AKURAT.CO, Ahli sitogenetika Dr. dr. Lydia Pratanu, MS menyatakan bahwa stimulasi menjadi kunci untuk pertumbuhan dan perkembangan anak- anak yang mengalami kelainan kromosom trisomi 21 atau down syndrome.
“Perlakukan anak yang mengalami down syndrome seperti anak-anak yang normal pada umumnya. Pemberian stimulasi kegiatan itu semakin dini semakin baik,” kata Lydia dalam webinar mengenai down syndrome, Sabtu (20/03/2021).
Dokter yang bekerja di Badan Layanan Umum Pemerintah yaitu Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita itu mencontohkan salah satu stimulasi yang bisa diberikan adalah mengajak anak mendengarkan musik.
Berbagai penelitian secara global menunjukkan adanya kecenderungan bahwa musik memiliki pengaruh yang baik bagi anak-anak yang mengalami down syndrome.
Jangan membiasakan anak down syndrome untuk berdiam diri atau membiarkannya menjadi pasif seperti memberi tontonan TV tanpa dibatasi.
"Jika anak-anak down syndrome ini tidak distimulasi dan hanya dibiarkan untuk pasif dan terisolasi, mereka punya kecenderungan untuk mengalami autisme, kecenderungannya ada sebesar 30 persen. Ajak jalan-jalan ke taman, kebun binatang, atau lingkungan sekitar. Dia butuh itu, jangan didiamkan, that’s not right,” kata Lydia.
Stimulasi yang diberikan juga membantu anak untuk memahami konsep sosialisasi dan interaksi yang terjadi di masyarakat.
Sehingga, dapat dikatakan, dengan memberikan stimulasi, orangtua juga memberikan bekal bagi anaknya untuk dapat bersosialisasi hingga bekerja saat sudah dewasa.
Wanita yang mendapatkan gelar Doktor di Universitas Indonesia itu juga mengatakan di samping stimulasi kegiatan, anak-anak down syndrome juga harus menerima imunisasi yang sama seperti anak-anak normal lainnya.
Imunisasi menjadi lebih penting bagi yang mengalami trisonomi 21 karena mereka lebih rentan untuk mengalami komplikasi penyakit akibat lebihnya jumlah kromosom yang dimiliki di dalam tubuhnya.
“Imunisasi itu penting karena mereka lebih rentan tertular penyakit, diupayakan semaksimal mungkin agar ia pun dapat tetap sehat,” ujar Lydia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
- 10Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun




