Akurat

6 Cara Agar Anak-anak Tidak Terjerumus kepada Pergaulan Buruk di Era Digital Perspektif Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 2 Mei 2024, 12:36 WIB
6 Cara Agar Anak-anak Tidak Terjerumus kepada Pergaulan Buruk di Era Digital Perspektif Islam

AKURAT.CO Dalam era digital saat ini, tantangan bagi para orang tua untuk menjaga anak-anak agar tidak terjerumus kepada pergaulan buruk semakin kompleks.

Kemajuan teknologi memberikan akses yang lebih luas terhadap informasi dan interaksi sosial, tetapi juga membawa risiko potensial terhadap pengaruh negatif.

Dalam perspektif Islam, menjaga anak-anak dari pergaulan buruk menjadi prioritas utama untuk memastikan pembentukan karakter yang kokoh dan berakhlak mulia.

Berikut adalah enam cara yang dapat ditempuh:

Baca Juga: 5 Cara Menanamkan Pergaulan yang Islami di Era Digital Sesuai Sunnah

1. Pendidikan Agama yang Kuat

Pendidikan agama yang kuat menjadi landasan utama dalam membentuk karakter anak-anak. Melalui pengajaran nilai-nilai Islam, anak-anak akan memahami prinsip-prinsip moral yang diperlukan untuk menghadapi godaan di era digital. Orang tua perlu mengintegrasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari anak-anak, baik melalui pembelajaran formal maupun informal.

2. Pengawasan Orang Tua

Pengawasan yang ketat dari orang tua sangat penting dalam mengontrol akses anak-anak terhadap konten digital. Orang tua perlu memantau aktivitas online anak-anak dan memberikan bimbingan tentang perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu, pembatasan waktu penggunaan gadget juga diperlukan untuk mencegah ketergantungan yang berlebihan.

3. Pembentukan Lingkungan Sosial yang Positif

Menyediakan lingkungan sosial yang positif dan mendukung akan membantu anak-anak untuk menjauhi pergaulan buruk. Orang tua perlu mengawasi lingkungan pergaulan anak-anak, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar rumah. Mendorong anak-anak untuk bergaul dengan teman-teman yang memiliki nilai-nilai yang sama akan memperkuat ikatan sosial yang sehat.

4. Komunikasi yang Terbuka

Membangun komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak-anak sangat penting dalam mengatasi tantangan di era digital. Orang tua perlu memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengungkapkan pendapat, perasaan, dan masalah yang mereka hadapi secara jujur. Dengan demikian, anak-anak akan merasa lebih nyaman untuk meminta bantuan dan nasihat ketika menghadapi godaan pergaulan buruk.

Baca Juga: Shalat Tapi Pikirannya Kemana-mana, Apakah Sah dalam Islam?

5. Contoh Teladan dari Keluarga

Kelakuan dan sikap orang tua sebagai contoh teladan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak-anak. Orang tua perlu menjadi role model yang baik dalam menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan media sosial dan interaksi online. Dengan melihat contoh positif dari orang tua, anak-anak akan lebih cenderung mengikuti jejak yang benar.

6. Doa dan Taqwa

Doa merupakan senjata utama dalam menjaga anak-anak dari pengaruh negatif di era digital. Orang tua perlu senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar anak-anak mereka senantiasa dilindungi dan diberikan kekuatan untuk menjauhi segala bentuk godaan. Selain itu, memperkuat taqwa atau kesadaran akan Allah juga akan membimbing anak-anak untuk memilih jalan yang benar dalam kehidupan digital mereka.

Dengan menerapkan pendekatan ini secara konsisten, diharapkan anak-anak dapat terhindar dari pergaulan buruk di era digital dan tumbuh sebagai generasi yang kuat secara spiritual dan moral sesuai dengan ajaran Islam. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak, dan dengan bimbingan yang tepat, mereka dapat menjadi panutan yang baik dalam menghadapi tantangan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.