Naskah Khutbah Jum’at: Islam dan Kemanusiaan di Tengah Krisis Akhir Zaman

AKURAT.CO Berikut adalah naskah khutbah Jum’at dengan judul Islam dan Kemanusiaan di Tengah Krisis Akhir Zaman
Khutbah Pertama
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه، ومن سار على نهجه إلى يوم الدين.
أما بعد، فيا أيها المسلمون، أوصيكم وإياي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته، ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala nikmat yang masih kita rasakan, terutama nikmat iman dan Islam. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw., pembawa risalah kemanusiaan yang menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Kita hidup di zaman yang sering disebut sebagai zaman krisis. Krisis moral, krisis kemanusiaan, krisis empati, dan krisis keadilan. Teknologi berkembang pesat, informasi berlimpah, tetapi hati manusia justru semakin kering. Konflik, peperangan, ketimpangan sosial, kemiskinan, dan penindasan terjadi di berbagai belahan dunia. Nilai kemanusiaan sering kalah oleh kepentingan kekuasaan dan materi.
Dalam situasi seperti inilah Islam hadir bukan hanya sebagai agama ritual, tetapi sebagai agama kemanusiaan. Islam turun untuk menjaga martabat manusia, tanpa memandang suku, ras, bangsa, dan status sosial.
Allah Swt. berfirman:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ
Artinya:
“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam.” (QS. Al-Isra: 70)
Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan manusia adalah prinsip dasar dalam Islam. Setiap manusia memiliki kehormatan yang wajib dijaga, bahkan sebelum ia berbicara tentang iman dan amalnya.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Rasulullah Saw. diutus bukan hanya untuk membimbing umat Islam, tetapi untuk seluruh manusia. Allah Swt. berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Artinya:
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Rahmat bagi seluruh alam berarti Islam menolak segala bentuk kekerasan, kebencian, dan dehumanisasi. Islam menolak logika “yang kuat menindas yang lemah”. Islam berdiri di pihak korban, bukan penindas.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jum’at: Mengantisipasi Perselingkuhan dalam Rumah Tangga
Namun jamaah sekalian,
Di tengah tanda-tanda akhir zaman, Rasulullah Saw. telah mengingatkan bahwa krisis terbesar bukan hanya pada alam atau ekonomi, tetapi pada hati manusia. Beliau bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَقِلَّ الْعِلْمُ، وَيَكْثُرَ الْجَهْلُ، وَتَكْثُرَ الْفِتَنُ
Artinya:
“Kiamat tidak akan terjadi hingga ilmu berkurang, kebodohan merajalela, dan fitnah semakin banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Fitnah di sini bukan sekadar gosip, tetapi kekacauan nilai. Yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan. Kezaliman dianggap biasa, sementara empati dianggap kelemahan.
Islam datang untuk meluruskan arah itu. Di tengah krisis akhir zaman, tugas orang beriman adalah menghadirkan nilai kemanusiaan: keadilan, kasih sayang, dan kepedulian sosial.
Allah Swt. berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah.” (QS. An-Nisa: 135)
Menjadi Muslim sejati bukan hanya rajin ibadah personal, tetapi juga peka terhadap penderitaan sesama manusia.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا أيها المسلمون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله ما استطعتم، واعلموا أن تقوى الله هي زادنا في زمن penuh ujian.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Sekali lagi khatib berwasiat kepada diri sendiri dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan. Ketakwaan bukan hanya urusan sajadah, tetapi juga tercermin dalam sikap kita kepada manusia lain.
Rasulullah Saw. bersabda:
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya:
“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Thabrani)
Hadis ini menegaskan bahwa ukuran keimanan tidak berhenti pada klaim, tetapi pada kontribusi kemanusiaan. Di tengah krisis akhir zaman, dunia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang yang peduli.
Islam mengajarkan agar kita tidak apatis. Ketika melihat ketidakadilan, kita tidak boleh diam. Ketika melihat penderitaan, kita tidak boleh menutup mata. Bahkan senyum dan empati adalah sedekah.
Rasulullah Saw. bersabda:
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
Artinya:
“Takutlah kalian kepada neraka, meskipun hanya dengan bersedekah setengah butir kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah sekalian,
Di tengah isu perpecahan, Islam mengajarkan persaudaraan. Di tengah kebencian, Islam mengajarkan kasih sayang. Di tengah krisis kemanusiaan, Islam menuntut kita menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.
Mari kita jaga lisan kita dari ujaran kebencian, jaga tangan kita dari kezaliman, dan jaga hati kita dari rasa tidak peduli.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jum’at: Cara Islami Memuliakan Bulan Rajab
Sebelum khutbah ini ditutup, marilah kita berdoa:
اللهم اجعلنا من عبادك الذين ينشرون الرحمة، ويقيمون العدل، ويحفظون كرامة الإنسان.
اللهم أصلح أحوال أمتنا، وادفع عنا الفتن ما ظهر منها وما بطن.
Artinya:
“Ya Allah, jadikan kami hamba-hamba-Mu yang menyebarkan kasih sayang, menegakkan keadilan, dan menjaga martabat manusia. Ya Allah, perbaikilah keadaan umat kami dan jauhkan kami dari fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi.”
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi kepada kerabat, serta melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.” (QS. An-Nahl: 90)
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










