AKURAT.CO Khutbah Jumat adalah salah satu syarat pelaksanaan shalat Jumat. Berikut di bawah ini adalah naskah khutbah Jumat berjudul Sikap Muslim Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah.
Khutbah Pertama
الحمد لله، الحمد لله الذي جعلنا من المسلمين، وفرض علينا الطاعة والولاء لمن ولي علينا في غير معصية، أحمده سبحانه على نعمه العظيمة وأشكره على تفضله وكرمه. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد:
Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang bertakwa.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Saat ini, kita berada di tengah-tengah suasana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di berbagai daerah. Sebagai seorang Muslim, bagaimana seharusnya kita bersikap? Agama Islam memberikan petunjuk yang sangat jelas mengenai bagaimana kita harus menghadapi situasi ini.
Pertama, kita harus selalu menjadikan niat kita lurus hanya karena Allah SWT.
Segala tindakan kita, termasuk dalam berpartisipasi dalam pemilihan umum, haruslah didasarkan pada niat untuk mencari keridhaan Allah. Jangan sampai niat kita tercampur dengan kepentingan dunia semata, apalagi jika sampai melupakan nilai-nilai agama.
Baca Juga: Bersalaman dengan Orang Non-Islam Pemelihara Anjing, Apakah Najis?
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 286:
﴿لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ﴾
Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.'"
Kedua, kita harus memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa.
Pilihlah pemimpin yang memiliki kemampuan dan amanah dalam menjalankan tugasnya. Islam mengajarkan kita untuk mempercayakan urusan kepada yang ahli. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 58:
﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا﴾
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Jamaah sekalian, marilah kita memilih dengan penuh tanggung jawab dan keimanan. Jangan terpengaruh dengan bujuk rayu yang menyesatkan atau janji-janji yang tidak realistis. Ingatlah bahwa pilihan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Ketiga, jauhi fitnah dan permusuhan.
Dalam suasana pemilihan, sering kali terjadi fitnah, adu domba, dan permusuhan. Islam sangat mengecam tindakan-tindakan semacam ini. Dalam surat Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT berfirman:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ﴾
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Baca Juga: Hukum Membongkar Perselingkuhan Orang dalam Perspektif Islam
Marilah kita menjaga lisan dan tindakan kita dari hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan di antara umat Islam. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk bersikap bijak dan dewasa dalam menghadapi Pilkada ini.
أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيد المرسلين، نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
أما بعد:
Jamaah sekalian yang dirahmati Allah,
Setelah kita mendengarkan khutbah pertama, marilah kita merenung sejenak dan bertanya pada diri kita masing-masing, sudahkah kita bersiap untuk menghadapi Pilkada ini dengan sikap yang benar? Sudahkah kita bertekad untuk memilih pemimpin yang benar-benar amanah dan bertanggung jawab?
اللهم إنا نسألك الهداية والتوفيق في كل أمورنا. اللهم اجعلنا من عبادك المتقين الذين يسيرون على صراطك المستقيم. اللهم وفقنا لاختيار قادة صالحين يتقونك يا رب العالمين.
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين، أبي بكر وعمر وعثمان وعلي، وعن سائر الصحابة أجمعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم اجعل هذا البلد آمناً مطمئناً وسائر بلاد المسلمين.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.