Akurat

Sejarah Masuknya Islam ke NTT, Lokasi Tanwir Muhammadiyah 2024

Fajar Rizky Ramadhan | 19 November 2024, 14:17 WIB
Sejarah Masuknya Islam ke NTT, Lokasi Tanwir Muhammadiyah 2024

AKURAT.CO Nusa Tenggara Timur (NTT), wilayah yang dikenal dengan keberagaman budaya dan agama, memiliki sejarah panjang dalam perjalanan masuknya Islam.

Meski mayoritas penduduknya menganut agama Kristen, Islam telah menjadi bagian dari identitas sosial dan budaya di daerah ini selama ratusan tahun.

Kehadiran Islam di NTT menunjukkan kekayaan sejarah dan interaksi lintas budaya yang terjadi sejak abad ke-15.

Awal Kedatangan Islam di NTT

Islam mulai masuk ke NTT melalui jalur perdagangan pada abad ke-15 hingga ke-16. Para pedagang dari Jawa, Sulawesi, dan Maluku berperan besar dalam menyebarkan agama Islam ke wilayah ini.

Wilayah pesisir seperti Pulau Solor dan Alor menjadi titik awal interaksi masyarakat lokal dengan agama Islam, yang dibawa oleh para saudagar Muslim.

Selain perdagangan, pengaruh kesultanan-kesultanan di Indonesia bagian timur, seperti Kesultanan Ternate dan Tidore, turut mempercepat proses islamisasi di NTT.

Wilayah-wilayah seperti Flores Timur menjadi tempat strategis dalam penyebaran Islam karena kedekatannya dengan Maluku.

Baca Juga: Tanwir Muhammadiyah 2024 Akan Digelar di Kupang NTT

Peran Para Penyebar Islam

Para mubalig atau ulama turut mengambil peran penting dalam menyebarkan Islam di NTT. Salah satu kelompok yang dikenal dalam sejarah ini adalah para imam dan ulama dari Sulawesi Selatan, khususnya Makassar dan Bugis.

Mereka memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat lokal melalui pendekatan budaya, seperti seni dan tradisi lokal.

Di Pulau Solor, misalnya, tradisi Islam menyatu dengan adat lokal, menciptakan harmoni yang masih terlihat hingga kini.

Tradisi Maulid Nabi dan ritual adat berbasis Islam menjadi bukti bagaimana agama ini diterima tanpa menghapus nilai-nilai kearifan lokal.

Perkembangan Islam di NTT

Pada abad ke-17, konflik antara Portugis, yang membawa misi Katolik, dan masyarakat lokal di Solor turut membentuk sejarah Islam di NTT.

Masyarakat Muslim bergabung dengan pihak-pihak yang menentang kolonialisasi Portugis, memperkuat solidaritas antarumat Islam di wilayah tersebut.

Meski pertumbuhannya tidak sepesat di wilayah lain di Indonesia, Islam terus berkembang di NTT melalui transmigrasi dan perkawinan campur.

Saat ini, komunitas Muslim tersebar di beberapa kabupaten, seperti Kupang, Alor, Flores Timur, dan Sumba.

Tanwir Muhammadiyah 2024 di NTT

Pada tahun 2024, NTT menjadi lokasi penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah, salah satu forum penting dalam organisasi Muhammadiyah.

Asumsinya, pemilihan NTT sebagai lokasi acara ini tidak hanya menjadi pengakuan atas keberadaan umat Islam di wilayah ini, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antarumat beragama di NTT.

Baca Juga: Tanwir Muhammadiyah 2024 di Kupang Akan Bahas Kemakmuran untuk Semua

Tanwir ini diharapkan dapat mengangkat potensi dan isu-isu strategis terkait pembangunan umat di daerah minoritas Muslim.

Kehadiran Muhammadiyah melalui program-program pendidikan, sosial, dan kesehatan juga menunjukkan kontribusi nyata organisasi ini terhadap masyarakat NTT secara luas.

Sejarah masuknya Islam ke NTT adalah cerminan interaksi budaya, agama, dan ekonomi yang dinamis. Islam hadir di NTT bukan hanya sebagai agama, tetapi juga sebagai bagian dari identitas sosial yang menghargai pluralitas.

Melalui forum Tanwir Muhammadiyah 2024, semangat toleransi dan kebersamaan diharapkan semakin diperkuat, menjadikan NTT sebagai simbol harmoni dalam keberagaman.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa sejarah Islam di NTT adalah bagian penting dari perjalanan panjang Islam di Nusantara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.