Akurat

7 Cara Jaga Imun Tubuh Saat Sedang Jalani Terapi TBC

Eko Krisyanto | 22 November 2025, 20:49 WIB
7 Cara Jaga Imun Tubuh Saat Sedang Jalani Terapi TBC
 
AKURAT.CO Terapi tuberkulosis (TBC) bukan hanya soal minum obat secara rutin, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu menjaga kondisi tubuhnya tetap kuat sepanjang proses penyembuhan.
 
Saat masa pengobatan yang cukup panjang, menjaga sistem imun menjadi hal yang sangat penting agar tubuh dapat melawan infeksi secara optimal.
 
Pasien harus memahami cara mempertahankan daya tahan tubuh selama terapi TBC agar dapat mencapai kesembuhan yang lebih cepat.
 
Dalam menjalani terapi, tubuh membutuhkan dukungan gaya hidup sehat agar tetap mampu bertahan dari efek samping obat serta infeksi bakteri yang masih aktif.
 
Dilansir dari HaloDoc, gaya hidup sehat dan pola makan bernutrisi berperan besar dalam membantu tubuh pasien TBC melawan infeksi selama masa pengobatan.
 
 
Kondisi fisik yang terjaga baik membuat respons imun bekerja lebih maksimal sehingga proses penyembuhan lebih efektif.
 
Cara menjaga imunitas tubuh selama terapi juga penting karena menentukan seberapa cepat tubuh merespons pengobatan dan seberapa kuat pasien menghadapi efek samping. Kondisi ini terjadi karena tubuh membutuhkan energi, nutrisi, serta istirahat untuk menjalankan terapi panjang yang biasanya berlangsung minimal enam bulan.
 
Untuk memahami lebih jauh bagaimana pasien TBC dapat mempertahankan kekuatan tubuh selama terapi berlangsung, berikut adalah tujuh cara menjaga imun tubuh saat sedang menjalani terapi TBC.
 

7 Cara Menjaga Imun Tubuh Saat Sedang Menjalani Terapi TBC

1. Mengonsumsi Obat Secara Teratur dan Sesuai Anjuran Dokter

Keberhasilan terapi TBC bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antituberkulosis sesuai dosis dan jadwal.
 
Terapi yang terputus dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal obat (drug-resistant TB) dan membuat perjalanan penyakit semakin berat.
 
Kepatuhan minum obat juga mencegah infeksi berkembang kembali dan memastikan tubuh memiliki perlindungan optimal selama masa penyembuhan.

2. Menerapkan Pola Makan Bergizi Seimbang

Pasien TBC membutuhkan asupan gizi lengkap seperti karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati, hingga vitamin serta mineral dari buah dan sayuran.
 
Malnutrisi terbukti dapat memperlemah sistem kekebalan tubuh sehingga membuat pasien lebih rentan terhadap infeksi lanjutan.
 
Nutrisi seimbang membantu tubuh memperbaiki jaringan yang rusak, meningkatkan energi, serta memperkuat respons imun terhadap bakteri TBC.

3. Istirahat yang Cukup dan Tidur Berkualitas

Tubuh juga membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar sistem kekebalan dapat regenerasi dan bekerja optimal. Kurang tidur dapat meningkatkan tingkat stres tubuh dan menurunkan daya tahan, sehingga memperlambat perbaikan fungsi paru-paru.
 
Pasien disarankan menjaga jam tidur teratur, menghindari aktivitas berat pada malam hari, dan memastikan lingkungan tidur yang nyaman.

4. Melakukan Aktivitas Fisik Ringan Secara Teratur

Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai, peregangan, atau latihan pernapasan dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru serta sirkulasi darah. Aktivitas ini mampu mendukung metabolisme tubuh dan mengurangi kelelahan berlebihan yang sering dialami pasien TBC.

5. Menjaga Lingkungan Tetap Bersih dan Memiliki Ventilasi Baik

Bakteri TBC dapat bertahan di udara yang lembap dan tidak memiliki sirkulasi baik.
 
Maka dari itu, pasien disarankan untuk berada di ruang yang memiliki ventilasi memadai, mendapatkan cahaya matahari, dan rutin membuka jendela.
 
Lingkungan yang bersih dan memiliki aliran udara baik membantu menurunkan risiko penularan dan mendukung kesehatan paru-paru.

6. Menghindari Rokok dan Alkohol

Rokok dan alkohol dapat merusak sistem kekebalan tubuh serta memperparah kerusakan paru-paru.
 
Pasien TBC sangat disarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok sepenuhnya karena asap rokok membuat terapi menjadi tidak efektif.
 
Alkohol juga dapat mengganggu fungsi hati, yang merupakan organ penting untuk memproses obat TBC.

7. Melakukan Kontrol dan Pemeriksaan Rutin ke Fasilitas Kesehatan

Pemeriksaan rutin sangat penting untuk memantau perkembangan terapi, mengecek efek samping, serta memastikan obat bekerja efektif.
 
Pemeriksaan dapat meliputi rontgen dada, tes dahak, hingga evaluasi fungsi hati.
 
Kontrol rutin membantu tenaga medis menyesuaikan terapi jika diperlukan dan memastikan pasien tetap dalam kondisi aman.
 
Menjaga imun tubuh selama terapi TBC merupakan langkah vital yang menentukan keberhasilan pengobatan.
 
Dengan menerapkan tujuh cara di atas, pasien dapat memperkuat daya tahan tubuh dan meningkatkan peluang sembuh lebih cepat.
 
Konsistensi dan kedisiplinan adalah kunci utama untuk melewati masa terapi TBC dengan lebih kuat dan aman.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R