Akurat

Apakah TBC Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Lengkap, Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Naufal Lanten | 3 Desember 2025, 19:37 WIB
Apakah TBC Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Lengkap, Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

 

AKURAT.CO Indonesia masih berada di posisi ketiga sebagai negara dengan jumlah penderita TBC tertinggi di dunia, setelah India dan Cina. Angka tersebut menunjukkan bahwa penyebaran tuberkulosis masih menjadi tantangan besar di Tanah Air. Banyak orang yang belum memahami apa itu TBC, bagaimana gejalanya muncul, hingga seberapa besar peluang penyakit ini untuk disembuhkan.

Padahal, mengenali tanda-tandanya sejak awal sangat penting. Semakin cepat seseorang mendapatkan pengobatan yang tepat, semakin besar peluangnya untuk pulih sepenuhnya tanpa komplikasi.


Apa Itu TBC dan Bagaimana Penyakit Ini Bisa Menyerang?

Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi tidak menutup kemungkinan menyebar ke organ lain seperti otak, tulang belakang, ginjal, hingga sistem saraf.

Dalam banyak kasus, penderita TBC mengalami batuk berkepanjangan sebagai gejala utama. Namun, infeksi ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, tergantung organ yang terlibat. TBC juga bersifat menular, terutama melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Meski begitu, risiko penularannya tergolong rendah jika tidak terjadi kontak yang lama atau intens.

Yang perlu diingat, TBC bisa berbahaya bila tidak ditangani. Infeksi yang dibiarkan dapat berkembang menjadi kondisi berat dan berpotensi menyebabkan kematian.


Gejala TBC yang Perlu Kamu Kenali Sejak Dini

TBC dapat menyerang siapa saja—baik orang dewasa maupun anak-anak. Gejalanya bisa berbeda tergantung bagian tubuh yang terkena infeksi. Berikut keluhan yang umum dialami:

Batuk Berkepanjangan

Batuk yang tidak kunjung berhenti selama lebih dari dua minggu merupakan ciri paling khas. Pada tahap lebih berat, batuk dapat disertai dahak kental atau bahkan bercak darah.

(Baca Juga: Hati-hati, kenali perbedaan batuk TBC dan batuk biasa!)

Nafsu Makan Menurun

Banyak penderita merasa tidak selera makan. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena tubuh memerlukan asupan gizi untuk melawan infeksi.

Berat Badan Turun Drastis

Penurunan berat badan terjadi akibat kombinasi kurang makan dan tubuh yang terus-menerus berjuang melawan bakteri.

Keringat Malam

Produksi keringat yang berlebihan, terutama di malam hari, biasanya dipicu oleh peningkatan suhu tubuh saat sistem imun bekerja lebih keras.

Mudah Lelah dan Sesak Napas

Infeksi pada paru-paru dapat membuat penderitanya cepat lelah dan mengalami napas pendek.

Muncul Benjolan di Leher

Pada TBC kelenjar, pembengkakan kelenjar getah bening dapat menimbulkan benjolan kenyal, umumnya di bagian leher.

Pembengkakan Pada Persendian

Jika bakteri menyerang tulang, perdangan dapat menyebabkan pembengkakan di persendian seperti lutut dan panggul.


Pertanyaan Utama: Apakah TBC Bisa Sembuh?

Banyak orang mengkhawatirkan apakah TBC bisa sembuh sepenuhnya. Kabar baiknya: TBC sangat bisa disembuhkan, asalkan pengobatan dilakukan sesuai anjuran dokter.

Pengobatan TBC dilakukan dengan kombinasi antibiotik khusus yang harus diminum dalam jangka panjang, minimal 6 bulan. Lama pengobatan dapat berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan serta jenis TBC—apakah sensitif obat atau resisten obat.

Seluruh rangkaian terapi harus dijalankan tanpa putus, meskipun pasien merasa sudah membaik di awal. Pengobatan dinyatakan berhasil ketika hasil pemeriksaan menunjukkan bakteri penyebab TBC sudah tidak ditemukan lagi di tubuh.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi, seperti:

  • Kepatuhan mengonsumsi obat sesuai jadwal

  • Kondisi daya tahan tubuh

  • Adanya penyakit lain seperti HIV/AIDS, diabetes, atau gangguan gizi

  • Jenis TBC yang diderita

  • Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar

Di Indonesia, pengobatan TBC bisa didapatkan secara gratis di puskesmas dan fasilitas kesehatan pemerintah. Artinya, tidak ada alasan untuk menunda atau menghentikan pengobatan sebelum tuntas.


Risiko Jika Pengobatan TBC Tidak Dijalanan Sampai Selesai

Menghentikan terapi sebelum waktunya justru sangat berbahaya. Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:

  • Bakteri tetap hidup dan berkembang, membuat infeksi tidak sembuh

  • TBC dapat menyebar ke organ lain, memicu komplikasi serius

  • Bakteri berpotensi menjadi kebal terhadap obat (TBC resisten obat), sehingga membutuhkan pengobatan yang lebih lama dan lebih kompleks

Tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa TBC tidak dapat disembuhkan. Namun, tanpa kedisiplinan menjalani terapi, peluang sembuh dapat menurun drastis.


