David Patasaung turut menjadi tersangka dalam kasus ini.
Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








