Akurat

Apa Itu NPD? Ini Penjelasan Lengkap Gangguan Kepribadian Narsistik yang Sering Disalahpahami

Idham Nur Indrajaya | 26 Januari 2026, 13:07 WIB
Apa Itu NPD? Ini Penjelasan Lengkap Gangguan Kepribadian Narsistik yang Sering Disalahpahami

Istilah NPD belakangan makin sering muncul di media sosial, forum diskusi, hingga percakapan sehari-hari. Banyak orang menggunakannya untuk menyebut perilaku seseorang yang dianggap egois, suka pamer, atau haus perhatian.

Namun secara klinis, NPD atau Narcissistic Personality Disorder bukan sekadar sifat narsis biasa. Ini adalah gangguan kepribadian serius yang memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri, membangun hubungan sosial, serta merespons kritik dan konflik.

Lalu, apa itu NPD sebenarnya, bagaimana ciri-cirinya, apa penyebabnya, dan bagaimana dampaknya dalam kehidupan sehari-hari? Berikut penjelasan lengkapnya.


Apa Itu NPD Secara Klinis?

NPD merupakan singkatan dari Narcissistic Personality Disorder atau dalam bahasa Indonesia disebut Gangguan Kepribadian Narsistik. Menurut MSD Manual, kondisi ini ditandai oleh pola menetap berupa perasaan diri yang berlebihan (grandiosity), kebutuhan kuat untuk dikagumi, serta kurangnya empati terhadap orang lain.

Pola tersebut tidak muncul sesekali, melainkan berlangsung jangka panjang dan terlihat di berbagai situasi—baik dalam hubungan pribadi, lingkungan kerja, maupun pergaulan sosial.

Dengan kata lain, NPD bukan cuma soal percaya diri tinggi. Gangguan ini memengaruhi struktur kepribadian seseorang secara mendalam, termasuk cara ia menghargai orang lain dan menghadapi kegagalan.


Asal-Usul Istilah Narsisme dalam Psikologi

Kata narcissism berasal dari mitologi Romawi tentang Narcissus, pemuda yang jatuh cinta pada pantulan dirinya sendiri. Konsep ini kemudian diadopsi dalam psikologi pada akhir abad ke-19.

Seiring berkembangnya ilmu kesehatan mental, narsisme tidak lagi dipahami sekadar sebagai sifat, tetapi juga sebagai bagian dari spektrum gangguan kepribadian. Dalam praktik klinis modern, NPD tercantum dalam sistem klasifikasi seperti DSM-5-TR, yang digunakan oleh profesional kesehatan mental di berbagai negara.


Ciri-Ciri dan Gejala Narcissistic Personality Disorder

Orang dengan NPD menunjukkan pola perilaku emosional yang jauh lebih intens dibandingkan sifat narsis biasa. Beberapa karakteristik yang sering muncul antara lain:

  • Merasa dirinya sangat penting dan lebih unggul dari orang lain

  • Memiliki kebutuhan besar untuk dikagumi dan diperlakukan khusus

  • Sulit berempati atau memahami perasaan orang lain

  • Gemar berfantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kecantikan, atau cinta sempurna

  • Cenderung memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi

  • Sangat sensitif terhadap kritik dan bisa bereaksi dengan marah atau merendahkan

  • Mengalami hubungan sosial yang rapuh karena tuntutan emosional yang tidak realistis

Di permukaan, penderita NPD kerap tampak percaya diri, dominan, bahkan karismatik. Namun, di balik itu sering tersembunyi rasa tidak aman, kehampaan, dan harga diri yang rapuh.


Baca Juga: Kenali Gejala Anxiety Disorder, Ikatan Dokter Indonesia Berikan Informasi Pengobatan

Baca Juga: Mengapa Seseorang Suka Menimbun Barang Berlebihan? Ini Penyebab Hoarding Disorder

Seberapa Umum NPD?

Penelitian epidemiologis menunjukkan bahwa prevalensi NPD berada di kisaran 0,5% hingga 6,2% dari populasi umum.

Salah satu survei besar di Amerika Serikat menemukan angka sekitar 6,2% sepanjang hidup seseorang. Diagnosis juga lebih sering ditemukan pada pria, dan biasanya mulai terlihat sejak akhir masa remaja hingga awal dewasa.

