Akurat

Sejarah Bendera Hitam di Masa Rasulullah SAW, Sama dengan Bendera One Piece?

Fajar Rizky Ramadhan | 12 Agustus 2025, 10:30 WIB
Sejarah Bendera Hitam di Masa Rasulullah SAW, Sama dengan Bendera One Piece?

AKURAT.CO Bendera hitam sering diasosiasikan dengan berbagai kelompok modern, bahkan di budaya pop seperti One Piece yang identik dengan bendera bajak laut bergambar tengkorak.

Namun, sebelum semua itu, sejarah Islam mencatat bahwa Rasulullah SAW sendiri memiliki bendera hitam, dan maknanya sangat berbeda dari yang sering diasosiasikan orang sekarang.

Bendera Hitam Rasulullah SAW

Dalam riwayat yang dikeluarkan Imam Tirmidzi disebutkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَتْ رَايَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوْدَاءَ، وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ

"Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Bendera (rayah) Nabi SAW berwarna hitam, sedangkan panjinya (liwa) berwarna putih."

Bendera hitam ini dalam istilah Arab disebut ar-Rayah, yang biasanya digunakan saat peperangan. Sementara al-Liwa berwarna putih, digunakan sebagai tanda kepemimpinan pasukan.

Baca Juga: KDM Tegaskan Islam Harus Melekat pada Perilaku dan Sistem Sosial, Bukan Sekadar Simbol

Fungsi dan Makna

Bendera hitam Rasulullah SAW bukan simbol kekerasan semata, tetapi identitas kolektif umat Islam saat itu. Dalam peperangan, ia menjadi tanda arah pasukan, pusat komando, sekaligus lambang kebersamaan.

Kehilangannya di medan perang sering diartikan sebagai tanda kekalahan, sehingga para sahabat rela mengorbankan nyawa untuk mempertahankannya.

Makna ini berbeda jauh dengan bendera bajak laut yang biasanya membawa pesan ancaman, perampokan, dan pembangkangan. Rayah Rasulullah SAW justru melambangkan keteraturan, ketaatan, dan misi yang jelas: menegakkan kebenaran.

Bentuk dan Deskripsi

Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa bendera hitam Rasulullah SAW berbentuk persegi panjang dan polos, tanpa tulisan. Ada riwayat lain yang menyebutkan adanya tulisan "لا إله إلا الله محمد رسول الله" (Laa ilaaha illallaah Muhammadur rasuulullaah), namun sebagian ahli hadis menganggapnya lemah atau baru muncul pada masa setelah Nabi SAW.

Jika dibandingkan, bendera hitam bajak laut One Piece memiliki ikon tengkorak yang secara simbolis melambangkan kematian dan perampasan, sedangkan rayah Rasulullah SAW adalah lambang hidupnya misi dakwah dan kemenangan moral.

Perspektif Ilmiah

Dalam antropologi simbol, warna hitam di banyak budaya memiliki makna kekuatan, kewibawaan, dan keteguhan. Dalam konteks Arab abad ke-7, warna hitam juga dikaitkan dengan keberanian menghadapi lawan. Itulah sebabnya rayah Rasulullah SAW berwarna hitam—sebagai simbol kekuatan moral dan fisik umat Islam di medan tempur.

Penggunaan bendera ini juga menjadi bagian dari sunnah strategi perang Nabi SAW, di mana tanda visual menjadi kunci koordinasi pasukan di tengah medan yang kacau.

Baca Juga: Negara Islam Ini Terancam Kiamat Air pada 2030, Dapat Memicu Eksodus Massal

Bendera hitam Rasulullah SAW adalah simbol sejarah yang sarat makna, jauh dari kesan “bajak laut” seperti di One Piece. Ia melambangkan kekuatan, kesatuan, dan kepemimpinan dalam perjuangan menegakkan kebenaran.

Menyamakan bendera ini dengan bendera bajak laut hanyalah kebetulan visual semata—warna hitamnya sama, tetapi nilai, fungsi, dan misinya sangat berbeda. Rasulullah SAW menjadikannya lambang kejayaan, bukan ancaman tanpa arah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.