Akurat

Naskah Khutbah Jum’at: Mengantisipasi Perselingkuhan dalam Rumah Tangga

Fajar Rizky Ramadhan | 9 Januari 2026, 07:17 WIB
Naskah Khutbah Jum’at: Mengantisipasi Perselingkuhan dalam Rumah Tangga

AKURAT.CO Berikut naskah khutbah Jum'at dengan judul Mengantisipasi Perselingkuhan dalam Rumah Tangga.

Khutbah Pertama

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وأصحابه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

أما بعد، فيا أيها المسلمون، أوصيكم وإياي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته، ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, Islam, dan keluarga. Salawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw., teladan agung dalam membangun rumah tangga yang penuh cinta, kesetiaan, dan tanggung jawab.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Di antara nikmat terbesar dalam hidup manusia adalah rumah tangga. Islam memandang pernikahan bukan sekadar ikatan biologis, tetapi ikatan sakral yang dibangun atas dasar amanah, kejujuran, dan tanggung jawab moral. Allah Swt. berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً

Artinya:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)

Namun jamaah sekalian,

Di tengah tantangan zaman modern, rumah tangga menghadapi ujian yang semakin kompleks. Salah satu ancaman paling serius adalah perselingkuhan. Perselingkuhan bukan hanya merusak kepercayaan, tetapi juga menghancurkan ketenangan, melukai anak-anak, dan mengoyak nilai moral masyarakat.

Islam tidak hanya melarang perzinaan, tetapi juga segala jalan yang mengarah kepadanya. Allah Swt. berfirman dengan sangat tegas:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya:
“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Perhatikan jamaah sekalian,
Allah tidak hanya mengatakan “jangan berzina”, tetapi “jangan mendekati zina”. Artinya, semua pintu yang mengarah ke perselingkuhan harus ditutup sejak awal: komunikasi yang tidak terjaga, candaan yang melampaui batas, pesan-pesan rahasia, hingga kedekatan emosional yang tidak halal.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jum’at: Mempersiapkan Bulan Suci Ramadhan dengan Maksimal

Perselingkuhan sering kali tidak dimulai dari perbuatan besar, tetapi dari kelalaian kecil yang dibiarkan terus-menerus.

Rasulullah Saw. bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى

Artinya:
“Telah ditetapkan atas anak Adam bagian dari zina yang pasti akan ia alami; zina mata adalah memandang, zina telinga adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara, zina tangan adalah menyentuh, dan hati berkeinginan serta berangan-angan.” (HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa perselingkuhan sering bermula dari hati dan pandangan, sebelum akhirnya menjadi perbuatan nyata.

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Mengantisipasi perselingkuhan dalam rumah tangga berarti menjaga ketakwaan dalam ruang paling privat sekalipun. Setia bukan hanya saat diawasi manusia, tetapi saat hanya Allah yang melihat.

Islam mengajarkan agar suami dan istri saling menjaga, saling memenuhi hak, dan saling menguatkan. Rumah tangga yang dingin secara emosional sering menjadi lahan subur bagi perselingkuhan. Oleh karena itu, komunikasi, perhatian, dan kasih sayang adalah benteng utama.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد، فيا أيها المسلمون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله ما استطعتم، واعلموا أن خير الزاد التقوى.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,

Sekali lagi khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan adalah benteng paling kokoh dalam menjaga kehormatan diri dan keluarga.

Mengantisipasi perselingkuhan juga berarti menjaga amanah pernikahan. Rasulullah Saw. bersabda:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Artinya:
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya adalah istri yang salehah.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, suami pun dituntut menjadi pasangan yang saleh dan bertanggung jawab. Kesalehan dalam rumah tangga bukan hanya rajin ibadah, tetapi juga jujur, setia, dan mampu menjaga diri dari godaan.

Jamaah sekalian,

Di era media sosial hari ini, perselingkuhan sering berawal dari layar kecil di genggaman tangan. Oleh karena itu, menjaga pandangan, menjaga privasi, dan bersikap transparan kepada pasangan adalah bagian dari akhlak Islami. Jangan biasakan menyimpan rahasia yang tidak perlu dari pasangan hidup kita.

Ingatlah sabda Rasulullah Saw.:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Suami dan istri sama-sama pemimpin dalam menjaga kehormatan rumah tangga. Perselingkuhan bukan hanya dosa pribadi, tetapi pengkhianatan terhadap amanah Allah.

Sebelum kita menutup khutbah ini, marilah kita bermunajat kepada Allah Swt., memohon perlindungan bagi keluarga-keluarga kita.

اللهم احفظ بيوتنا من الفتن ما ظهر منها وما بطن،
اللهم ألف بين قلوب الأزواج والزوجات،
واجعل بيوتنا بيوتاً مطمئنة، مملوءة بالمودة والرحمة.

Artinya:
“Ya Allah, jagalah rumah-rumah kami dari fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi. Satukanlah hati para suami dan istri, dan jadikan rumah-rumah kami rumah yang tenteram, penuh cinta dan kasih sayang.”

Baca Juga: Naskah Khutbah Jum’at: Cara Islami Memuliakan Bulan Rajab

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya:
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi kepada kerabat, serta melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.” (QS. An-Nahl: 90)

فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.