Akurat

Kenapa Gigi Bisa Copot Sendiri? Ini Penyebab dan Solusinya

Wahyu SK | 30 November 2025, 17:28 WIB
Kenapa Gigi Bisa Copot Sendiri? Ini Penyebab dan Solusinya

AKURAT.CO Gigi yang tiba-tiba copot sendiri tentu dapat membuat siapa pun panik. Kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga memengaruhi fungsi mengunyah, berbicara hingga rasa percaya diri.

Banyak orang mengira gigi hanya bisa lepas jika dicabut secara medis atau terkena benturan keras. Padahal ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan gigi tanggal dengan sendirinya tanpa disadari.

Kondisi gigi copot sendiri umumnya terjadi karena struktur penyangga gigi melemah. Mulai dari infeksi, kerusakan gigi yang parah hingga kebiasaan sehari-hari bisa membuat jaringan yang menahan gigi tidak lagi kuat.

Jika dibiarkan, satu gigi yang copot bisa diikuti gigi lainnya karena peradangan menyebar. Oleh sebab itu, memahami penyebabnya adalah langkah penting agar masalah ini bisa dicegah lebih awal.

Penyebab Gigi Copot Sendiri

Berikut berbagai penyebab yang dapat membuat gigi tiba-tiba copot sendiri:

1. Penyakit Gusi (Periodontitis)

Penyakit gusi atau periodontitis merupakan penyebab paling umum gigi mudah goyang hingga akhirnya copot. Peradangan pada gusi membuat jaringan penyangga gigi, termasuk tulang rahang melemah.

Saat infeksi terjadi dalam jangka panjang, gigi kehilangan fondasi yang kuat dan akhirnya lepas dengan sendirinya.

2. Karies atau Gigi Berlubang Parah

Lubang gigi yang dibiarkan dapat merusak enamel hingga ke akar.

Ketika kerusakan sudah menembus bagian dalam gigi dan menyebabkan infeksi, gigi akan melemah dan bisa lepas tanpa disadari. Kondisi ini biasanya diikuti oleh nyeri, bau mulut dan pembengkakan gusi.

3. Trauma atau Benturan pada Gigi

Benturan keras akibat kecelakan, olahraga, atau terjatuh dapat membuat gigi langsung tercabut.

Bahkan jika tidak langsung tanggal, trauma yang tidak ditangani bisa menyebabkan gigi perlahan goyang hingga akhirnya copot di kemudian hari.

4. Kebiasan Buruk Sehari-hari

Beberapa kebiasaan seperti menggertakkan gigi (bruxism), merokok, dan mengunyah makanan yang terlalu keras dapat mempercepat kerusakan gigi dan gusi.

Kebiasaan ini dapat melemahkan jaringan penyangga gigi sehingga gigi mudah longgar dan copot.

5. Penyakit Tertentu yang Melemahkan Jaringan Gusi

Kondisi seperti diabetes yang tidak terkontrol dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi gusi.

Ketika gusi sering meradang dan sulit pulih, gigi menjadi lebih mudah lepas. Hal ini sering terjadi tanpa gejala awal yang mencolok.

6. Pemasangan Alat Ortodontik yang Tidak Sesuai

Tekanan berlebihan dari kawat gigi atau alat ortodontik lainnya yang dipasang tidak tepat dapat membuat gigi bergerak secara tidak normal.

Jika pergerakan terlalu kuat atau arah tarikan tidak tepat, gigi bisa melemah dan berisiko copot sendiri.

Tanda-tanda Gigi Berisiko Copot

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan karena dapat menandakan bahwa gigi berisiko copot:

● Gigi terasa goyang atau bergerak ketika disentuh atau saat mengunyah
● Gusi mudah berdarah atau bernanah
● Gusi bengkak, nyeri, atau mengalami penurunan (receding gum)
● Bau mulut yang tidak hilang meski sudah membersihkan gigi
● Rasa tidak nyaman pada akar gigi.

Jika tanda-tanda ini mulai dirasakan, segera lakukan pemeriksaan sebelum gigi benar-benar copot.

Apa yang Harus Dilakukan jika Gigi Copot?

Jika gigi yang copot adalah gigi permanen, langkah cepat sangat menentukan keberhasilan pemasangan kembali.

Berikut yang dapat dilakukan:

● Ambil gigi yang copot, pegang bagian mahkota, jangan pegang akarnya
● Bilas sebentar dengan air bersih tanpa menggosok
● Jika memungkinkan, pasang kembali gigi ke soketnya
● Jika tidak bisa, simpan gigi dalam susu atau di dalam mulut
● Segera pergi ke dokter gigi dalam waktu maksimal 30 menit untuk peluang pemulihan terbaik.

Jika gigi tidak dapat diselamatkan, dokter dapat memberikan pilihan seperti gigi palsu, bridge atau implan.

Cara Mencegah Gigi Copot Sendiri

Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

● Menjaga kebersihan gigi dengan menyikat dua kali sehari dan melakukan flossing
● Mengurangi konsumsi makanan manis dan asam
● Rutin periksa gigi setiap enam bulan
● Menghindari merokok
● Menggunakan pelindung gigi saat olahraga
● Mengendalikan penyakit kronis seperti diabetes.

Gigi yang copot sendiri merupakan tanda bahwa kesehatan gusi dan jaringan penyangga sedang dalam kondisi bermasalah.

Penyebabnya bisa berupa penyakit gusi, karies parah, trauma, kebiasaan buruk, kondisi medis tertentu hingga pemasangan alat ortodontik yang tidak sesuai.

Dengan perawatan yang tepat dan pemeriksaan rutin, risiko gigi copot dapat dicegah dan kesehatan mulut tetap terjaga.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK