Akurat

Tekanan Darah Tinggi Bisa Picu Stroke, Ini Cara Mencegahnya Sejak Dini

Herry Supriyatna | 29 Desember 2025, 20:46 WIB
Tekanan Darah Tinggi Bisa Picu Stroke, Ini Cara Mencegahnya Sejak Dini

AKURAT.CO Stroke menjadi salah satu komplikasi paling berbahaya akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Kondisi ini tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup secara drastis.

Karena itu, memahami langkah pencegahan stroke pada penderita hipertensi sangat penting untuk mengurangi risiko fatal di kemudian hari.

Penyebab Stroke dan Peran Tekanan Darah Tinggi

Mengacu pada National Heart, Lung, and Blood Institute, stroke terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu secara tiba-tiba.

Gangguan ini dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik).

Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama membuat pembuluh darah bekerja di bawah tekanan berlebih. Akibatnya, dinding arteri menjadi kaku dan mudah rusak.

Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan maupun pendarahan, sehingga penderita hipertensi memiliki peluang lebih besar mengalami kedua jenis stroke tersebut.

Baca Juga: Kardiomiopati, Lemah Jantung yang Sering Datang Diam-diam

Cara Mencegah Stroke pada Penderita Tekanan Darah Tinggi

1. Aktif Berolahraga Secara TeraturLakukan aktivitas fisik seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang selama 30–45 menit per sesi. Olahraga membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah secara alami.

2. Terapkan Pola Makan Sehat dan Seimbang

Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan tinggi serat. Batasi asupan garam, lemak jenuh, serta gula berlebih karena dapat memicu kenaikan tekanan darah dan kolesterol.

3. Hentikan Kebiasaan Merokok

Rokok mempersempit pembuluh darah dan mempercepat kerusakan dinding arteri. Berhenti merokok terbukti dapat memperbaiki sirkulasi darah dan menurunkan risiko stroke secara signifikan.

4. Batasi Konsumsi Alkohol

Minum alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah. Membatasi atau menghentikan konsumsi alkohol membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

5. Minum Obat Hipertensi Secara Teratur

Patuhi anjuran dokter dan konsumsi obat tekanan darah sesuai dosis yang diresepkan. Menghentikan obat secara sepihak justru meningkatkan risiko komplikasi serius.

6. Cukupi Waktu Istirahat dan Kelola Stres

Tidur yang cukup dan pengelolaan stres yang baik berperan penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah.

7. Menjaga dan Menurunkan Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan memberi tekanan tambahan pada sistem peredaran darah. Menurunkan berat badan dapat membantu menurunkan tekanan darah secara bertahap.

Baca Juga: 10 Pulau Kecil di Sulawesi dengan Spot Snorkeling Terindah

Stroke merupakan komplikasi serius dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah dan memicu penyumbatan maupun pendarahan di otak.

Namun, risiko ini dapat ditekan dengan menerapkan gaya hidup sehat, disiplin mengonsumsi obat hipertensi, serta menjaga tekanan darah tetap stabil.

Langkah pencegahan yang konsisten menjadi kunci utama untuk melindungi kesehatan otak dan mempertahankan kualitas hidup jangka panjang.

Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.