Perlu diingat, angka ini bisa berbeda antar studi karena metode penelitian dan kriteria diagnosis yang digunakan tidak selalu sama.


Penyebab NPD: Gabungan Faktor Genetik dan Lingkungan

Tidak ada satu penyebab tunggal yang secara pasti menjelaskan munculnya gangguan kepribadian narsistik. Para ahli menilai NPD berkembang dari kombinasi beberapa faktor.

Faktor Genetik dan Biologis

Beberapa penelitian menunjukkan adanya peran genetik dalam kecenderungan narsistik, meski belum ada gen spesifik yang diidentifikasi. Perbedaan pada struktur atau fungsi otak tertentu juga diduga ikut berkontribusi.

Pengalaman Masa Kecil

Lingkungan keluarga punya pengaruh besar terhadap pembentukan harga diri. Pola asuh yang ekstrem—terlalu memanjakan atau sebaliknya terlalu mengkritik—dapat meningkatkan risiko berkembangnya NPD.

Trauma, pengabaian emosional, atau kekerasan juga bisa mengganggu perkembangan psikologis anak hingga dewasa.

Faktor Sosial dan Budaya

Budaya yang sangat kompetitif, menekankan prestise, atau memuja pencapaian individual dapat memperkuat perilaku narsistik, terutama bila tidak diimbangi dengan pembelajaran empati dan relasi sehat.


Bagaimana Diagnosis NPD Ditegakkan?

Diagnosis Narcissistic Personality Disorder hanya bisa dilakukan oleh profesional kesehatan mental seperti psikiater atau psikolog klinis. Penilaian biasanya mengacu pada kriteria DSM-5-TR, termasuk pola grandiositas, kebutuhan dikagumi, dan kurang empati yang menetap di berbagai konteks kehidupan.

Karena sering disertai gangguan lain, proses evaluasi biasanya cukup kompleks dan membutuhkan wawancara mendalam.


Gangguan Lain yang Sering Menyertai NPD

Dalam banyak kasus, NPD muncul bersamaan dengan kondisi kesehatan mental lain, misalnya:

  • Gangguan suasana hati seperti depresi atau bipolar

  • Gangguan kecemasan

  • Penyalahgunaan zat

  • Gangguan kepribadian lain, termasuk borderline atau antisocial

Komorbiditas ini membuat penanganan menjadi lebih menantang dan membutuhkan pendekatan jangka panjang.


Dampak NPD dalam Kehidupan Sehari-Hari

Gangguan kepribadian narsistik tidak hanya memengaruhi penderitanya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

Dalam relasi personal, pola manipulatif dan kurang empati sering memicu konflik, membuat hubungan asmara atau pertemanan sulit bertahan. Di tempat kerja, tuntutan akan perlakuan khusus serta reaksi berlebihan terhadap kritik bisa menimbulkan ketegangan dengan rekan atau atasan.

Tidak jarang, penderita NPD akhirnya mengalami isolasi sosial karena perilakunya dianggap sulit dipahami atau melelahkan secara emosional.


Cara Menghadapi Orang dengan NPD

Berinteraksi dengan seseorang yang memiliki kecenderungan narcissistic personality disorder bisa sangat menantang. Beberapa pendekatan yang sering disarankan antara lain:

  • Menetapkan batasan yang jelas dalam hubungan

  • Menyampaikan kritik dengan hati-hati dan nada yang tenang

  • Menghindari perdebatan frontal yang berpotensi memicu ledakan emosi

  • Menjaga dukungan sosial dari lingkungan yang sehat

Banyak penderita NPD tidak menyadari kondisinya, sehingga perubahan biasanya tidak mudah terjadi. Bila hubungan terasa semakin toxic, berkonsultasi dengan psikolog bisa membantu menemukan strategi yang lebih aman dan realistis.


Perawatan NPD dan Tantangannya

Penanganan utama untuk gangguan ini adalah psikoterapi, termasuk pendekatan psikodinamik maupun kognitif-perilaku. Terapi bertujuan membantu individu memahami pola pikirnya, mengelola emosi, serta membangun hubungan yang lebih sehat.

