Akurat

Abdul Mu’ti: NU dan Muhammadiyah seperti Dua Sayap Garuda Penopang NKRI

Fajar Rizky Ramadhan | 5 November 2025, 14:13 WIB
Abdul Mu’ti: NU dan Muhammadiyah seperti Dua Sayap Garuda Penopang NKRI

AKURAT.CO Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya peran dua ormas Islam terbesar di Indonesia—Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU)—dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan kuliah umum di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, pada Sabtu (26/10/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh canda itu, Abdul Mu’ti berbagi pengalaman pribadinya sebagai mantan siswa di lembaga pendidikan NU hingga jenjang pendidikan tinggi yang ia tempuh di Australia.

Ia mengisahkan perjalanan hidupnya untuk memotivasi para santri agar memiliki semangat dan kepercayaan diri tinggi dalam meraih cita-cita.

“Semua anak bangsa punya kesempatan yang sama untuk mencapai cita-cita. Termasuk para santri, jika punya semangat dan daya juang, bisa juga menjadi menteri,” ujarnya disambut tepuk tangan para santri.

Baca Juga: Hukum Main Padel dalam Islam, Apakah Sesuai dengan Syariat Islam?

Lebih jauh, Abdul Mu’ti menyebut hubungan Muhammadiyah dan NU sangat penting bagi kehidupan berbangsa. Ia mengibaratkan keduanya sebagai dua sayap Burung Garuda yang menjadi simbol kekuatan NKRI.

“Saya sering menyebut NU dan Muhammadiyah itu seperti dua sayap burung Garuda. Kalau sayap itu patah, maka Garuda tidak bisa terbang. Sehingga Garuda bisa terbang tinggi kalau dua sayap Garuda – NU dan Muhammadiyah – itu kompak,” tegasnya.

Menurutnya, harmonisasi antara Muhammadiyah dan NU tidak berarti harus melebur menjadi satu organisasi. Keduanya memiliki peran strategis masing-masing, namun tetap saling mendukung dan bekerja sama dalam spirit ta’awun untuk kemajuan bangsa.

“Kedua organisasi ini tidak perlu dilebur. Masing-masing punya peran dan keunggulan. Yang penting adalah kerja sama untuk kejayaan bangsa,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara dua ormas ini sudah lama terjalin. Banyak kader NU yang menempuh pendidikan di lembaga Muhammadiyah, dan sebaliknya. Hal itu menjadi bukti bahwa semangat ukhuwah Islamiyah tetap hidup dalam perbedaan.

“Persatuan Islam, terutama di antara dua kelompok moderat ini, perlu terus kita perkuat dan bangun bersama,” katanya.

Abdul Mu’ti juga mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan kontribusi besar Muhammadiyah dan NU dalam perjuangan bangsa. Tokoh-tokoh dari kedua organisasi ini berperan penting dalam perumusan dasar negara dan pembentukan NKRI. Karena itu, generasi muda saat ini, terutama para santri, memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan warisan persaudaraan tersebut.

Baca Juga: Demokrat: Setiap Menteri Punya Gaya Komunikasi Masing-masing, Biar Rakyat yang Menilai

“Sebagai generasi penerus, kita harus menjaga harmoni yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa. Muhammadiyah dan NU adalah pilar moral dan spiritual bangsa ini,” tutupnya.

Dengan semangat kolaborasi dan moderasi, Abdul Mu’ti berharap NU dan Muhammadiyah terus menjadi kekuatan moral bangsa, menjaga persatuan, dan menegakkan nilai-nilai Islam berkemajuan demi Indonesia yang damai dan berkeadilan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.