Akurat

Naskah Khutbah Jumat: Menyambut Tahun Baru Islam dengan Hati Riang Gembira

Fajar Rizky Ramadhan | 20 Juni 2025, 08:08 WIB
Naskah Khutbah Jumat: Menyambut Tahun Baru Islam dengan Hati Riang Gembira

AKURAT.CO Berikut naskah khutbah Jumat tentang Muharram dan menyambut bulan Muharram.

Khutbah Pertama

الحمد لله الذي جعل الليل والنهار خلفةً لمن أراد أن يذّكر أو أراد شكورًا، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير، وأشهد أن محمدًا عبدُه ورسولُه، اللهم صلّ وسلّم على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

Amma ba'du.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Kita mengawali khutbah ini dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, karena hanya dengan rahmat dan karunia-Nya kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara, melangkah ke masjid, dan bersama-sama mengisi hari Jumat yang mulia ini dengan ibadah. Hari ini juga menjadi momen penting karena kita sedang berada di ambang pergantian tahun Hijriyah, menyambut datangnya 1 Muharram 1447 H.

Peristiwa ini bukan sekadar perubahan angka tahun, melainkan momen kontemplasi dan refleksi. Tahun Baru Islam adalah bagian dari sejarah peradaban umat. Ia dimulai dari hijrah Rasulullah SAW, bukan dari kelahirannya, bukan pula dari turunnya wahyu pertama, melainkan dari peristiwa hijrah — sebuah peristiwa monumental yang menjadi simbol transformasi dan pembebasan.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 20:

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ ۚ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Artinya: "Orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."

Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tapi juga berpindah sikap. Dari ragu menjadi yakin. Dari maksiat menuju taat. Dari gelap menuju terang. Maka menyambut tahun baru Hijriyah seharusnya bukan dengan kesedihan atau hura-hura, tetapi dengan hati yang riang dan gembira—karena kita memiliki harapan baru, kesempatan memperbaiki diri, serta membuka lembaran amal yang lebih baik.

Dalam suasana ini, mari kita renungi sabda Nabi Muhammad SAW:

«مَنْ حَسُنَتْ سَرِيرَتُهُ، حَسُنَتْ عَلَانِيَتُهُ، وَمَنْ أَحْسَنَ فِي مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ، كَفَاهُ اللَّهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّاسِ»

Artinya: "Barangsiapa yang baik batinnya, maka akan baik pula lahirnya. Dan barangsiapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan mencukupinya dalam urusan dengan manusia." (HR. Hakim)

Baca Juga: Aksi March to Gaza di Kedubes Mesir Desak Pembukaan Pintu Rafah

Mari kita sambut Tahun Baru Islam dengan semangat baru. Tanamkan keinginan memperbaiki diri. Isi tahun ini dengan cita-cita mulia: menjadi lebih jujur, lebih sabar, lebih disiplin, dan lebih bersemangat dalam beribadah. Ingatlah bahwa waktu tidak pernah menunggu. Ia terus bergulir, dan kita harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Rasulullah SAW bersabda:

«نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ»

Artinya: "Dua nikmat yang banyak manusia tertipu olehnya: kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari)

Maka janganlah tahun ini berlalu sia-sia. Sambutlah dengan hati yang bahagia, bukan hanya karena kita masih hidup, tetapi karena kita diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik. Optimisme dan kebahagiaan adalah energi spiritual yang membuat amal menjadi ringan, hati menjadi lapang, dan hidup menjadi lebih penuh makna.

Jamaah yang dimuliakan Allah.

Mari jadikan momentum Tahun Baru Hijriyah sebagai titik tolak perubahan. Bukan dengan pesta, tetapi dengan perenungan. Bukan dengan keluhan, tetapi dengan harapan. Bukan dengan kebingungan, tetapi dengan kesadaran dan visi yang terang.

اللهم بارك لنا في أعمارنا، واغفر ذنوبنا، واجعل عامنا هذا عام خير وفلاح، وهداية ونجاح، إنك على كل شيء قدير.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه، كما يحب ربنا ويرضى، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

Amma ba'du.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Di khutbah kedua ini, marilah kita teruskan seruan kebaikan dan ajakan memperbaiki diri dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah. Mari kita kuatkan niat untuk hijrah secara pribadi dari sifat-sifat buruk menuju akhlak yang lebih mulia. Dari kegagalan lalu menuju usaha yang lebih sungguh-sungguh. Dari keputusasaan menuju harapan yang kuat.

Baca Juga: Kapan Malam 1 Suro 2025 yang Juga Bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H? Cek Tanggalnya di Sini!

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَالْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Ayat ini menyuruh kita untuk evaluasi diri, intropeksi, dan mempersiapkan masa depan bukan hanya untuk dunia, tetapi juga akhirat. Inilah makna terdalam dari hijrah spiritual: menyambut masa depan dengan kesiapan iman dan amal.

Semoga Allah memberkahi tahun baru ini bagi kita semua. Semoga langkah kita ke depan lebih terarah, amal kita diterima, dan hati kita dipenuhi rasa syukur dan gembira.

اللهم اجعل هذا العام عام خير وبركة، وأمن وإيمان، وسلامة وإسلام، لنا ولجميع المسلمين.

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكّرون.

فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

Khutbah ini ditujukan untuk menyadarkan kita bahwa tahun baru Hijriyah bukan hanya perayaan simbolik, melainkan momentum transformatif. Semoga kita bisa menyambutnya dengan hati yang riang gembira karena dipenuhi harapan, semangat memperbaiki diri, dan niat untuk lebih dekat kepada Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.