Akurat

Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah: Pelajaran Penting dari Perjuangan Nabi Ibrahim AS

Lufaefi | 30 Mei 2025, 09:28 WIB
Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah: Pelajaran Penting dari Perjuangan Nabi Ibrahim AS

AKURAT.CO Berikut ini naskah khutbah Jumat bulan Dzulhijjah dengan judul pelajaran penting dari perjuangan Nabi Ibrahim As.

Khutbah Pertama

الحمد لله الذي أمرنا باتّباع ملة إبراهيم حنيفا، وجعلها منارًا للهدى والتقوى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

أما بعد، فيا أيها الناس، أوصيكم ونفسي المقصّرة بتقوى الله، فإنها وصية الله للأولين والآخرين، قال الله تعالى:

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ
(النساء: 131)

Artinya: "Dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah." (QS. An-Nisa: 131)

Jama'ah Jumat rahimakumullah,

Hari-hari ini kita berada di bulan yang agung, bulan Dzulhijjah, bulan yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan momen-momen besar dalam sejarah Islam.

Di antara kisah agung yang terpatri dalam bulan ini adalah perjuangan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Perjalanan hidup beliau bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi pelajaran abadi tentang tauhid, kesabaran, pengorbanan, dan ketaatan total kepada Allah.

Allah berfirman tentang keikhlasan dan keteguhan Ibrahim:

إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
(البقرة: 131)

Artinya: "Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, 'Tunduk patuhlah!' Ibrahim menjawab, 'Aku tunduk patuh kepada Tuhan seluruh alam.'" (QS. Al-Baqarah: 131)

Sikap pasrah total inilah yang menjadi dasar dari semua amal Ibrahim. Beliau tidak hanya tunduk secara lisan, tetapi secara total dalam tindakan. Bahkan ketika diminta menyembelih anak tercinta, Nabi Ismail, Ibrahim tidak ragu. Bukan karena beliau tidak mencintai anaknya, tetapi karena cintanya kepada Allah jauh lebih besar dari segalanya.

Baca Juga: Adakah Ucapan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus yang Tidak Melanggar Aturan Islam?

Inilah pelajaran pertama: ketaatan total kepada perintah Allah meski berat. Dalam kehidupan kita, ujian mungkin tidak sebesar perintah menyembelih anak. Namun, setiap kita pasti diuji: dalam keluarga, pekerjaan, hawa nafsu, dan harta. Apakah kita siap menomorsatukan Allah, sebagaimana Ibrahim?

Pelajaran kedua dari perjuangan Nabi Ibrahim adalah pengorbanan demi tegaknya nilai-nilai tauhid. Ketika Ibrahim diperintahkan menghancurkan berhala-berhala, ia tahu risikonya: dibenci, dikucilkan, bahkan dibakar. Namun beliau tetap melakukannya karena tahu bahwa hanya Allah yang layak disembah.

Allah berfirman:

قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ، قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ
(الأنبياء: 68-69)

Artinya: "Mereka berkata: 'Bakarlah dia dan tolonglah tuhan-tuhan kalian jika kalian benar-benar hendak bertindak!' Kami berfirman: 'Hai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.'" (QS. Al-Anbiya: 68-69)

Jama'ah sekalian,

Keberanian Ibrahim membela tauhid sangat relevan dengan kondisi kita hari ini. Di tengah derasnya arus materialisme, syirik modern, dan budaya yang menjauh dari tauhid, sudahkah kita seteguh Ibrahim? Ataukah kita malah ikut arus karena takut kehilangan kenyamanan dunia?

Di bulan Dzulhijjah ini, marilah kita kembali belajar dari Nabi Ibrahim. Mari kita perkuat komitmen kita kepada Allah. Mari kita jadikan momen Idul Adha sebagai pengingat bahwa hidup adalah perjuangan untuk tunduk kepada-Nya, dan pengorbanan adalah harga dari cinta sejati kepada Tuhan.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.

Baca Juga: Kalender Jawa Weton Hari Ini, Jumat 28 Mei 2025

Khutbah Kedua

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه، كما يحب ربنا ويرضى. أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وسلم.

Jama'ah yang dimuliakan Allah,

Mari kita akhiri khutbah ini dengan memperkuat tiga pelajaran utama dari perjuangan Nabi Ibrahim:

  1. Tunduk sepenuhnya kepada Allah, meski bertentangan dengan logika atau perasaan.

  2. Siap berkorban demi ketaatan dan kemurnian akidah.

  3. Menjadikan tauhid sebagai asas dalam segala aspek kehidupan kita, baik pribadi, keluarga, maupun masyarakat.

Bulan Dzulhijjah bukan hanya bulan ibadah haji, tapi juga bulan pendidikan spiritual bagi setiap muslim. Maka, walau kita tidak berhaji, kita bisa menghidupkan semangat haji: meninggalkan ego, membunuh hawa nafsu, dan menegakkan ketaatan kepada Allah.

Rasulullah bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ العَشْرِ
(HR. Bukhari)

Artinya: "Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari sepuluh (pertama Dzulhijjah)." (HR. Bukhari)

Jangan sia-siakan waktu emas ini. Isi dengan dzikir, shalat sunnah, puasa, dan amal-amal shalih lainnya. Jadikan semangat Ibrahim sebagai semangat hidup kita sehari-hari.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،...

عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.