Akurat

5 Hal yang Sering Dilupakan Orang Tua saat Anak Baru Masuk Sekolah

Fajar Rizky Ramadhan | 14 Juli 2025, 08:00 WIB
5 Hal yang Sering Dilupakan Orang Tua saat Anak Baru Masuk Sekolah

AKURAT.CO Hari-hari pertama anak masuk sekolah adalah momen penuh haru, harapan, dan kadang harapan yang terburu-buru.

Sebagian orang tua terlalu fokus pada kebutuhan teknis seperti seragam, buku, atau antar jemput, tapi justru lupa pada hal-hal mendasar yang jauh lebih penting bagi kesiapan mental dan spiritual anak.

Dalam Islam, mendidik anak adalah amanah besar. Maka, awal masuk sekolah seharusnya menjadi waktu terbaik untuk membangun fondasi bukan hanya akademik, tapi juga akhlak dan keimanan. Sayangnya, ada beberapa hal penting yang sering luput dari perhatian orang tua. Berikut lima di antaranya.

1. Tidak Menanamkan Niat Belajar Karena Allah

Banyak orang tua menekankan anak agar rajin sekolah supaya jadi “anak pintar”, “ranking satu”, atau “biar nanti sukses”. Tapi sangat jarang yang mengingatkan anak bahwa belajar adalah ibadah, dan menuntut ilmu adalah perintah dari Allah.

Padahal, niat inilah yang akan membuat anak belajar dengan semangat dan tidak mudah menyerah. Tanpa niat karena Allah, ilmu yang didapat bisa menjadi beban, bukan keberkahan.

نَوَيْتُ أَنْ أَتَعَلَّمَ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: "Aku berniat belajar karena Allah Ta'ala."

Tanamkan niat ini di hati anak setiap pagi sebelum berangkat sekolah, agar langkahnya menjadi ringan dan ilmunya diberkahi.

2. Lupa Mendoakan Anak Secara Langsung

Doa orang tua adalah doa yang paling mustajab. Namun dalam hiruk-pikuk pagi hari—menyiapkan bekal, seragam, sepatu—banyak yang lupa untuk mendoakan anak secara lisan dan langsung.

Padahal, doa ini bisa menjadi kekuatan luar biasa yang menyertai anak sepanjang hari. Salah satu doa yang dianjurkan:

اللَّهُمَّ احْفَظْهُ، وَفَتِّحْ عَلَيْهِ فُهُومَ الْعَالِمِينَ، وَاجْعَلْهُ مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya:."Ya Allah, jagalah anakku, bukakan baginya pemahaman para ulama, dan jadikan ia termasuk golongan orang-orang saleh."

Doa yang dibisikkan sambil memeluk anak atau mengusap kepalanya bisa menjadi benteng perlindungan dan cahaya dalam proses belajarnya.

3. Tidak Membiasakan Anak Berdoa Sebelum Belajar

Banyak anak masuk kelas tanpa membaca doa terlebih dahulu, karena tidak dibiasakan di rumah. Padahal Rasulullah ﷺ mengajarkan doa khusus untuk memulai proses belajar:

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا

Artinya:"Ya Allah, manfaatkanlah aku dengan ilmu yang telah Engkau ajarkan, ajarkan kepadaku apa yang bermanfaat, dan tambahkanlah kepadaku ilmu." (HR. Tirmidzi)

Membaca doa ini akan membantu anak fokus, tenang, dan menyadari bahwa belajar bukan sekadar kegiatan otak, tetapi ibadah hati dan akal.

Baca Juga: Doa Awal Masuk Sekolah, Insya Allah Bikin Ilmu Nambah Bermanfaat

4. Mengabaikan Kebutuhan Emosional Anak

Sebagian orang tua terlalu fokus pada nilai dan prestasi, sampai lupa bahwa anak-anak juga membawa emosi ke sekolah: rasa takut, bingung, canggung, atau rindu rumah. Mereka butuh dukungan, pelukan, dan kata-kata yang menenangkan, bukan hanya perintah atau nasihat panjang.

Sediakan waktu sejenak sebelum anak masuk gerbang sekolah untuk berkata:

"Abi dan Ummi sayang kamu, semangat ya. Kalau ada yang bikin sedih, nanti cerita ke kita ya."

Kata-kata sederhana ini bisa membuat hati anak tenang, dan merasa bahwa ia tidak sendirian menghadapi dunia barunya.

5. Tidak Menjadi Teladan dalam Mencintai Ilmu

Anak-anak sangat peka terhadap sikap dan kebiasaan orang tuanya. Jika orang tua tak pernah terlihat membaca, malas belajar agama, atau sering meremehkan ilmu, maka semangat anak pun akan menurun.

Jadilah teladan. Tunjukkan bahwa belajar itu menyenangkan dan penting, tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk orang dewasa.

Allah berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Artinya: "Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujādilah: 11)

Jika anak melihat orang tuanya juga mencintai ilmu, mereka pun akan lebih mudah termotivasi.

Baca Juga: Doa Agar Lolos Seleksi PPPK, Insya Allah Manjur

Menyambut hari-hari pertama anak masuk sekolah bukan sekadar soal perlengkapan dan biaya. Ada tanggung jawab besar yang lebih halus tapi jauh lebih penting: menjaga niat, menyelimuti dengan doa, dan menguatkan batin anak agar siap menuntut ilmu sebagai ibadah.

Jangan sampai hal-hal penting ini luput dari perhatian. Sebab suksesnya anak bukan hanya karena kepintaran otaknya, tapi juga karena ketenangan jiwanya, keberkahan langkahnya, dan kekuatan doanya. Semoga anak-anak kita menjadi generasi berilmu yang diridhai Allah. Aamiin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.