Akurat

5 Tips Islami Menghindari Cuaca Panas di Indonesia

Lufaefi | 16 Oktober 2025, 07:00 WIB
5 Tips Islami Menghindari Cuaca Panas di Indonesia

AKURAT.CO Beberapa pekan terakhir, hampir seluruh wilayah Indonesia dilanda cuaca panas ekstrem. Suhu udara yang mencapai 35–37 derajat Celsius membuat banyak orang merasa tidak nyaman, cepat lelah, dan mudah dehidrasi.

BMKG menyebutkan bahwa fenomena ini terjadi akibat pergeseran posisi semu matahari ke arah selatan, sehingga sinar matahari terasa lebih terik, terutama di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Namun dalam pandangan Islam, perubahan cuaca bukan hanya fenomena alam, melainkan juga bagian dari ketetapan Allah (sunnatullah).

Rasulullah ﷺ mengajarkan agar manusia tidak sekadar mengeluh ketika cuaca ekstrem, tetapi juga menjaga diri dengan ikhtiar dan doa. Berikut lima tips islami untuk menghadapi cuaca panas agar tetap sehat dan bernilai ibadah.

1. Perbanyak Doa dan Dzikir saat Cuaca Panas

Islam mengajarkan agar setiap fenomena alam dijadikan momentum untuk mendekat kepada Allah. Ketika udara terasa panas menyengat, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya membaca doa:

اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ حَرِّ نَارِكَ

Allāhumma ajirnī min ḥarri nārik.

Artinya: “Ya Allah, lindungilah aku dari panasnya api neraka-Mu.”

Doa ini tidak hanya memohon perlindungan dari panas dunia, tetapi juga mengingatkan manusia akan panasnya api neraka yang jauh lebih dahsyat. Dzikir dan doa membuat hati lebih tenang, menurunkan stres, dan memberikan efek kesejukan spiritual yang tak kalah penting dari kesejukan fisik.

Baca Juga: Cuaca Panas Melanda Indonesia, Ini Doa agar Selamat

2. Menjaga Hidrasi sebagai Amanah Tubuh

Tubuh manusia adalah amanah dari Allah yang wajib dijaga. Ketika cuaca panas, kebutuhan cairan tubuh meningkat drastis. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dalam konteks ini, menjaga asupan air menjadi bentuk ibadah. Minumlah air putih secara rutin, hindari minuman berkafein atau bersoda yang dapat mempercepat dehidrasi.

Jika memungkinkan, niatkan setiap tegukan air sebagai syukur atas nikmat Allah dan doa agar diberi kesehatan. Bahkan dalam Islam, memberi air kepada makhluk hidup yang kehausan dianggap sebagai sedekah besar.

3. Hindari Aktivitas di Bawah Terik Matahari secara Berlebihan

Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pribadi yang seimbang dalam menjaga diri. Dalam sebuah hadis, beliau menegur sahabat yang berpuasa sambil berdiri di bawah matahari tanpa berteduh. Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak butuh pada siksa dirimu sendiri.” (HR. Bukhari).

Pesan ini relevan untuk kondisi saat ini. Islam tidak mendorong umatnya untuk memaksakan diri bekerja atau beraktivitas di bawah panas ekstrem.

Gunakan pelindung kepala seperti topi atau payung, kenakan pakaian longgar dan berwarna terang, serta usahakan beraktivitas di waktu pagi atau sore.

Menjaga diri dari bahaya panas bukan tanda lemah, tetapi bentuk kecerdasan spiritual: menjaga amanah kehidupan yang Allah titipkan.

4. Perbanyak Istighfar dan Sedekah Air

Dalam Al-Qur’an, Nabi Nuh ‘alaihissalām menyeru kaumnya untuk memperbanyak istighfar agar Allah menurunkan kesejukan dan keberkahan:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

Artinya: “Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.’” (QS. Nuh: 10–11)

Cuaca panas kadang menjadi refleksi bahwa bumi sedang kekurangan keseimbangan, dan salah satu bentuk memperbaikinya adalah dengan memperbanyak istighfar serta amal sosial.

Di tengah cuaca terik, memberikan air minum kepada sesama manusia atau hewan menjadi sedekah besar yang disukai Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sedekah terbaik adalah memberi air.” (HR. Ahmad).

5. Menjaga Lingkungan agar Tetap Sejuk dan Berkah

Panas ekstrem tidak hanya akibat pergeseran matahari, tetapi juga karena rusaknya ekosistem akibat perilaku manusia. Penebangan pohon, polusi, dan urbanisasi berlebihan membuat panas semakin terasa. Islam menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari ibadah.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu sebagian darinya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, kecuali menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari-Muslim).

Baca Juga: Cuaca Ekstrem dalam Al-Qur'an, Ini Hikmah di Dalamnya

Menanam pohon, mengurangi pemborosan energi, serta menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tindakan ekologis, tapi juga spiritual. Setiap pohon yang ditanam akan menjadi peneduh, penyerap panas, dan sumber oksigen — simbol rahmat bagi sesama makhluk.

Cuaca panas ekstrem memang tak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin. Menjaga kesehatan, memperbanyak doa, dan memperkuat solidaritas sosial adalah bentuk ketaatan yang konkret.

Ketika matahari terasa menyengat, jadikan itu momentum untuk merenungi kebesaran Allah, memperbanyak istighfar, dan menyebarkan kesejukan — bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi bumi dan sesama manusia. Karena pada akhirnya, kesejukan sejati tidak hanya datang dari angin dan air, tetapi dari hati yang selalu dekat dengan Sang Pencipta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.