Akurat

Manfaat Akupuntur bagi Penderita Stroke, Terapi Pendukung yang Bantu Percepat Pemulihan

Herry Supriyatna | 11 Januari 2026, 23:39 WIB
Manfaat Akupuntur bagi Penderita Stroke, Terapi Pendukung yang Bantu Percepat Pemulihan

AKURAT.CO Stroke merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan gangguan serius pada fungsi tubuh.

Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik akibat penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).

Gangguan aliran darah tersebut membuat sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga mengalami kerusakan.

Dampak stroke sangat beragam, mulai dari kelumpuhan, gangguan bicara, kesulitan menelan, hingga penurunan daya ingat dan fungsi kognitif.

Selain pengobatan medis seperti fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara, akupuntur kini semakin banyak dimanfaatkan sebagai terapi pendukung untuk membantu mempercepat proses pemulihan pasien stroke.

Apa Itu Akupuntur?

Akupuntur merupakan metode pengobatan tradisional Tiongkok yang dilakukan dengan cara menusukkan jarum halus ke titik-titik tertentu pada tubuh.

Setiap titik akupuntur diyakini berhubungan dengan organ dan sistem tubuh tertentu.

Baca Juga: Panduan Lengkap Membagi Warisan Berupa Usaha agar Adil dan Bisnis Tetap Berjalan

Tujuan terapi ini adalah menyeimbangkan aliran energi atau qi (dibaca: chi) dalam tubuh agar fungsi organ dapat bekerja lebih optimal.

Dalam pendekatan medis modern, akupuntur dipercaya mampu menstimulasi sistem saraf, meningkatkan sirkulasi darah, serta merangsang pelepasan hormon endorfin yang membantu proses penyembuhan alami tubuh.

Manfaat Akupuntur bagi Penderita Stroke

Akupuntur tidak menggantikan pengobatan medis utama, namun dapat berperan sebagai terapi pendamping dalam proses rehabilitasi pasca stroke. Sejumlah manfaat yang sering dirasakan pasien antara lain:

1. Membantu Meningkatkan Fungsi Gerak

Banyak penderita stroke mengalami kelumpuhan atau kelemahan pada satu sisi tubuh.

Akupuntur dapat menstimulasi saraf dan otot yang mengalami gangguan, sehingga membantu meningkatkan kekuatan otot, koordinasi gerak, dan refleks tubuh.

2. Melancarkan Sirkulasi Darah ke Otak

Stimulasi jarum akupuntur dipercaya mampu memperbaiki aliran darah, termasuk ke area otak yang terdampak stroke.

Dengan aliran darah yang lebih baik, suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak dapat meningkat dan mendukung proses pemulihan sel saraf.

3. Membantu Pemulihan Kemampuan Bicara dan Menelan

Gangguan bicara (afasia) dan kesulitan menelan sering dialami pasien stroke.

Akupuntur dapat membantu menstimulasi area otak dan saraf yang mengatur fungsi tersebut, sehingga terapi wicara dan terapi menelan menjadi lebih efektif.

4. Mengurangi Kekakuan dan Nyeri Otot

Pasien stroke kerap mengalami spastisitas atau kekakuan otot.

Akupuntur dapat membantu merilekskan otot, memperlancar peredaran darah, serta merangsang pelepasan endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami.

Baca Juga: Laptop Lama Mengisi Daya dan Tak Kunjung Penuh? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

5. Meningkatkan Keseimbangan dan Koordinasi Tubuh

Gangguan keseimbangan merupakan masalah umum pasca stroke.

Dengan menstimulasi titik-titik tertentu, akupuntur membantu memperbaiki komunikasi antara sistem saraf pusat dan otot, sehingga koordinasi dan keseimbangan tubuh dapat membaik.

6. Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur dan Ketenangan

Tidak sedikit penderita stroke mengalami gangguan tidur, stres, dan kecemasan.

Akupuntur dapat memberikan efek relaksasi pada sistem saraf, membantu menurunkan stres, serta memperbaiki kualitas tidur yang sangat penting bagi proses pemulihan.

Waktu yang Tepat untuk Menjalani Akupuntur

Terapi akupuntur umumnya dapat dilakukan setelah kondisi pasien stabil, biasanya beberapa minggu setelah serangan stroke.

Pada tahap awal, terapi bisa dilakukan secara rutin sebanyak 2–3 kali per minggu, kemudian disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasien.

Terapi ini sebaiknya dilakukan oleh praktisi akupuntur bersertifikat dan berpengalaman, khususnya dalam menangani pasien stroke, guna memastikan keamanan dan ketepatan teknik yang digunakan.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Meski relatif aman, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani terapi akupuntur, antara lain:

  • Pasien dengan gangguan pembekuan darah atau yang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

  • Pastikan jarum yang digunakan steril dan sekali pakai.

  • Segera informasikan kepada terapis jika muncul keluhan seperti pusing, nyeri berlebihan, atau perdarahan yang tidak wajar.

Dengan pendekatan yang tepat dan dilakukan secara profesional, akupuntur dapat menjadi terapi pendukung yang membantu meningkatkan kualitas hidup dan mempercepat pemulihan pasien pasca stroke.

Baca Juga: Tips Merawat Bayi Baru Lahir agar Tetap Hangat dan Sehat

Laporan: Bunga Adinda/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.