Akurat

Tanwir Muhammadiyah 2024 Akan Digelar di Kupang NTT

Fajar Rizky Ramadhan | 19 November 2024, 14:02 WIB
Tanwir Muhammadiyah 2024 Akan Digelar di Kupang NTT

AKURAT.CO Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akan menyelenggarakan Tanwir, forum musyawarah tertinggi di bawah Muktamar, pada 4-6 Desember 2024. Acara ini akan berlangsung di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan bertepatan dengan perayaan Milad ke-112 Muhammadiyah yang jatuh pada 18 November 2024.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengungkapkan bahwa penggabungan Tanwir dan Milad bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas syiar Islam.

"Dengan menyatukan dua acara besar ini, kami berharap dapat menyampaikan pesan yang lebih kuat dan melibatkan lebih banyak pihak," ujar Haedar pada Senin (18/11/2024).

Pembukaan Tanwir dan Resepsi Milad akan digelar di Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) dengan menghadirkan berbagai kalangan, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan memberikan sambutan. Warga Muhammadiyah, tokoh masyarakat, elite nasional, dan sejumlah tamu undangan juga akan menghadiri acara tersebut.

Kupang Sebagai Lokasi Penyelenggaraan

Kupang dipilih sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Haedar menjelaskan bahwa keputusan ini dilatarbelakangi apresiasi atas kemajuan dan kontribusi Muhammadiyah NTT, khususnya UMK, dalam mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga: Muhammadiyah: Nabi Muhammad SAW Bukan Pengangguran Saat Menikahi Khadijah

Selain itu, acara ini diharapkan mampu mendorong pengembangan program Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

"Kami ingin menggalang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan kemakmuran bangsa, baik di NTT maupun di seluruh Indonesia," tambahnya.

Mengusung Tema "Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua"

Milad dan Tanwir Muhammadiyah tahun ini mengusung tema "Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua." Menurut Haedar, kemakmuran yang dimaksud adalah pemanfaatan seluruh sumber daya negara untuk kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

"Kemakmuran adalah kondisi di mana seluruh rakyat dapat hidup bahagia secara jasmani dan rohani karena kebutuhannya terpenuhi," jelas Haedar.

Ia juga menekankan bahwa konsep kemakmuran ini sejalan dengan nilai-nilai keindonesiaan dan Islam. Dalam tradisi bangsa Indonesia, kemakmuran dihubungkan dengan cita-cita Gemah Ripah Loh Jinawi, yang berarti negeri subur dan masyarakatnya damai sejahtera.

Baca Juga: Abdul Mu'ti, Kader Muhammadiyah yang Jadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Sementara dalam Islam, kemakmuran disebut sebagai Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur, yaitu negeri yang baik dan mendapatkan ampunan Tuhan.

Acara Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mempererat kerja sama lintas sektor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.