Sungai Eufrat Keluarkan Emas Jadi Tanda Kiamat, Sejalankah dengan Al-Qur'an?

AKURAT.CO Isu tentang Sungai Eufrat yang suatu hari akan mengering dan mengeluarkan harta karun berupa emas bukan sekadar teori konspirasi atau fiksi apokaliptik. Dalam literatur Islam, peristiwa ini justru memiliki akar kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang sahih.
Namun, persoalan yang patut dikaji lebih dalam adalah apakah ramalan ini juga mendapat legitimasi atau isyarat dalam Al-Qur’an? Sejauh mana kebenarannya jika ditinjau dari sumber utama Islam tersebut?
Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim memang menyebutkan bahwa menjelang hari kiamat, Sungai Eufrat akan menyusut dan menampakkan gunung emas, lalu manusia akan berperang karena berebut harta itu. Nabi bersabda:
يُوشِكُ الْفُرَاتُ أَنْ يَحْسِرَ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَمَنْ حَضَرَهُ فَلَا يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا
“Segera sungai Eufrat akan surut dan menyingkapkan gunung emas. Maka siapa pun yang hadir di sana jangan mengambil apapun darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan dua hal penting: peristiwa ini adalah tanda dari dekatnya hari kiamat dan adanya larangan mengambil emas tersebut. Dalam konteks ini, larangan mengambil emas bisa dimaknai sebagai peringatan akan fitnah harta yang mampu menjerumuskan manusia pada konflik, keserakahan, dan bahkan pertumpahan darah. Sebuah simbol keruntuhan nilai kemanusiaan di akhir zaman.
Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2025 Sesuai Kalender Hijriah
Namun jika kita menilik Al-Qur'an, tidak ditemukan pernyataan eksplisit tentang Sungai Eufrat ataupun tentang gunung emas yang akan muncul darinya. Al-Qur’an memang menyampaikan berbagai tanda kiamat, mulai dari kehancuran alam semesta hingga keluarnya makhluk Dajjal atau Ya'juj dan Ma'juj. Tapi narasi tentang Sungai Eufrat tidak disebut secara langsung dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
Meski demikian, bukan berarti hadis tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an. Sebab, hadis sahih adalah bagian dari sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an. Dalam hal ini, hadis berfungsi sebagai penjelas (bayān) terhadap apa yang tidak dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an.
Bahkan dalam Al-Qur’an sendiri ditegaskan bahwa sebagian rahasia kiamat memang tidak diberikan semuanya secara gamblang. Allah berfirman:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا * قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي
“Mereka bertanya kepadamu tentang kiamat: ‘Kapan terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku…’” (QS. Al-A’raf: 187)
Dengan demikian, apa yang dikabarkan Nabi tentang Sungai Eufrat adalah bagian dari ilmu yang Allah berikan kepada beliau, sebagai Rasul yang mendapat wahyu dan kabar dari langit. Maka keberadaan hadis itu tidak bisa dianggap bertentangan, melainkan melengkapi pemahaman umat terhadap tanda-tanda akhir zaman.
Dalam menghadapi berita seperti ini, umat Islam hendaknya tidak terjebak pada sikap sensasional atau spekulatif, apalagi menjadikannya dalih untuk meramalkan waktu kiamat.
Justru pesan utamanya adalah kesiapan diri menghadapi datangnya hari itu, dengan memperbaiki amal dan memperkuat keimanan. Hadis-hadis tentang kiamat bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menyadarkan manusia akan kefanaan dunia dan pentingnya kembali kepada jalan yang lurus.
Baca Juga: Menggunakan TikTok untuk Konten Joget-joget, Apa Hukumnya Menurut Islam?
Pada akhirnya, narasi tentang Sungai Eufrat yang mengeluarkan emas hendaknya dipahami sebagai simbol ujian besar bagi manusia. Ia bukan hanya pertanda fisik, tetapi cerminan betapa harta bisa menjadi penyebab fitnah dan kerusakan jika manusia tidak memiliki kendali iman. Maka, yang lebih penting bukanlah kapan gunung emas itu muncul, melainkan bagaimana kita bersikap jika ujian itu benar-benar terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








