Naskah Khutbah Jumat: Muharram dan Masa Depan Dunia Islam

AKURAT.CO Berikut adalah naskah khutbah Jumat di bulan Muharram dengan judul: Muharram dan Masa Depan Dunia Islam. Cocok untuk khutbah di masjid, kantor, dan sebagainya.
Khutbah Pertama
الحمد لله الذي جعل الليل والنهار خلفةً لمن أراد أن يذّكر أو أراد شكورًا، نحمده حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه، ونشكره على نعمه الظاهرة والباطنة، ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
Amma ba'du.
أوصيكم ونفسي المقصرة بتقوى الله فقد فاز المتقون.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah.
Kita membuka khutbah ini dengan rasa syukur atas kesempatan hidup, iman, dan kesempatan memperbaiki diri. Kini kita telah memasuki bulan Muharram, bulan pembuka dalam kalender Hijriyah, yang menjadi pengingat penting akan perjalanan sejarah Islam yang sarat makna dan relevansi dengan masa depan umat hari ini.
Muharram bukan hanya bulan puasa dan keutamaan ibadah, tetapi juga momentum sejarah—di mana hijrah Nabi SAW menjadi dasar penanggalan Islam. Hijrah bukanlah pelarian, melainkan strategi peradaban. Dari tekanan menjadi kebangkitan. Dari keterpurukan menuju kejayaan. Dan di sinilah kita dapat menarik pelajaran: masa depan Islam tidak ditentukan oleh keadaan sesaat, tetapi oleh keteguhan visi dan aksi umatnya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A'raf ayat 128:
وَاصْبِرُوا ۖ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: "Bersabarlah, sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Sambut Tahun Baru Islam dengan Karakter yang Baru sebagai Muslim Sejati
Dunia Islam hari ini menghadapi ujian luar biasa. Di Gaza, di Suriah, di Rohingya, di Afrika, bahkan di negeri-negeri yang mayoritas Muslim, kita melihat bagaimana tantangan global datang bertubi-tubi: krisis kemanusiaan, konflik sektarian, ketimpangan ekonomi, hingga keterbelakangan pendidikan dan teknologi.
Namun Muharram datang bukan membawa pesimisme, melainkan harapan. Karena sejarah hijrah menunjukkan: kebangkitan Islam tidak selalu datang dari jumlah yang besar, tapi dari keberanian moral dan kemurnian tujuan.
Rasulullah SAW bersabda:
«يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، الصَّابِرُ فِيهِ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ»
Artinya: "Akan datang masa kepada manusia di mana orang yang sabar dalam agamanya seperti menggenggam bara api." (HR. Tirmidzi)
Maka, apa peran kita dalam masa depan dunia Islam?
Pertama, menjadi pribadi Muslim yang berilmu dan berakhlak. Kedua, mengokohkan ukhuwah Islamiyah di tengah perpecahan. Ketiga, membangun generasi yang tidak hanya saleh, tetapi juga cerdas, berdaya saing, dan siap memimpin.
Inilah bentuk takwa yang aplikatif. Takwa bukan sekadar takut kepada Allah, tetapi sadar akan tanggung jawab peradaban. Dan setiap dari kita, baik pemimpin, orang tua, pelajar, pengusaha, ulama, ataupun rakyat biasa, punya kontribusi dalam membangun masa depan Islam yang bermartabat.
اللهم اجعل هذا الشهر بداية خير لأمتنا، واجعلنا فيه من الصادقين المخلصين، ومن الذين يسعون في الأرض إصلاحًا لا فسادًا.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله الذي جعل في كل زمان فرصًا للطاعة والتوبة، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صلّ وسلم وبارك عليه، وعلى آله وصحبه ومن سار على نهجه إلى يوم الدين.
Amma ba'du.
أوصيكم ونفسي المقصّرة بتقوى الله، فإنها وصية الله للأولين والآخرين، قال تعالى: وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ
Jamaah yang dirahmati Allah.
Kita hidup di zaman penuh dinamika dan disrupsi. Namun kita tak boleh kehilangan harapan. Sebab umat yang memegang teguh nilai Islam tidak akan hancur, meski diserang dari luar. Yang menjadi ancaman justru jika karakter umat itu sendiri mulai longgar, tercerai, dan kehilangan arah.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Muharram sebagai Momen Mengupgrade Akhlak dan Hati
Karena itu, mari jadikan bulan Muharram dan tahun baru Hijriyah ini sebagai awal kebangkitan baru. Kebangkitan dari malas menjadi semangat, dari konflik menjadi persatuan, dari stagnasi menjadi inovasi. Kita butuh Muslim baru dengan mental hijrah: tidak takut berubah, dan siap meninggalkan zona nyaman menuju tantangan yang lebih bermakna.
Allah SWT berfirman dalam Surah Muhammad ayat 7:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Jadilah bagian dari umat yang membangun, bukan merusak. Menyatukan, bukan memecah. Mencerahkan, bukan memanaskan. Masa depan Islam ada di tangan kita semua. Mari awali tahun ini dengan tekad bertakwa dan berkontribusi nyata.
اللهم أصلح حال أمتنا، واجعلنا هداةً مهتدين، لا ضالين ولا مضلين، اللهم اجعل لنا من أمرنا رشدًا، وانصر إخواننا المستضعفين في كل مكان.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكّرون.
فاذكروا الله يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
Semoga khutbah ini membuka kesadaran kita bahwa Muharram bukan hanya tentang sejarah, tetapi tentang arah. Tentang masa depan umat yang harus kita jaga dan bangun bersama. Sambutlah tahun baru ini dengan semangat baru: bertakwa, bersatu, dan berdaya dalam menghadapi tantangan zaman demi masa depan dunia Islam yang lebih cerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










