Akurat

Kata Kunci 'Video Viral Yandex Ru Yandex Browser' Kembali Trending, Islam Ingatkan untuk Konsumsi Video yang Mendidik

Fajar Rizky Ramadhan | 20 November 2024, 06:00 WIB
Kata Kunci 'Video Viral Yandex Ru Yandex Browser' Kembali Trending, Islam Ingatkan untuk Konsumsi Video yang Mendidik

AKURAT.CO Fenomena video viral terus menjadi sorotan di era digital saat ini, termasuk kata kunci seperti "video viral Yandex Ru Yandex Browser" yang sering menarik perhatian publik.

Namun, di balik popularitas pencarian ini, penting bagi kita untuk merenungkan dampaknya terhadap kehidupan spiritual dan moral kita sebagai seorang Muslim.

Islam mengajarkan bahwa konsumsi media, termasuk video, harus dilakukan secara bijak, bertujuan untuk mendidik, dan tidak melalaikan kewajiban kita kepada Allah SWT.

Al-Qur'an mengingatkan kita untuk menjaga pandangan dan perilaku dalam berinteraksi dengan hal-hal yang dapat memengaruhi hati. Dalam Surah An-Nur ayat 30-31, Allah SWT berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'"

Ayat ini mengingatkan umat Islam untuk menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak pantas. Video yang viral di internet sering kali mengandung konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, baik dari segi moralitas, estetika, maupun manfaatnya.

Oleh karena itu, menahan diri dari mengakses konten semacam ini adalah bagian dari menjaga hati dan pikiran agar tetap bersih.

Baca Juga: Kata Kunci 'yandex browser jepang yandex ru video' viral, Bolehkah Melihat Video Syur dalam Islam?

Selain menjaga pandangan, penting pula bagi kita untuk memastikan bahwa waktu yang kita habiskan di dunia maya digunakan untuk hal-hal yang mendatangkan manfaat. Rasulullah SAW bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

"Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menegaskan bahwa sebagai Muslim, kita dianjurkan untuk memilih aktivitas yang memberikan manfaat dunia dan akhirat. Menghabiskan waktu untuk menonton video yang tidak mendidik, bahkan cenderung merusak, adalah bentuk kelalaian yang dapat menjauhkan kita dari keberkahan.

Sebaliknya, Islam mendorong umatnya untuk mencari ilmu, termasuk melalui media yang tersedia. Konten video yang mendidik, seperti ceramah agama, tutorial keterampilan, atau pengetahuan umum, adalah bentuk pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan ajaran Islam. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah)

Hadis ini menggarisbawahi pentingnya menggunakan waktu dan teknologi untuk belajar dan berkembang. Dengan demikian, seorang Muslim dapat memanfaatkan teknologi seperti browser atau platform digital untuk hal-hal positif yang meningkatkan kualitas dirinya.

Baca Juga: Petugas Lapas Tanjung Raja Terlibat Rekam Video Napi, Positif Narkoba, Apa Respons Islam?

Kesimpulannya, fenomena video viral yang sering kali tidak mendidik mengingatkan kita untuk lebih selektif dalam mengonsumsi konten.

Islam memberikan pedoman yang jelas untuk menjaga pandangan, menghindari hal yang tidak bermanfaat, dan memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang positif.

Sebagai Muslim, marilah kita menjadikan teknologi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebaliknya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.