Akurat

Apa yang Dimaksud Zakat Fitrah? Lengkap dengan Dalil Al-Quran, Hadits Nabi dan Pendapat Ulama

Fajar Rizky Ramadhan | 1 April 2024, 07:47 WIB
Apa yang Dimaksud Zakat Fitrah? Lengkap dengan Dalil Al-Quran, Hadits Nabi dan Pendapat Ulama

AKURAT.CO Sebentar lagi umat Islam akan mengeluarkan zakat fitrah, rata-rata mengeliarkannya di hari raya idul Fitri. Lantas apa yang dimaksud zakat fitrah?

Zakat Fitrah merupakan salah satu kewajiban dalam agama Islam yang dilakukan pada bulan Ramadan, tepatnya sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Zakat Fitrah memiliki tujuan yang mulia, yakni membersihkan jiwa seorang Muslim dari dosa-dosa kecil yang terjadi selama menjalankan ibadah puasa.

Dalil Al-Qur'an

DalilAl-Qur'an tentang Zakat Fitrah terdapat dalam surat Al-Ma'idah ayat 89:

"…dan pergunakanlah harta mereka itu untuk mensucikan dan menyucikan dirimu serta mendoakan mereka. Sesungguhnya doamu itu adalah ketenteraman bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Ma'idah: 89).

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Malam Lailatul Qadar? Simak Penjelasan Berikut

Ayat ini menunjukkan pentingnya membersihkan diri melalui zakat fitrah, serta mengingatkan umat Islam untuk mempergunakan harta mereka dalam kebaikan.

Pendapat Ulama

Ulama sepakat bahwa Zakat Fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, baik laki-laki, perempuan, tua, muda, merdeka, maupun hamba sahaya. Besaran zakat fitrah biasanya ditentukan berdasarkan makanan pokok yang umum dikonsumsi oleh masyarakat setempat, seperti beras, gandum, kurma, atau sejenisnya.

Hadits

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:

"Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadan, dan haji ke Baitullah."

Dalam hadits ini, Rasulullah menyebutkan zakat sebagai salah satu pilar Islam, yang termasuk di dalamnya adalah Zakat Fitrah sebagai bagian dari kewajiban zakat.

Zakat Fitrah menjadi kewajiban bagi umat Islam yang mampu, dilaksanakan pada awal bulan Ramadan sampai sebelum shalat Idul Fitri. Tujuannya adalah untuk membersihkan jiwa dari dosa-dosa kecil selama menjalankan ibadah puasa.

Hal ini diatur dalam Al-Qur'an, pendapat ulama, dan disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW sebagai salah satu pilar Islam. Dengan melaksanakan zakat fitrah, umat Islam dapat merasakan keberkahan dalam kehidupan mereka serta membantu sesama yang membutuhkan.

Implementasi Zakat Fitrah dalam Masyarakat:

Penerapan Zakat Fitrah dalam masyarakat Muslim merupakan bagian integral dari praktek keagamaan yang berkelanjutan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi zakat fitrah antara lain:

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Nuzulul Qur'an? Simak Penjelasan Ini, Lengkap dengan Dalilnya

1. Kesadaran Individu

Penting bagi setiap individu Muslim untuk memiliki kesadaran akan kewajiban zakat fitrah dan mempersiapkan diri untuk melaksanakannya setiap tahunnya. Kesadaran ini dapat ditingkatkan melalui pendidikan agama dan pengingat dari para pemimpin agama di masjid-masjid atau lembaga-lembaga keagamaan lainnya.

2. Pengumpulan dan Distribusi

Masyarakat dapat membentuk lembaga atau komite khusus yang bertugas mengumpulkan zakat fitrah dari para muzakki (pemberi zakat) dan mendistribusikannya kepada yang berhak menerima. Pendistribusian zakat fitrah harus dilakukan dengan adil dan transparan, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam.

3. Penentuan Besaran Zakat

Besaran zakat fitrah biasanya ditetapkan berdasarkan harga makanan pokok yang umum dikonsumsi oleh masyarakat setempat, seperti beras, gandum, atau kurma. Hal ini dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan lokal agar zakat fitrah benar-benar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi penerima zakat.

4. Manfaat Sosial

Zakat Fitrah memiliki manfaat sosial yang besar, tidak hanya bagi individu yang menerimanya tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Melalui zakat fitrah, kebutuhan dasar masyarakat yang kurang mampu dapat terpenuhi, sehingga kesenjangan sosial dapat dikurangi dan stabilitas sosial dapat terjaga.

5. Peningkatan Kualitas Hidup

Dengan melaksanakan zakat fitrah secara rutin, umat Islam dapat merasakan berkah dan keberkahan dalam kehidupan mereka. Kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan dapat ditingkatkan, karena adanya rasa saling peduli dan kebersamaan dalam menanggulangi masalah sosial dan ekonomi.

Zakat Fitrah bukan hanya sekadar kewajiban agama, tetapi juga merupakan instrumen sosial dan ekonomi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat secara luas.

Dengan kesadaran individu, pengelolaan yang baik, dan implementasi yang tepat, zakat fitrah dapat menjadi salah satu sarana untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeberkahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.