Kewajiban Memuliakan Guru dalam Islam, Bukan Menganggap sebagai Beban Negara!

AKURAT.CO Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut guru sebagai beban negara telah memicu kontroversi dan kekecewaan luas, terutama di kalangan tenaga pendidik.
Bagaimana mungkin profesi mulia yang melahirkan generasi cerdas justru dilabeli sebagai beban negara?
Jika ditinjau dari perspektif Islam, guru memiliki kedudukan sangat tinggi dan terhormat. Mereka bukan sekadar pekerja, melainkan pewaris tugas para nabi yang menuntun manusia menuju ilmu, akhlak, dan cahaya kehidupan.
Dalam khazanah Islam, guru dipandang sebagai sosok yang wajib dimuliakan. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku diutus sebagai seorang guru.” (HR. Ibnu Majah).
Hadis ini menunjukkan bahwa misi kenabian erat kaitannya dengan pengajaran, pendidikan, dan pemberian teladan.
Menghina atau merendahkan kedudukan guru berarti mengabaikan salah satu pilar utama keberlangsungan ilmu dan peradaban.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Ini Nasib Negara Jika Tanpa Guru Menurut Islam
Imam Al-Ghazali bahkan menegaskan, menghormati guru adalah bagian dari adab menuntut ilmu yang tidak boleh ditinggalkan.
Jika suatu negara menyepelekan guru, maka yang hilang bukan hanya kesejahteraan mereka, melainkan masa depan bangsa itu sendiri.
Tanpa guru, siapa yang akan melahirkan dokter, insinyur, pemimpin, ulama, atau bahkan pejabat negara?
Ungkapan bahwa guru adalah beban negara sungguh keliru, karena justru melalui guru negara bisa bebas dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan.
Maka, dalam pandangan Islam, kewajiban pemerintah dan masyarakat adalah memuliakan guru, memberi penghargaan yang layak, serta mendoakan mereka agar selalu diberi kekuatan dan keikhlasan.
Baca Juga: Menkum Bantah Lagu Nasional dan Indonesia Raya Kena Royalti
Doa yang baik untuk guru adalah doa bagi bangsa itu sendiri. Sebab, majunya sebuah negara tidak mungkin lahir dari rakyat yang buta ilmu, melainkan dari generasi yang ditempa oleh guru penuh dedikasi.
Karenanya, sudah sepatutnya kita menegaskan: guru bukan beban negara, tetapi justru pondasi yang membuat negara berdiri kokoh dan bermartabat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









