Akurat

Idul Adha 2025 Tanggal Berapa? Ini Sejarah Adanya Perayaan Idul Adha di Indonesia

Fajar Rizky Ramadhan | 15 Mei 2025, 10:00 WIB
Idul Adha 2025 Tanggal Berapa? Ini Sejarah Adanya Perayaan Idul Adha di Indonesia

AKURAT.CO Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, merupakan salah satu hari besar dalam kalender Islam yang memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.

Perayaan ini identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti kambing, sapi, atau unta, yang dagingnya dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat.

Namun, di balik perayaan yang tampak meriah dan penuh semangat gotong royong tersebut, tersimpan kisah sejarah yang panjang dan nilai-nilai luhur yang terus hidup dari masa ke masa.

Pada tahun 2025, Idul Adha diperkirakan jatuh pada hari Malam Jumat, 6 Juni. Penetapan ini masih bersifat perkiraan karena umat Islam menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan untuk menentukan tanggal 10 Zulhijjah secara resmi.

Di Indonesia, keputusan tersebut akan diumumkan oleh Kementerian Agama setelah sidang isbat yang biasanya dilaksanakan pada malam tanggal 9 Zulhijjah.

Sejarah Idul Adha sendiri berpangkal pada kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai bentuk ujian ketaatan kepada Allah. Dalam kisah itu, Nabi Ibrahim mendapat perintah lewat mimpi untuk menyembelih anaknya.Tanpa ragu, ia bersiap menjalankan perintah tersebut sebagai bentuk kepasrahan total kepada Tuhan.

Baca Juga: Sejarah Partai Persatuan Pembangunan, Diprakarsai oleh Sejumlah Ulama Besar

Namun, pada saat pelaksanaan, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba. Peristiwa ini kemudian menjadi simbol pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan mutlak kepada kehendak Ilahi.

Masuknya perayaan Idul Adha ke Indonesia tidak bisa dilepaskan dari penyebaran Islam yang berlangsung secara bertahap sejak abad ke-13. Ulama, pedagang, dan dai dari Timur Tengah dan Asia Selatan memainkan peran penting dalam memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat Nusantara.

Bersamaan dengan itu, ajaran-ajaran dasar Islam seperti salat, puasa, zakat, dan haji mulai dikenal, termasuk perayaan hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa Idul Adha telah dirayakan secara luas di Indonesia sejak masa kerajaan-kerajaan Islam seperti Kesultanan Demak dan Kesultanan Mataram.

Di masa itu, perayaan Idul Adha sering kali dirangkaikan dengan kegiatan keagamaan di masjid-masjid agung, pembacaan doa bersama, dan prosesi penyembelihan hewan kurban oleh para bangsawan atau ulama besar.

Seiring berjalannya waktu, Idul Adha menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya keislaman di Indonesia. Perayaan ini tidak hanya mengedepankan ibadah ritual, tetapi juga semangat berbagi, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama.

Pemerintah Indonesia, melalui regulasi yang ada, turut memfasilitasi pelaksanaan kurban secara tertib dan higienis, terutama di kota-kota besar.

Saat ini, perayaan Idul Adha di Indonesia berlangsung dengan nuansa kebersamaan yang khas. Umat Islam berbondong-bondong melaksanakan salat Id di lapangan atau masjid, kemudian menyaksikan prosesi penyembelihan kurban yang dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat setempat. Pembagian daging kurban menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat semangat gotong royong.

Baca Juga: Lebaran Idul Adha 2025 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Cek Jadwal dan Tanggal Libur di Sini

Dengan memahami sejarah dan makna Idul Adha, umat Islam di Indonesia diharapkan tidak hanya merayakan hari besar ini secara simbolik, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai pengorbanan, empati, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Tahun 2025 bisa menjadi momen reflektif untuk kembali meneladani sikap Nabi Ibrahim dalam menghadapi ujian dan membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap sesama.

Perayaan Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, tetapi perwujudan dari semangat kemanusiaan yang universal. Di tengah arus modernitas dan tantangan sosial yang terus berkembang, nilai-nilai luhur dari Idul Adha tetap relevan dan perlu terus ditanamkan dalam setiap generasi umat Islam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.