Mengenal Berbagai Jenis Psikoterapi dan Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

AKURAT.CO Psikoterapi merupakan salah satu metode pengobatan yang digunakan untuk membantu individu yang mengalami gangguan kejiwaan, seperti depresi, stres berat, atau kecemasan.
Terapi ini sering disebut sebagai talking therapy atau terapi bicara karena prosesnya melibatkan percakapan antara terapis dan pasien untuk membahas permasalahan yang sedang dihadapi.
Pelaksanaan psikoterapi dilakukan di bawah pengawasan dan bimbingan tenaga profesional, seperti psikiater, psikolog, konselor, atau terapis.
Tujuan utamanya adalah membantu pasien memahami dirinya lebih baik, mengenali akar permasalahan yang dialami, serta mengembangkan pola pikir dan perilaku yang lebih positif agar kualitas hidupnya meningkat.
Seluruh sesi psikoterapi bersifat rahasia dan hanya melibatkan pasien dengan terapis di dalam ruangan.
Setiap terapis yang menangani pasien sudah memiliki sertifikasi dan kompetensi profesional untuk memberikan terapi sesuai kebutuhan pasien.
Baca Juga: Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Psikolog, Psikiater Dan Konselor
Jenis-Jenis Psikoterapi
1. Psikoanalisis
Tujuan utama terapi psikoanalisis adalah membantu pasien menyadari konflik, emosi, atau dorongan bawah sadar yang selama ini ditekan agar dapat dihadapi secara lebih rasional dan realistis.
Dalam prosesnya, terapis berperan mempersiapkan pasien untuk menghadapi hal-hal yang menimbulkan kecemasan setelah diungkapkan. Terapi ini biasanya berlangsung selama 3–6 tahun dengan frekuensi empat kali sesi per minggu.
2. Psikoterapi Psikoanalitik
Psikoterapi psikoanalitik merupakan bentuk yang telah dimodifikasi dari psikoanalisis. Terapi ini berfokus pada konflik dan dinamika pasien yang terjadi saat ini.
Terapis akan melakukan anamnesis untuk mencari pemicu pikiran negatif, kemudian membimbing pasien mengubah pola pikir tersebut agar lebih siap dalam menghadapi masalah.
3. Terapi Kognitif
Terapi kognitif adalah terapi terstruktur jangka pendek yang berfokus pada kerja sama aktif antara pasien dan terapis untuk mencapai tujuan tertentu. Pendekatan ini menitikberatkan pada cara pasien memandang suatu masalah, serta membantu mengubah pola pikir negatif menjadi lebih realistis dan adaptif.
4. Terapi Perilaku
Terapi perilaku bertujuan menghilangkan kebiasaan atau sikap yang maladaptif dan menggantinya dengan perilaku yang lebih positif. Metode ini didasarkan pada teori pembelajaran (learning theory), termasuk pembiasaan klasik dan operan. Pasien akan dibimbing untuk mengatur emosi dan membangun respons positif terhadap stres.
5. Psikoterapi Suportif
Psikoterapi suportif diberikan untuk membantu pasien yang sedang mengalami krisis atau trauma psikologis. Terapis akan memberikan penjelasan rasional mengenai gejala yang muncul akibat cara berpikir atau sikap terhadap masalah. Tujuannya adalah memperkuat, membimbing, dan menumbuhkan kembali kepercayaan diri pasien agar mampu menghadapi masalahnya.
6. Terapi Kelompok
Terapi kelompok merupakan bentuk psikoterapi yang berfokus pada pembelajaran hubungan interpersonal. Dalam sesi ini, individu dengan masalah serupa berkumpul untuk saling berbagi pengalaman dan mengembangkan perilaku baru di bawah bimbingan terapis profesional. Tujuan utamanya adalah memperbaiki dinamika hubungan sosial, keluarga, atau pasangan.
7. Terapi Keluarga
Terapi keluarga adalah bentuk khusus dari terapi kelompok yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Dasar pemikirannya adalah bahwa gangguan yang dialami satu anggota keluarga sering kali mencerminkan ketidakseimbangan dalam sistem keluarga. Terapi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan komunikasi antar anggota keluarga agar tercipta hubungan yang lebih sehat.