Namun, NPD dikenal sebagai salah satu gangguan kepribadian yang sulit ditangani karena banyak penderitanya kurang memiliki insight terhadap masalahnya sendiri dan tidak merasa perlu mencari bantuan.


Kontroversi: Trait Kepribadian atau Gangguan?

Di kalangan akademisi, masih ada perdebatan tentang narsisme. Sebagian melihatnya sebagai spektrum sifat—mulai dari yang adaptif hingga patologis.

DSM-5-TR menggunakan pendekatan kategorikal, sementara ICD-11 lebih condong pada penilaian dimensional berdasarkan tingkat keparahan gangguan kepribadian.

Selain itu, popularitas istilah “narsis” di media sosial juga memicu risiko overdiagnosis, ketika perilaku biasa disalahartikan sebagai NPD. Di sisi lain, banyak kasus justru tidak terdeteksi karena penderitanya jarang mencari pertolongan profesional.


Kesimpulan: Memahami NPD dengan Lebih Akurat

Narcissistic Personality Disorder adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai oleh grandiositas, kebutuhan besar akan kekaguman, serta kurangnya empati. Kondisi ini bisa berdampak serius pada hubungan sosial, kehidupan kerja, dan kesejahteraan psikologis.

Memahami apa itu NPD secara klinis penting agar kita tidak sembarang memberi label, sekaligus lebih peka terhadap tanda-tanda yang memerlukan bantuan profesional.

Kalau kamu tertarik mengikuti pembahasan seputar kesehatan mental dan isu psikologi lainnya, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Diduga Netizen Pelaku Penganiaya Balita Depok Idap NPD, Tiga Persona yang Harus Diperhatikan Jika Lingkunganmu Ada yang Narsistik

Baca Juga: Apa Itu ADHD? Kenali Pengetian, Ciri-Ciri, dan Dampaknya Sejak Dini

FAQ: Pertanyaan yang Sering Dicari tentang NPD

1. Apa itu NPD dalam dunia psikologi?

NPD adalah singkatan dari Narcissistic Personality Disorder atau gangguan kepribadian narsistik, yaitu kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh rasa diri berlebihan, kebutuhan kuat untuk dikagumi, serta kurangnya empati terhadap orang lain.


2. Apakah NPD sama dengan sifat narsis biasa?

Tidak. Sifat narsis bisa muncul secara normal pada banyak orang, sedangkan NPD merupakan gangguan kepribadian klinis yang menetap, intens, dan mengganggu hubungan sosial maupun fungsi kehidupan sehari-hari.


3. Apa saja ciri utama seseorang dengan NPD?

Beberapa ciri yang umum antara lain merasa superior, haus pujian, menolak kritik, manipulatif, kurang empati, serta cenderung mengeksploitasi orang lain untuk kepentingan pribadi.


4. Apakah orang dengan NPD sadar dengan kondisinya?

Banyak penderita NPD tidak menyadari bahwa perilakunya bermasalah, sehingga jarang mencari bantuan profesional secara sukarela.


5. Apa penyebab seseorang mengalami Narcissistic Personality Disorder?

NPD diduga muncul akibat kombinasi faktor genetik, pola asuh ekstrem di masa kecil, trauma psikologis, serta pengaruh lingkungan sosial dan budaya.


6. Di usia berapa NPD biasanya mulai terlihat?

Gejala NPD umumnya mulai muncul sejak akhir masa remaja hingga awal usia dewasa.


7. Apakah NPD bisa disembuhkan?

NPD sulit ditangani, tetapi psikoterapi jangka panjang dapat membantu mengelola pola pikir, emosi, dan hubungan interpersonal.


8. Bagaimana cara menghadapi orang dengan NPD?

Beberapa langkah yang bisa dilakukan meliputi menetapkan batasan, menghindari konflik frontal, menjaga komunikasi tetap tenang, serta mencari dukungan profesional bila diperlukan.


9. Apa dampak NPD terhadap hubungan asmara dan pertemanan?

NPD sering memicu konflik, hubungan tidak sehat, manipulasi emosional, serta berujung pada isolasi sosial.


10. Siapa yang berwenang mendiagnosis NPD?

Diagnosis hanya dapat ditegakkan oleh psikolog klinis atau psikiater berdasarkan kriteria diagnostik resmi seperti DSM-5-TR.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.