Apa Itu ADHD? Kenali Pengetian, Ciri-Ciri, dan Dampaknya Sejak Dini

AKURAT.CO Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan neurobiologis yang ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian, perilaku impulsif, dan tingkat aktivitas yang berlebihan. Kondisi ini umumnya muncul sejak masa kanak-kanak dan bisa berlanjut hingga dewasa.
ADHD memengaruhi bagian otak yang berperan dalam mengatur fokus, mengendalikan dorongan, serta aktivitas motorik, sehingga penderitanya mengalami kesulitan untuk tetap konsentrasi, mengontrol perilaku, dan cenderung lebih aktif dibandingkan orang lain.
Baca Juga: Studi: Gejala ADHD Berkaitan dengan Emosi Ekstrem pada Anak
Ciri-Ciri ADHD
Ciri-ciri utama ADHD terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu :
-
Intensi, yang ditandai dengan kesulitan fokus, sering kehilangan detail penting, tampak tidak mendengarkan, sulit mengikuti instruksi, kurang terorganisir, serta kerap salah menaruh atau kehilangan barang.
-
Hiperaktif, yang terlihat dari kegelisahan, sulit duduk tenang, kesulitan menunggu giliran, sering bergerak tanpa kontrol, hingga berbicara berlebihan.
-
Impulsif, yang ditunjukkan dengan kebiasaan memotong pembicaraan, menjawab pertanyaan sebelum selesai, kesulitan menunggu giliran, serta sulit menahan diri.
Umumnya, gejala ADHD dapat dikenali sejak usia 7 - 12 tahun, bahkan dalam beberapa kasus sudah tampak sejak usia 3 tahun.
Anak yang terdiagnosa dengan ADHD cenderung mengalami hambatan dalam belajar, berinteraksi sosial, hinga kesulitan untuk mengelola emosi.
Baca Juga: Ini Tanda Anak Anda Idap ADHD! Kenali Sebelum Otak Anak Menjadi Tidak Normal
Dampak ADHD
-
Seseorang dengan ADHD sering mengalami kesulitan berkonsentrasi di sekolah sehingga berisiko tertinggal dalam pelajaran.
-
Mereka cenderung kesulitan mengendalikan impuls yang dapat memicu konflik dengan teman sebaya atau orang di sekitar.
-
Penderita ADHD lebih rentan menghadapi masalah emosi, seperti frustrasi, rasa rendah diri, hingga gangguan mental lain bila tidak ditangani dengan tepat.
Jika ADHD tidak mendapatkan penanganan sejak dini, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan. Karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi langkah penting agar penderita ADHD dapat berkembang secara optimal dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan







