Hadits Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura, Amalan Sunnah yang Keutamaannya Luar Biasa

AKURAT.CO Puasa Tasu’a dan Asyura merupakan bagian dari amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam, khususnya di bulan Muharram. Kedua puasa ini tidak hanya terkait dengan sejarah umat terdahulu, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang tinggi, sebagaimana ditegaskan dalam banyak hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dalam sejarahnya, Rasulullah mendapati kaum Yahudi di Madinah berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai ungkapan syukur atas keselamatan Nabi Musa ‘alaihis salam dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Melihat hal ini, Rasulullah pun bersabda:
أَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْهُمْ، فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya: “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada mereka.” Maka beliau pun berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umat Islam untuk berpuasa.”
Selain itu, Rasulullah menyebutkan keutamaan besar yang terkandung dalam puasa Asyura. Dalam sebuah hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Muslim, beliau bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
(HR. Muslim)
Artinya: “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”
Baca Juga: Jadwal, Niat, dan Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura 2025
Keutamaan ini menunjukkan betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi hamba-Nya yang berpuasa dengan penuh keikhlasan pada hari tersebut. Tidak ada ibadah sunah lain yang secara eksplisit disebutkan dapat menghapus dosa setahun sebelumnya, kecuali puasa Asyura.
Namun Rasulullah juga mengajarkan kepada umatnya untuk tidak menyerupai kaum Yahudi. Oleh karena itu, beliau menganjurkan untuk menambahkan satu hari puasa sebelumnya, yaitu tanggal 9 Muharram, yang dikenal dengan nama puasa Tasu’a. Hal ini berdasarkan sabda beliau:
لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
(HR. Muslim)
Artinya: “Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu’a).”
Sayangnya, Rasulullah wafat sebelum sempat melaksanakan puasa Tasu’a di tahun berikutnya. Namun anjuran beliau tetap berlaku dan diamalkan oleh para sahabat serta diteruskan oleh generasi umat Islam hingga kini.
Dari sini kita dapat melihat bahwa puasa Tasu’a dan Asyura bukan sekadar puasa sunah biasa. Ia adalah ibadah yang memiliki dimensi sejarah, spiritual, dan sosial. Puasa ini mengajarkan umat Islam tentang rasa syukur atas nikmat keselamatan, sekaligus menanamkan semangat untuk berbeda dari kebiasaan umat terdahulu dengan cara yang lebih baik.
Dengan niat yang ikhlas, umat Islam yang melaksanakan puasa Tasu’a dan Asyura bukan hanya mendapatkan pahala sunah, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah dengan memperingati peristiwa besar dalam sejarah kenabian.
Baca Juga: Link Resmi Cek Penerima BSU Juli 2025, Cek Sekarang!
Maka, di bulan Muharram 1447 H yang bertepatan dengan tahun 2025, mari manfaatkan kesempatan ini. Laksanakan puasa Tasu’a pada tanggal 5 Juli 2025 dan puasa Asyura pada tanggal 6 Juli 2025.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, menghapus dosa-dosa yang telah lalu, dan memberikan keberkahan di tahun baru Hijriyah ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










