Khutbah Jumat 25 Juli 2025: Menjadi Pribadi Terbaik Pasca Muharram

AKURAT.CO Berikut naskah khutbah Jumat dengan judul menjadi pribadi terbaik pasca Muharram.
KHUTBAH I:
إنَّ الْـحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Amma ba’du,
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Saya wasiatkan kepada diri saya dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa. Takwa yang memelihara hati dari penyakit, menjaga amal dari sia-sia, dan mengarahkan hidup pada ridha Allah semata.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita baru saja melewati bulan yang sangat mulia, yakni bulan Muharram. Dalam Islam, Muharram bukan hanya awal tahun baru Hijriyah, tetapi juga momentum spiritual untuk memulai kembali — berhijrah dari keburukan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju kesadaran.
Allah ﷻ berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus. Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu...” (QS. At-Taubah: 36)
Bulan-bulan haram seperti Muharram menjadi pengingat bahwa waktu bukanlah sekadar hitungan angka, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Lalu, bagaimana kita menjawab pertanyaan penting ini: Apakah pasca Muharram kita benar-benar telah menjadi pribadi yang lebih baik? Bukan sekadar semangat sesaat, tetapi perubahan perilaku yang konsisten dan nyata.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Hadis ini menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seorang muslim bukan hanya dari ibadah ritual, tapi dari seberapa besar dampak positifnya kepada orang lain. Maka menjadi pribadi terbaik berarti menjadi pribadi yang:
-
Tak hanya menjaga shalatnya, tapi juga lisannya
-
Tak hanya rajin sedekah, tapi juga peduli pada tetangga
-
Tak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga menjadikan akhlaknya seperti Al-Qur’an
Muharram telah berlalu, tapi semangat hijrahnya harus terus hidup. Kita diajak untuk move on dari maksiat menuju taat, dari dendam menuju pemaafan, dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan mulia.
Baca Juga: Meriahkan Tahun Baru Islam, Pegadaian Syariah Gelar Kilau Emas Muharram untuk Masyarakat Aceh
Nabi ﷺ bersabda:
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ
Artinya: “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba di hari kiamat sebelum ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya untuk apa diamalkan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, dan tentang tubuhnya untuk apa digunakan.” (HR. Tirmidzi)
Maka mari kita evaluasi diri. Tahun baru Hijriyah sudah kita masuki. Jangan sampai tahun berganti, tapi hati kita tetap sama. Jangan sampai umur bertambah, tapi dosa tetap menumpuk.
Baca Juga: Etika Bersosial Media dalam Islam, Umat Muslim Wajib Tahu!
KHUTBAH II
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلوات ربي وسلامه عليه، وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Menjadi pribadi terbaik bukanlah pekerjaan sehari semalam. Ia adalah perjalanan spiritual seumur hidup. Maka jangan pernah berhenti memperbaiki diri.
Mulailah dari hal-hal sederhana:
-
Ucapkan salam lebih dulu
-
Maafkan yang bersalah, meskipun sulit
-
Bersihkan hati dari dengki dan curiga
-
Ringankan tangan untuk membantu sesama
-
Perbanyak dzikir dan istighfar setiap hari
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللهَ لا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)
Bersihkan niat, perbaiki amal, dan perbanyak manfaat. Itulah jalan menuju pribadi yang dicintai Allah dan dirindukan manusia.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَمَعُوا الْقَوْلَ فَاتَّبَعُوا أَحْسَنَهُ، وَاجْعَلْ آخِرَ كَلَامِنَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
عبادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









