Akurat

Cara Menangani Anak Down Syndrome yang Hiperaktif dengan Sabar

Eko Krisyanto | 11 November 2025, 16:56 WIB
Cara Menangani Anak Down Syndrome yang Hiperaktif dengan Sabar

AKURAT.CO Anak dengan down syndrome memiliki kebutuhan perkembangan yang berbeda, termasuk dalam hal energi yang tinggi atau perilaku hiperaktif.

Hiperaktif bukan hal yang “buruk,” namun perlu diarahkan agar anak tetap nyaman, aman, dan bisa belajar dengan baik.

Kuncinya bukan menahan energinya, tapi mengelolanya dengan cara yang tepat, konsisten, dan penuh kasih sayang.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Sekarang Tanggung Biaya Pengobatan Autis Dan Down Syndrome

Berikut cara yang bisa diterapkan:

1. Berikan Aktivitas Pelepas Energi

Anak hiperaktif butuh ruang untuk bergerak. Sediakan kegiatan seperti:

  • Berlari di lapangan

  • Melompat di trampolin

  • Senam ringan/jalan kaki

  • Bermain bola

Lakukan 15–30 menit sebelum sesi belajar agar anak lebih fokus sesudahnya.

2. Beri Instruksi Singkat dan Jelas

Gunakan kalimat sederhana seperti:

  • “Duduk dulu ya.”

  • “Kita simpan mainannya.”

  • “Sekarang waktunya makan.”

Hindari penjelasan panjang karena bisa membuat anak kehilangan fokus.

3. Gunakan Rutinitas yang Konsisten

Anak Down Syndrome lebih mudah berkembang ketika punya pola harian yang jelas.
Contoh:

  1. Mandi

  2. Sarapan

  3. Belajar 10-15 menit

  4. Main

  5. Istirahat

Rutinitas membantu anak merasa lebih tenang dan terarah.

4. Alihkan, Jangan Melarang

Jika anak mulai sulit dikendalikan, alihkan ke aktivitas lain, bukan dimarahi.
Contoh:
 “Jangan lari!”
 “Ayo, kita lompat di sini aja yuk!”

5. Latih Fokus dengan Durasi Pendek

Gunakan metode bertahap:

  • 3–5 menit dulu → istirahat → tambah durasi perlahan

  • Gunakan mainan edukatif seperti menyusun balok, puzzle besar, atau flashcard

6. Berikan Pujian pada Perilaku Positif

Apresiasi sekecil apapun: “Pintar! Kamu sudah bisa duduk 2 menit, hebat sekali!”

Pujian memperkuat kebiasaan baik dan meningkatkan rasa percaya diri.

7. Sediakan Sensory Activity (Stimulasi Indra)

Aktivitas sensory bisa membantu menenangkan:

  • Memeras spons

  • Bermain pasir kinetik

  • Menyentuh permukaan bertekstur

  • Meremas stress ball

8. Ajarkan Self-Calming Secara Perlahan

Mulai latihan seperti:

  • Tarik napas 3 detik, buang 3 detik

  • Peluk bantal

  • Duduk di “pojok tenang” dengan mainan favorit

Lakukan saat anak sedang tenang, bukan saat mengamuk, agar mudah ditiru.

Baca Juga: Stimulasi, Kunci Perkembangan Anak Down Syndrome

9. Kolaborasi dengan Terapis atau Guru

Terapi okupasi, terapi perilaku (ABA), atau fisioterapi bisa sangat membantu menyalurkan energi anak dan meningkatkan fokus, koordinasi, serta kemampuan mengikuti aturan.

Yang Perlu Diingat:

  • Tidak ada satu standar perkembangan yang sama — setiap anak berkembang dengan versinya sendiri.

  • Hiperaktif bukan untuk dihentikan, melainkan diarahkan.

  • Kesabaran dan konsistensi jauh lebih efektif daripada hukuman atau bentakan.

Kesimpulan:

Anak down syndrome yang hiperaktif bukan “tidak bisa diatur,” mereka butuh bantuan untuk mengatur dirinya sendiri.

Dengan rutinitas, aktivitas penyalur energi, komunikasi yang lembut, dan banyak apresiasi, mereka bisa berkembang dengan bahagia dan penuh percaya diri.

Dinda NS (Magang)

 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R