AKURAT.CO Fenomena menyebar aib orang lain di media sosial telah menjadi kebiasaan sebagian orang di era digital ini.
Baru-baru ini, video yang diduga terkait perselingkuhan laki-laki yang merupakan suami dari seorang selebgram Siti Septi Ariyanti, yaitu Bimo Aryo, beredar di internet dan langsung menjadi sorotan netizen.
Banyak yang memburu video tersebut untuk mengetahui detailnya. Namun, dalam Islam, perbuatan menyebar aib seseorang merupakan tindakan yang dilarang.
Tindakan ini dipandang merugikan baik bagi orang yang dibicarakan maupun bagi mereka yang ikut menyebarkan berita tersebut.
Dalam Al-Quran dan hadits, terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang larangan membuka atau menyebarkan aib orang lain.
Salah satu ayat yang mengingatkan umat Islam untuk tidak membuka aib sesama adalah dalam Surat Al-Hujurat ayat 12. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّـهَ ۚ إِنَّ اللَّـهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kalian yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)
Baca Juga: VIRAL Kronologi Selebgam Siti Septi Ariyanti Bongkar Bukti Perselingkuhan Suaminya Saat Sedang Umrah!
Dalam ayat ini, Allah SWT dengan tegas melarang hamba-Nya untuk mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain, apalagi jika sampai menyebarkan hal tersebut kepada orang lain.
Menggunjing, atau berbicara buruk tentang orang lain tanpa kehadiran mereka, diibaratkan seperti memakan daging saudaranya yang telah mati. Hal ini menunjukkan betapa rendah dan buruknya perbuatan tersebut di sisi Allah SWT.
Selain itu, dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Artinya: "Barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat.” (HR. Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwa menutup aib seseorang adalah sebuah perbuatan yang mulia dan diridhai Allah.
Seseorang yang menjaga aib orang lain akan memperoleh balasan berupa penjagaan Allah terhadap aibnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Baca Juga: Viral Selebgram Arie Riyanthie Bongkar Perselingkuhan Suami, Ini Batasan-batasannya dalam Islam
Ini menunjukkan betapa Islam sangat menjaga kehormatan dan martabat seorang Muslim, serta melarang umatnya untuk membuka dan menyebarkan aib saudaranya.
Dengan adanya dalil-dalil tersebut, Islam secara tegas melarang penyebaran aib orang lain.
Sikap menahan diri dari menyebarkan berita atau informasi buruk tentang orang lain tidak hanya menjadikan seorang Muslim lebih berakhlak mulia, tetapi juga mempererat hubungan sosial yang sehat dan harmonis.