Puasa Dzulhijjah Sebelum Idul Adha Kapan Saja? Cek Secara Akurat di Sini!

AKURAT.CO Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah bukan sekadar awal dari bulan haji, tetapi juga merupakan momen emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan.
Di fase inilah, Rasulullah SAW memberi penekanan yang luar biasa terhadap amal saleh. Dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda:
لاَ أَيَّامٌ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ
Artinya: "Tidak ada amal saleh yang lebih dicintai Allah dibanding amal yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah." (HR. Bukhari)
Para sahabat bahkan sempat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab: "Termasuk jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali membawa apa pun."
Momentum ini menjadi dasar kuat bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah yang bisa dilakukan sejak 1 hingga 9 Dzulhijjah. Tanggal 10 Dzulhijjah sendiri adalah Hari Raya Idul Adha, sehingga pada hari itu diharamkan untuk berpuasa.
Baca Juga: Niat Puasa Dzulhijjah Idul Adha: Panduan Ibadah yang Sarat Makna
Dalam kalender Hijriah 1446 H yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama RI, 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Maka, berikut ini adalah jadwal puasa sunnah Dzulhijjah secara lengkap:
-
Rabu, 28 Mei 2025 – 1 Dzulhijjah
-
Kamis, 29 Mei 2025 – 2 Dzulhijjah
-
Jumat, 30 Mei 2025 – 3 Dzulhijjah
-
Sabtu, 31 Mei 2025 – 4 Dzulhijjah
-
Minggu, 1 Juni 2025 – 5 Dzulhijjah
-
Senin, 2 Juni 2025 – 6 Dzulhijjah
-
Selasa, 3 Juni 2025 – 7 Dzulhijjah
-
Rabu, 4 Juni 2025 – 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah)
-
Kamis, 5 Juni 2025 – 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah)
Khusus dua hari terakhir, yaitu Tarwiyah dan Arafah, memiliki keutamaan besar. Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
Artinya: "Puasa hari Arafah menghapuskan dosa tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya." (HR. Muslim)
Lalu, bagaimana jika belum sempat berpuasa sejak awal Dzulhijjah?
Menurut ulama seperti Syekh Zakaria al-Anshari dalam Asna al-Mathalib, puasa sembilan hari Dzulhijjah hukumnya sunnah. Artinya, tidak diwajibkan untuk melaksanakannya secara penuh. Umat Islam bisa menyesuaikan dengan kemampuan dan kesempatan yang dimiliki.
Baca Juga: Jadwal dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2025
Yang terpenting adalah niat. Berikut ini bacaan niat puasa sunnah yang bisa dibaca sebelum fajar:
1. Niat Puasa Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُو الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Aku niat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta'ala.”
2. Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Aku niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta'ala.”
3. Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Aku niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala.”
Masih ada waktu untuk menyusul. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk meraih limpahan pahala yang dijanjikan. Karena bukan soal seberapa lama kamu berpuasa, tapi seberapa besar niatmu untuk menghidupkan sepuluh hari yang penuh berkah ini.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










