Akurat

Sejarah Berdirinya Muhammadiyah, Ormas Islam yang Akan Laksanakan Tanwir pada 4-6 Desember 2024 di Kupang, NTT

Fajar Rizky Ramadhan | 19 November 2024, 15:53 WIB
Sejarah Berdirinya Muhammadiyah, Ormas Islam yang Akan Laksanakan Tanwir pada 4-6 Desember 2024 di Kupang, NTT

AKURAT.CO Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang telah berkontribusi signifikan dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kesehatan sejak berdirinya. Organisasi ini didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 18 November 1912.

Pendirian Muhammadiyah dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memperbarui pemahaman Islam yang dianggap telah bercampur dengan tradisi lokal yang tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Hadis.

Awal Mula Berdirinya Muhammadiyah

K.H. Ahmad Dahlan, seorang ulama yang terinspirasi oleh gerakan pembaruan Islam di Timur Tengah seperti yang digagas oleh Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Afghani, mendirikan Muhammadiyah sebagai wadah dakwah Islam yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Tujuan utama Muhammadiyah adalah memurnikan ajaran Islam dari praktik-praktik bid'ah serta memperkuat fondasi umat Islam melalui pendidikan modern.

Muhammadiyah memulai kiprahnya dengan mendirikan sekolah-sekolah Islam modern yang menggabungkan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan umum.

Baca Juga: Kapan Istilah Tanwir Pertamakali Digunakan Muhammadiyah?

Hal ini merupakan inovasi pada masa itu, karena kebanyakan lembaga pendidikan Islam tradisional lebih menekankan pada pengajaran agama saja.

Visi dan Misi Muhammadiyah

Sejak awal, Muhammadiyah berkomitmen untuk menjalankan dakwah amar ma'ruf nahi munkar secara inklusif, modern, dan terorganisasi. Misinya mencakup:

  1. Memperjuangkan pendidikan Islam yang progresif.
  2. Menyediakan layanan sosial dan kesehatan untuk masyarakat.
  3. Memberdayakan umat Islam agar mampu bersaing secara intelektual dan ekonomi.

Perkembangan Muhammadiyah

Dalam perjalanannya, Muhammadiyah berkembang pesat hingga memiliki cabang-cabang di seluruh Indonesia. Organisasi ini mendirikan berbagai institusi penting, seperti:

  • Pendidikan: Ribuan sekolah, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Malang.
  • Kesehatan: Rumah sakit dan klinik di berbagai daerah.
  • Sosial: Panti asuhan, rumah lansia, dan program pemberdayaan masyarakat.

Muhammadiyah juga aktif dalam memperjuangkan keadilan sosial dan mendukung pemerintahan yang demokratis.

Tanwir Muhammadiyah di Kupang, 4-6 Desember 2024

Pada 2024, Muhammadiyah akan melaksanakan Tanwir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 4-6 Desember. Tanwir adalah forum tertinggi kedua dalam struktur organisasi Muhammadiyah setelah Muktamar.

Forum ini menjadi ajang untuk mengevaluasi dan merumuskan kebijakan strategis organisasi dalam menghadapi tantangan umat dan bangsa.

Pemilihan Kupang sebagai lokasi Tanwir memiliki makna penting. Sebagai wilayah dengan mayoritas non-Muslim, NTT mencerminkan semangat inklusivitas Muhammadiyah dalam membangun dialog lintas agama dan kebangsaan. Acara ini juga diharapkan dapat memperkuat dakwah Muhammadiyah di kawasan timur Indonesia.

Warisan dan Kontribusi Muhammadiyah

Hingga saat ini, Muhammadiyah tetap konsisten pada visinya untuk menjadi gerakan Islam yang berkemajuan.

Baca Juga: Sejarah dan Perbedaan Muktamar dan Tanwir Muhammadiyah

Dengan semangat dakwah yang inklusif, Muhammadiyah tidak hanya menjadi inspirasi bagi umat Islam di Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa agama dapat menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan sosial yang positif.

Tanwir di Kupang adalah momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi ini sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk masa depan.

Muhammadiyah terus berkomitmen memperkuat perannya dalam menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.