Gejala TBC pada Anak Berbeda dari Dewasa, Orang Tua Perlu Waspada!

AKURAT.CO Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang perlu diwaspadai, terutama pada anak.
Banyak orang tua mengira gejala TBC pada anak sama dengan orang dewasa, padahal kenyataannya berbeda. Perbedaan inilah yang kerap menyebabkan TBC pada anak terlambat terdeteksi.
Oleh karena itu, memahami perbedaan gejala TBC pada anak dan orang dewasa menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serta mempercepat penanganan.
Mengutip Ikatan Apoteker Indonesia, pada anak, infeksi TBC umumnya bermula di bagian dalam jaringan paru yang tidak memicu refleks batuk. Akibatnya, gejala khas seperti batuk berdahak—yang lazim terjadi pada orang dewasa—sering kali tidak muncul.
Kondisi ini membuat pola penyakit, gejala klinis, hingga potensi penularan TBC pada anak terlihat berbeda dibandingkan orang dewasa, sehingga kerap luput dari perhatian.
Perbedaan TBC pada Anak dan Orang Dewasa
Dirangkum dari Hello Sehat, berikut sejumlah perbedaan penting TBC pada anak dan orang dewasa:
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Murah dan Enak di Jogja yang Wajib Dikunjungi Saat Libur Nataru
1. Pola Penularan
TBC menular melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Namun, anak jarang tertular dari sesama anak.
Sumber penularan paling umum justru berasal dari orang dewasa penderita TBC yang tinggal serumah atau berada di lingkungan terdekat.
2. Perkembangan Penyakit
Baik anak maupun dewasa mengalami tiga tahap TBC, yakni infeksi awal, TBC laten, dan TBC aktif.
Perbedaannya, anak lebih cepat berkembang ke fase TBC aktif—dalam hitungan minggu atau bulan—sedangkan pada orang dewasa proses ini bisa berlangsung bertahun-tahun.
3. Proses Diagnosis
Diagnosis TBC pada anak umumnya diawali dengan uji Mantoux, lalu dilanjutkan dengan rontgen dada, pemeriksaan dahak, atau tes darah bila diperlukan.
Deteksi pada anak lebih sulit karena gejalanya kerap menyerupai penyakit umum seperti infeksi saluran pernapasan atau pneumonia.
Gejala TBC pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda TBC pada anak antara lain:
-
Batuk berkepanjangan (kering atau berdahak) yang semakin memburuk
-
Nafsu makan menurun sehingga asupan nutrisi berkurang
-
Anak tampak lemas, cepat lelah, dan kurang aktif bermain
-
Demam lebih dari dua minggu tanpa penyebab jelas, bersifat naik-turun
-
Berkeringat berlebihan saat tidur hingga pakaian atau sprei basah
-
Pembesaran kelenjar getah bening, terutama di leher atau ketiak
-
Batuk disertai darah (pada kondisi yang lebih berat)
-
Sesak atau sulit bernapas jika infeksi paru sudah luas
-
Berat dan tinggi badan sulit naik akibat gangguan penyerapan nutrisi
Pengobatan TBC pada Anak
Mengutip Alo Dokter, pengobatan TBC aktif pada anak dilakukan dengan kombinasi obat selama minimal enam bulan.
Baca Juga: Mendagri: Kesiapan Daerah Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera
Pada dua bulan pertama, anak biasanya mendapatkan isoniazid, rifampicin, dan pyrazinamid. Selanjutnya, terapi dilanjutkan selama empat bulan dengan rifampicin dan isoniazid.
Tidak semua obat TBC dewasa aman untuk anak. Obat seperti ethambutol umumnya dihindari karena berisiko menimbulkan gangguan penglihatan.
TBC pada anak memiliki gejala dan perkembangan yang berbeda dari orang dewasa.
Gejalanya sering tidak khas, seperti penurunan nafsu makan, berat badan sulit naik, demam lama, cepat lelah, hingga batuk berkepanjangan yang kerap dianggap penyakit ringan.
Karena anak lebih cepat berkembang ke tahap TBC aktif, deteksi dini sangat krusial. Jika muncul tanda-tanda mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan medis agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Dengan pengobatan yang tepat dan teratur, TBC pada anak dapat disembuhkan.
Memahami perbedaan gejala TBC pada anak dan orang dewasa menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan keluarga sekaligus mencegah penularan lebih luas.
Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