Bisakah TBC Kambuh Lagi Setelah Sembuh?

Jawabannya: bisa. Orang yang pernah terinfeksi memiliki risiko lebih tinggi untuk kembali tertular, terutama jika daya tahan tubuh menurun atau sering terpapar penderita TBC aktif.

Jika TBC kambuh untuk kedua kalinya, proses pengobatannya biasanya lebih panjang.


Cara Mencegah Penularan dan Kambuhnya TBC

Meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan adalah langkah sederhana namun efektif. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh tetap optimal juga dapat mengurangi risiko infeksi. Penggunaan masker di tempat umum atau saat berada dekat dengan penderita TBC sangat dianjurkan.

Ventilasi dan sirkulasi udara yang baik juga berperan penting dalam mencegah penularan. Jika kamu tinggal serumah dengan penderita TBC, pastikan ruangan tidak pengap dan mendapat sinar matahari.

Untuk anak-anak, pemberian vaksin BCG menjadi bentuk perlindungan utama. Orang dewasa yang pernah kontak langsung dengan penderita TBC juga bisa mendapatkan vaksin sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.


Kesimpulan: TBC Bisa Sembuh, Dengan Syarat Terapi Dijalankan Disiplin

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang bisa menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani. Namun, dengan pengobatan yang tepat dan disiplin, peluang sembuh sangat tinggi. Kedisiplinan menjalani terapi, dukungan keluarga, hingga kebiasaan menjaga daya tahan tubuh menjadi kunci keberhasilan pengobatan.

Kalau kamu ingin terus mendapatkan informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami, pantau terus update terbaru di AKURAT.CO.

Baca Juga: Tips Sterilisasi Ruangan Setelah Ditempati Penderita TBC, Dijamin Lebih Aman

Baca Juga: 7 Cara Jaga Imun Tubuh Saat Sedang Jalani Terapi TBC

 

FAQ

1. Apa itu TBC?

TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi bisa menyebar ke organ lain seperti tulang belakang, ginjal, otak, dan kelenjar getah bening.


2. Apakah TBC bisa sembuh total?

Ya, TBC bisa sembuh total selama pasien menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter dan tidak menghentikannya sebelum waktunya. Setelah rangkaian terapi selesai dan bakteri tidak lagi terdeteksi, pasien dapat dinyatakan sembuh.


3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari TBC?

Durasi pengobatan standar TBC adalah minimal 6 bulan. Pada kasus TBC resisten obat atau pasien dengan penyakit penyerta tertentu, waktu pengobatan bisa lebih lama.


4. Apa saja gejala awal TBC yang perlu diwaspadai?

Beberapa gejala umum TBC meliputi:

  • Batuk yang tidak berhenti lebih dari 2 minggu

  • Turunnya nafsu makan

  • Penurunan berat badan drastis

  • Berkeringat di malam hari

  • Mudah lelah

  • Sesak napas

  • Muncul benjolan di leher (TBC kelenjar)

  • Pembengkakan sendi (TBC tulang)


5. Apakah TBC menular?

TBC dapat menular melalui percikan udara (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Namun, tingkat penularannya relatif rendah dan biasanya terjadi melalui kontak dekat dalam jangka waktu lama.


6. Bisakah TBC kambuh lagi setelah sembuh?

Bisa. Mantan penderita TBC memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi ulang, terutama jika daya tahan tubuh menurun atau pengobatan sebelumnya tidak tuntas.


7. Apa yang terjadi jika pengobatan TBC tidak dijalankan dengan disiplin?

Jika pasien tidak patuh minum obat secara teratur, risiko yang bisa muncul antara lain:

  • Penyakit tidak sembuh total

  • Bakteri menyerang organ lain

  • Terjadi TBC resisten obat yang lebih sulit dan lebih lama disembuhkan


8. Apakah pengobatan TBC di Indonesia gratis?

Ya. Pemerintah menyediakan pengobatan TBC secara gratis di puskesmas dan rumah sakit yang bekerja sama dengan program nasional penanggulangan TBC.


9. Bagaimana cara mencegah penularan TBC?

Pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Memastikan lingkungan memiliki sirkulasi udara yang baik

  • Menggunakan masker di area ramai

  • Menjaga daya tahan tubuh

  • Menghindari kontak terlalu dekat dengan penderita TBC aktif

  • Memberikan vaksin BCG pada bayi atau orang yang berisiko tinggi


10. Kapan harus ke dokter untuk periksa TBC?

Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami batuk lebih dari 2 minggu, penurunan berat badan drastis, atau gejala lain yang mengarah ke TBC. Semakin cepat didiagnosis, semakin besar peluang sembuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.