Akurat

Naskah Khutbah Jumat: Muharram sebagai Momen Mengupgrade Akhlak dan Hati

Fajar Rizky Ramadhan | 20 Juni 2025, 08:12 WIB
Naskah Khutbah Jumat: Muharram sebagai Momen Mengupgrade Akhlak dan Hati

AKURAT.CO Berikut ini naskah khutbah Jumat dengan judul Muharram sebagai Momen Mengupgrade Akhlak dan Hati.

Khutbah Pertama

الحمد لله الذي خلق الإنسان وعلّمه البيان، وزينه بالعقل والإيمان، وجعل له مواسم للطاعات ليزداد قربًا وارتقاءً في الإحسان. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه، وعلى آله وأصحابه أجمعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

Amma ba’du.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Kita memulai khutbah ini dengan rasa syukur mendalam kepada Allah SWT. Dalam keberkahan hari Jumat ini, kita juga sedang memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah yang disebut sebagai salah satu dari bulan-bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Allah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus.”

Salah satu dari empat bulan suci itu adalah Muharram. Di bulan ini, kita dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, menjauhi dosa, dan menata ulang jiwa. Namun lebih dari itu, bulan ini adalah momen istimewa untuk melakukan upgrade dalam kehidupan spiritual dan akhlak kita.

Rasulullah SAW bersabda:

«أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ»

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim)

Jamaah yang berbahagia.

Apalah arti pergantian tahun, bila akhlak kita tetap stagnan? Bila hati tetap beku, jauh dari dzikrullah? Bila lisan masih kasar, dan niat hidup hanya soal dunia semata?

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Menyambut Tahun Baru Islam dengan Hati Riang Gembira

Bulan Muharram seharusnya menjadi titik restart bagi ruhani kita. Waktu untuk upgrade akhlak dan hati, agar hidup ini tak hanya sekadar bergerak, tapi juga bermakna.

Akhlak adalah inti dari misi kenabian. Nabi SAW bersabda:

«إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ»

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Maka bila kita mengaku mencintai Nabi, buktinya bukan sekadar dengan ucapan shalawat, tetapi juga dengan upaya sungguh-sungguh memperbaiki akhlak kita.

Apakah kita sudah ramah pada keluarga? Apakah kita jujur dalam pekerjaan? Apakah kita sabar ketika diuji? Apakah kita ringan memaafkan dan mudah bersyukur? Inilah pertanyaan evaluatif yang perlu kita renungkan di awal tahun ini.

Jamaah yang dirahmati Allah.

Mari sambut Muharram bukan hanya dengan doa dan puasa, tapi juga dengan upgrading akhlak: lebih sabar, lebih bersih hatinya, lebih bijak sikapnya, lebih ringan tangannya dalam membantu sesama.

Allah SWT berfirman dalam Surah Asy-Syams ayat 9-10:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا * وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”

Maka mari jadikan Muharram ini sebagai momentum penyucian jiwa dan peningkatan kualitas akhlak. Jangan sekadar bertambah umur, tapi bertambah pula kedekatan kita dengan Allah dan sesama manusia.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.

Baca Juga: 10 Muharram 2025 Jatuh pada Tangg Berapa? Ini Jadwal Lengkap dan Amalan yang Dianjurkan

Khutbah Kedua

الحمد لله الذي يفتح لعباده أبواب الخير، ويجعل لهم في كل حين فرصة للتوبة والتغيير، والصلاة والسلام على رسول الله، قدوة الخلق في الأخلاق، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Amma ba’du.

Jamaah Jumat yang berbahagia.

Di khutbah kedua ini, marilah kita teguhkan kembali niat kita untuk memperbaiki diri. Muharram adalah bulan yang penuh keberkahan. Mari jadikan tahun ini sebagai momen untuk level up bukan hanya dalam aspek duniawi, tapi lebih utama: dalam kedewasaan ruhani.

Kita perlu upgrade niat agar lebih ikhlas, upgrade lisan agar lebih santun, upgrade pikiran agar lebih bersih dari prasangka, dan upgrade hati agar lebih sabar, lebih lapang, dan lebih penuh kasih.

Tahun baru ini bukan hanya soal berubah, tapi soal bertumbuh. Agar kita tidak menjadi manusia yang terjebak rutinitas, tetapi menjadi insan yang terus mengejar perbaikan dan pencerahan.

Rasulullah SAW bersabda:

«الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ الْمُؤْمِنِ»

Artinya: “Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.” (HR. Abu Dawud)

Maka biarkan Muharram ini menjadi momentum untuk memperbaiki refleksi diri kita. Jika belum sabar, belajarlah sabar. Jika belum jujur, latihlah kejujuran. Jika belum lembut, tumbuhkan kelembutan. Karena Islam adalah agama akhlak, dan kemenangan sejati bukan pada kuantitas amal, tetapi kualitas akhlak yang tulus.

اللهم بارك لنا في شهر الله المحرم، ووفقنا لتحسين أخلاقنا، واجعل هذا العام عامًا مباركًا في ديننا ودنيانا وآخرتنا.

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكّرون.

فاذكروا الله يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

Semoga khutbah ini menginspirasi kita untuk tidak menyambut tahun baru dengan hura-hura atau kelalaian, tetapi dengan semangat baru untuk memperindah akhlak dan membersihkan hati. Jadikan Muharram sebagai momentum spiritual untuk upgrade menjadi hamba yang lebih dewasa, sabar, jujur, dan mencintai sesama karena Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.