Setelah Idul Adha, Kapan Umat Islam Boleh Kembali Puasa Senin-Kamis?

AKURAT.CO Usai merayakan Idul Adha dan menyelesaikan hari-hari tasyrik, umat Islam dapat kembali menunaikan ibadah puasa sunnah seperti Senin-Kamis.
Namun, penting untuk memahami batasan-batasan waktu yang ditetapkan syariat terkait larangan berpuasa di hari-hari tertentu.
Idul Adha merupakan salah satu momen besar dalam Islam yang diisi dengan ibadah kurban. Pada hari ini, umat Islam dilarang berpuasa agar dapat menikmati hidangan kurban bersama keluarga dan masyarakat.
Setelah Idul Adha, tiga hari berikutnya dikenal sebagai hari tasyrik, yakni 11, 12, dan 13 Zulhijah. Dalam ajaran Islam, hari-hari ini juga diharamkan untuk berpuasa.
Mengutip buku Fikih Ibadah: Panduan Lengkap Beribadah Sesuai Sunnah Rasul karya Hasan Ayyub, puasa pada hari-hari tasyrik dianggap haram oleh mayoritas ulama, termasuk mazhab Syafi’i, pendapat shahih dari Imam Ahmad, serta pendapat Laits bin Sa'ad.
Sementara itu, mazhab Maliki menyatakan bahwa puasa pada hari kedua dan ketiga tasyrik juga haram bagi yang tidak berhaji, kecuali bagi yang bernazar, maka wajib ditunaikan.
Baca Juga: Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 2025? Ini Tanggal, Sejarah, Amalan dan Keutamaannya
Hari tasyrik sendiri memiliki makna historis, yakni berasal dari kebiasaan mengeringkan daging kurban di bawah sinar matahari. Dalam hadis riwayat An-Nasa’i, Rasulullah SAW bersabda:
"Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum." (HR An-Nasa’i)
Dengan berakhirnya hari tasyrik, umat Islam diperbolehkan kembali melaksanakan puasa. Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama RI, hari tasyrik tahun ini berakhir pada Senin, 9 Juni 2025, yang bertepatan dengan 13 Zulhijah. Maka, puasa sunnah seperti Senin-Kamis sudah boleh dilakukan mulai Selasa, 10 Juni 2025, atau 14 Zulhijah.
Ini menjadi waktu yang tepat untuk kembali memperbanyak amalan puasa, baik puasa sunnah seperti Senin-Kamis, puasa Daud, maupun qadha Ramadan bagi yang belum menunaikannya. Momentum ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Allah SWT usai perayaan Idul Adha.
Wallahu a’lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










