Akurat

Jadwal, Niat, dan Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura 2025

Fajar Rizky Ramadhan | 5 Juli 2025, 17:53 WIB
Jadwal, Niat, dan Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura 2025

AKURAT.CO Puasa Tasu’a dan Asyura merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Kedua puasa ini memiliki kedudukan istimewa dalam syariat, bukan hanya karena waktunya yang bertepatan dengan bulan Muharram, salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah, tetapi juga karena peristiwa sejarah besar yang terkait dengannya.

Pada tahun 2025, umat Islam kembali berkesempatan untuk menunaikan puasa ini sebagai bagian dari amal kebaikan di awal tahun Hijriyah. Berikut penjelasan ilmiah dan lengkap mengenai jadwal, niat, serta keutamaannya.

Jadwal Puasa Tasu’a dan Asyura 2025

Berdasarkan kalender Hijriyah 1447 H, yang dihitung melalui metode hisab oleh lembaga resmi seperti Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal-tanggal penting untuk puasa Tasu’a dan Asyura pada tahun 2025 adalah sebagai berikut:

  • Puasa Tasu’a: Sabtu, 5 Juli 2025 (9 Muharram 1447 H)

  • Puasa Asyura: Minggu, 6 Juli 2025 (10 Muharram 1447 H)

Sebagian ulama juga menganjurkan untuk menambahkan puasa sehari sesudahnya, yaitu tanggal 11 Muharram, atau sebelumnya pada tanggal 8 Muharram, untuk lebih menyempurnakan pelaksanaan puasa dan membedakan diri dari praktik kaum Yahudi. Namun, inti yang utama tetap pada dua tanggal tersebut.

Baca Juga: Bolehkah Umat Muslim Hanya Menjalankan Puasa Asyura Tanpa Tasua?

Niat Puasa Tasu’a dan Asyura

Niat puasa Tasu’a dan Asyura bisa dilakukan di malam hari atau sebelum terbit fajar. Karena hukumnya sunah, niatnya cukup di dalam hati, tidak wajib dilafalkan secara lisan, meskipun boleh dilafalkan untuk membantu hati lebih mantap.

Niatnya bisa dalam bentuk berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: "Saya niat puasa Tasu’a sunnah karena Allah Ta’ala."

Untuk Asyura:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: "Saya niat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala."

Jika seseorang ingin menambahkan niat lain seperti qadha Ramadhan atau puasa nazar, maka yang wajib tetap diniatkan sebagai yang utama, dan niat puasa sunah sebagai penyerta.

Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura

Keutamaan puasa ini ditegaskan dalam banyak hadis sahih. Di antaranya adalah hadis dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda tentang puasa Asyura:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

(HR. Muslim)

Artinya: "Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu."

Keutamaan ini menunjukkan bahwa puasa Asyura adalah amalan yang luar biasa, karena Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Sedangkan puasa Tasu’a dianjurkan untuk membedakan diri dari kaum Yahudi yang juga berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah bersabda:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

(HR. Muslim)

Artinya: "Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa juga pada hari kesembilan (Tasu’a)."

Baca Juga: 3 Alasan Islam Mengharamkan Sound Horeg: Mengganggu, Simbol Fasik, dan Picu Kemaksiatan

Selain penghapusan dosa, puasa di bulan Muharram secara umum merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, sebagaimana sabda Nabi:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ المُحَرَّمُ

(HR. Muslim)

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram."

Puasa Tasu’a dan Asyura adalah amalan yang memiliki dimensi historis dan spiritual. Dari sisi sejarah, ia menjadi peringatan akan diselamatkannya Nabi Musa ‘alaihis salam dan Bani Israil dari kezaliman Fir’aun.

Dari sisi spiritual, ia menjadi momen untuk menghapus dosa-dosa yang lalu dan memulai tahun baru Hijriyah dengan ibadah dan ketakwaan.

Pada tahun 2025, mari kita manfaatkan tanggal 5 dan 6Juli sebagai momentum memperbanyak amal saleh. Semoga puasa kita diterima Allah dan menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.