Muslimverse dan Nasaruddin Umar Office Teken MoU: Sinergi Teknologi dan Syiar Islam

AKURAT.CO Di tengah era transformasi digital, semangat syiar Islam pun mulai bergerak seiring perkembangan teknologi. Hal ini tampak nyata dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Muslimverse, sebuah platform aplikasi digital berbasis ekosistem Muslim, dengan Nasaruddin Umar Office (NUO), yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (21/7/2025).
Penandatanganan dilakukan oleh Sandiaga Salahuddin Uno, pendiri Muslimverse, bersama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI sekaligus pendiri NUO. Keduanya menyampaikan optimisme bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mendorong syiar Islam yang inklusif dan adaptif terhadap zaman.
Dalam sambutannya, Sandiaga mengatakan bahwa tantangan dakwah hari ini adalah bagaimana menjangkau umat, khususnya generasi muda, di ruang-ruang digital yang sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Ia menyebutkan bahwa Muslimverse telah menyediakan fitur kuis seputar khutbah Jumat sebagai bentuk edukasi yang interaktif.
Baca Juga: Desak Reformasi Kemenag, AJAIB Tuntut Menag Nasaruddin Umar Mundur
"Anak muda sekarang tidak hanya ingin mendengar ceramah, tapi juga diajak berpikir. Melalui fitur kuis khutbah, kita ajak mereka merefleksikan isi khutbah secara aktif," kata Sandi.
Ia menambahkan, hasil survei internal menunjukkan bahwa 46 persen generasi muda lebih sering membaca Al-Qur’an melalui aplikasi dibanding mushaf cetak. Karena itu, ia menyampaikan pengalamannya mencoba Muslimverse di berbagai negara.
"Saya sudah uji Muslimverse di banyak tempat: Prancis, Mongolia, Chengdu, dan lainnya. Arah kiblatnya presisi. Saya pribadi sudah 100 persen beralih ke Muslimverse, aplikasi lain saya uninstall," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik inisiatif Muslimverse dan menyampaikan pentingnya peran umat Islam dalam tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga pengembang teknologi.
"Kalau umat Islam hanya menjadi pengguna, kita akan tertinggal. Kita harus menjadi imam dalam teknologi, bukan makmum. Kalau jadi makmum terus, bisa-bisa salah kiblat," ucapnya disambut tawa audiens.
Baca Juga: Disebut Ada Petugas Ikut Nebeng Haji, Menag Nasaruddin Umar Pasang Badan
Ia juga bercerita bahwa Masjid Istiqlal kini menjadi acuan global dalam pengembangan masjid-masjid yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat edukasi dan moderasi. Bahkan, PBB mengajaknya untuk membahas konsep serupa di Amerika Latin, di mana populasi Muslim migran mulai tumbuh.
"Mereka ingin Istiqlal dijadikan model pembangunan masjid di negara-negara Amerika Latin. Ini artinya wajah Islam yang damai, toleran, dan maju bisa ditampilkan dari Indonesia," jelasnya.
Kerja sama antara Muslimverse dan NUO dipandang sebagai langkah konkret menuju dakwah digital yang lebih sistematis, berbasis data, dan berorientasi masa depan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat literasi keislaman di ruang digital sekaligus menjadi ruang interaksi spiritual yang inklusif, adaptif, dan progresif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat





