Akurat

Mekanisme Menggigil Saat Kedinginan dan Cara Kerjanya dalam Tubuh

Ratu Tiara | 2 Januari 2026, 20:22 WIB
Mekanisme Menggigil Saat Kedinginan dan Cara Kerjanya dalam Tubuh

AKURAT.CO Saat suhu udara turun drastis, tubuh manusia punya cara khas untuk memberi peringatan melalui kondisi menggigil.

Sensasi tubuh bergetar halus yang terkadang berubah menjadi gemetar tak terkendali ini sering muncul tanpa bisa ditahan, baik ketika seseorang berada di dataran tinggi, kehujanan, berada di ruangan ber-AC terlalu dingin, atau bahkan saat mengalami demam akibat infeksi.

Meski terlihat sederhana, menggigil sebenarnya adalah proses biologis kompleks yang berlangsung cepat untuk satu tujuan, yakni membuat tubuh tetap hidup.

Baca Juga: Tidak Sempat Dievakuasi, Pria 53 Tahun Tewas Kedinginan

Menggigil: Alarm Otomatis Ketika Suhu Tubuh Menurun

Menggigil terjadi ketika tubuh mendeteksi bahwa suhunya mulai turun di bawah batas yang dianggap aman.

Di mana pun seseorang berada mau itu di gunung, di jalan yang diguyur hujan, atau bahkan di kamar tidur, sistem saraf akan memberikan sinyal ke otak bahwa tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada memproduksinya.

Mengapa tubuh perlu memberi reaksi secepat itu? Karena suhu tubuh manusia yang ideal berada di kisaran 36–37 derajat Celsius. Ketika turun beberapa derajat saja, organ-organ vital mulai bekerja tidak stabil.

Menggigil adalah cara tercepat tubuh menghasilkan panas tambahan melalui kontraksi otot berulang yang dilakukan tanpa kendali sadar.

Bagi sebagian orang, menggigil bahkan bisa muncul bersamaan dengan keringat dingin. Ini terjadi karena tubuh berada dalam kondisi darurat yang memaksanya menaikkan dan menurunkan panas sekaligus misalnya ketika demam tinggi akibat infeksi.

Baca Juga: Tubuh Menggigil Pertanda Penyakit, 10 Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh Saat Kita Menggigil

Begitu tubuh merasakan dingin, otak tepatnya bagian hipotalamus akan mengeluarkan perintah untuk mempertahankan suhu inti. Dari sinilah rangkaian respons lain muncul:

  • Pembuluh darah di kulit menyempit untuk mengurangi pelepasan panas,
  • Produksi keringat dihentikan agar tubuh tidak makin kehilangan suhu,
  • Otot-otot mulai berkontraksi cepat seperti getaran kecil yang lama-lama berubah menjadi gemetar berat.

Kontraksi ini yang kita kenal sebagai menggigil. Setiap kontraksi menghasilkan sedikit panas.

Jika dilakukan cepat dan terus menerus, panas itu membantu menaikkan suhu tubuh secara perlahan.

Pada kondisi ekstrem, seperti mendaki di bawah suhu rendah atau terkena hujan berangin, tubuh bisa menggigil lebih keras karena kehilangan panas lebih cepat daripada memproduksi panas. Di sinilah risiko hipotermia mulai muncul.

Waspada Menggigil yang Membahayakan

Menggigil bukan selalu soal kedinginan. Tubuh juga bisa menggigil ketika seseorang mengalami infeksi bakteri atau virus.

Siapa pun bisa mengalaminya, yakni anak-anak, orang dewasa, atau lansia. Ketika demam mulai naik, tubuh “mengira” suhunya terlalu rendah dibandingkan target temperatur baru yang ditetapkan otak.

Akibatnya, tubuh menggigil untuk mengejar suhu tersebut.

Menggigil yang berlangsung terus menerus, disertai kepala pusing, tangan membiru, atau kesadaran menurun, bisa menjadi tanda darurat medis.

Bagaimana kondisi ini terjadi? Karena tubuh mulai memasuki fase hipotermia, situasi di mana suhu tubuh turun di bawah 35°C. Tanpa penanganan cepat, fungsi organ vital dapat terganggu.

Mengapa Ada Orang yang Cepat Menggigil?

Setiap orang punya batas toleransi dingin yang berbeda. Faktor-faktor seperti berikut dapat membuat seseorang lebih mudah menggigil:

  • Lapisan lemak tubuh yang tipis membuat panas lebih mudah hilang.
  • Pakaian yang basah, terutama habis kehujanan, mempercepat penurunan suhu.
  • Kurang makan membuat tubuh kekurangan bahan bakar untuk memproduksi panas.
  • Kurang tidur dan stres bisa menurunkan stabilitas sistem pengatur suhu.
  • Infeksi, flu, atau demam membuat tubuh mengatur ulang temperatur secara mendadak.

Pada anak-anak, menggigil cenderung lebih cepat muncul karena mereka kehilangan panas lebih cepat dibanding orang dewasa.

Kenapa Tubuh Bisa Menggigil Tapi Berkeringat?

Banyak orang mengira keringat hanya muncul ketika panas. Padahal, orang yang sangat kedinginan atau mengalami demam tinggi juga dapat mengeluarkan keringat dingin.

Ini adalah bentuk respons darurat ketika tubuh sedang berusaha menyeimbangkan diri antara produksi panas dan pembuangan panas.

Keringat dingin sering muncul ketika tubuh berusaha menurunkan panas inti yang terlalu tinggi, sementara menggigil terjadi ketika tubuh ingin menaikkan panas inti.

Dua kondisi ini bisa terjadi berurutan dalam waktu singkat pada orang yang sedang demam.

Bagaimana Cara Menghentikan Tubuh yang Menggigil

Menggigil bisa mereda dengan sendirinya ketika suhu tubuh kembali stabil. Namun jika tubuh terus-menerus kehilangan panas, menggigil tidak akan berhenti tanpa intervensi.

Beberapa langkah paling efektif antara lain:

  • Berpindah ke tempat yang lebih hangat,
  • Mengganti pakaian basah dengan pakaian kering dan tebal,
  • Mengonsumsi makanan hangat atau minuman panas,
  • Menghangatkan tubuh dengan selimut atau jaket berlapis,
  • Mandi air hangat jika sebelumnya terkena hujan atau angin.

Untuk kasus menggigil akibat demam, istirahat cukup dan konsumsi cairan hangat sangat membantu.

Bila menggigil disertai demam tinggi yang tidak turun-turun, segera cari bantuan medis.

Mutiara MY (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R