8. Terapi Penerimaan dan Komitmen (Acceptance and Commitment Therapy/ACT)
ACT membantu pasien menyadari, menerima, dan mengelola emosi tanpa menyangkalnya (denial).
Pasien akan diarahkan untuk menerima perasaan yang muncul, kemudian berkomitmen mengubah pola pikir dan perilaku agar lebih adaptif terhadap tekanan hidup.
9. Hipnoterapi
Hipnoterapi menggunakan teknik hipnosis untuk membantu pasien mencapai kondisi rileks dan fokus. Dalam kondisi ini, terapis memberikan sugesti positif kepada alam bawah sadar pasien untuk mengubah perilaku atau emosi negatif. Tujuan utamanya adalah membantu pasien mengendalikan kebiasaan dan emosi yang mengganggu.
10. Rehabilitasi Sosial
Rehabilitasi sosial bertujuan mempersiapkan individu agar dapat kembali berfungsi di lingkungan sosial dan keluarganya.
Dalam prosesnya, pasien dibimbing untuk mengembangkan keterampilan sesuai minat dan bakatnya melalui kegiatan seperti kelompok bermain, olahraga, atau pelatihan kerja.
Terapis juga memberikan edukasi kepada keluarga agar dapat mendukung proses pemulihan pasien.
Kondisi Psikologis yang Membutuhkan Psikoterapi
Psikoterapi diberikan kepada individu dengan masalah psikologis atau gejala gangguan mental yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari maupun hubungan sosialnya. Beberapa kondisi yang memerlukan psikoterapi antara lain:
-
Gangguan kecemasan: OCD, fobia, PTSD
-
Gangguan mood: Depresi, gangguan bipolar
-
Kecanduan: Alkohol, obat-obatan
-
Gangguan makan: Anoreksia, bulimia
-
Gangguan perilaku: ADHD, conduct disorder, gangguan disosiatif
-
Perilaku negatif: Mudah marah, agresif, atau merugikan orang lain
-
Perubahan kebiasaan: Emotional eating, perubahan pola tidur
-
Kecenderungan bunuh diri: Munculnya pikiran atau keinginan untuk mengakhiri hidup
Jika kamu merasa mengalami gejala di atas, hindari melakukan self-diagnosed. Segera konsultasikan kondisimu dengan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Psikolog, Psikiater Dan Konselor
Manfaat Utama Psikoterapi
1. Mengelola Masalah Kesehatan Mental
Psikoterapi membantu meringankan gejala serta menemukan akar penyebab berbagai gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, gangguan makan, dan PTSD.
Melalui sesi terapi, pasien dibimbing untuk memahami kondisi yang dialami serta belajar strategi mengelola emosi secara lebih sehat.
2. Mengembangkan Keterampilan Mengatasi Masalah
Melalui bimbingan terapis, individu dapat mengasah kemampuan pemecahan masalah, berkomunikasi secara asertif, dan menghadapi stres dengan cara yang lebih efektif. Keterampilan ini membantu pasien menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan hidup.
3. Meningkatkan Kesadaran Diri
Psikoterapi membantu seseorang memahami dirinya lebih dalam mulai dari cara berpikir, pola emosi, hingga perilaku yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Dengan kesadaran ini, pasien dapat mempelajari cara memodifikasi pikiran dan perilaku yang tidak adaptif menjadi lebih positif.
4. Memperbaiki Hubungan Sosial
Melalui terapi, pasien dapat belajar berinteraksi dengan lebih sehat, memahami perspektif orang lain, serta memperbaiki hubungan yang terganggu akibat konflik, stres, atau perubahan besar dalam hidup. Psikoterapi juga membantu dalam proses adaptasi terhadap lingkungan sosial dan budaya baru.
5. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Psikoterapi membantu individu mengenali nilai dan potensi diri mereka, sehingga mampu membangun rasa percaya diri yang lebih kuat.
Dengan dukungan profesional, pasien dapat belajar menerima diri sendiri dan lebih berani dalam mengambil keputusan maupun menghadapi tantangan.
Nadia Nur Anggraini (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









