Diet Tapi Tetap Makan Gorengan, Apakah Aman?

AKURAT.CO Gorengan menjadi camilan favorit banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Meski kita sadar bahwa gorengan termasuk makanan yang kurang sehat, rasa gurih dan renyahnya sering kali membuat siapa pun sulit menolak.
Jenisnya pun beragam, mulai dari tempe, tahu, singkong, ubi, hingga berbagai variasi lainnya yang selalu pas dinikmati saat waktu senggang. Selain enak, harganya juga ramah di kantong.
Namun, di tengah kecintaan terhadap gorengan, banyak orang yang merasa was-was karena takut camilan ini membuat berat badan naik, terutama bagi mereka yang sedang menjalani program diet.
Dilansir dari Alodokter, orang yang sedang diet sebenarnya tetap boleh mengonsumsi gorengan asalkan masih berada dalam batas asupan kalori harian yang dianjurkan. Kuncinya adalah tidak berlebihan dan tetap memperhatikan porsinya.
Jika kamu ingin tahu bagaimana cara tetap menikmati gorengan tanpa menggagalkan diet, simak tips lengkapnya berikut ini!
Baca Juga: Viral Balita Tersiram Minyak Panas di Jogja, Akibat Tarik Gas Motor Tabrak Kompor Pedagang Gorengan
7 Tips Makan Gorengan Saat Diet
- Menggunakan Minyak Nabati
Supaya tetap bisa menikmati gorengan saat diet, pastikan gorengan tersebut tidak penuh dengan lemak jahat.
Pilih minyak yang mengandung lemak baik, misalnya minyak zaitun atau minyak nabati tertentu yang lebih sehat.
Hindari menggoreng dengan mentega, ya. Namun perlu diingat, tidak semua minyak dari tumbuhan cocok untuk metode deep frying.
Beberapa jenis minyak nabati atau minyak biji-bijian kurang stabil jika dipakai untuk menggoreng dalam minyak banyak.
-
Membuat Gorengan Sendiri
Gorengan buatan rumah tentu lebih aman dan sehat dibandingkan beli di luar.
Kamu bisa memilih minyak yang digunakan, mengatur lama menggoreng, hingga menentukan bahan-bahannya. Cara ini membantu mengurangi asupan lemak jahat dan menjaga kualitas gorengan yang kamu konsumsi.
-
Tidak Menggunakan Minyak Secara Berulang
Minyak yang dipakai berkali-kali akan menghasilkan lemak jenuh dan senyawa berbahaya. Karena itu, usahakan memakai minyak baru saat menggoreng.
Dengan begitu, gorengan yang kamu makan saat diet tetap lebih rendah kolesterol dan tidak memicu risiko kesehatan.
-
Menggunakan Kertas Penyerap Minyak
Setelah diangkat dari wajan, taruh gorengan di atas kertas minyak atau tisu khusus untuk menyerap minyak berlebih. Langkah ini membuat jumlah minyak pada gorengan berkurang sehingga lebih aman dikonsumsi saat diet.
-
Konsumsi Gorengan di Siang Hari
Gorengan lebih baik dimakan pada siang hari. Alasannya, tubuh masih memiliki banyak waktu untuk beraktivitas sehingga kalori dari gorengan bisa digunakan sebagai energi.
Jika sangat ingin makan gorengan di malam hari, usahakan sebelum pukul 19.00.
-
Perbanyak Minum Air Putih
Gorengan tetap boleh dikonsumsi selama tidak berlebihan. Setelah makan gorengan, pastikan kamu minum air putih agar sisa-sisa minyak yang menempel di tenggorokan atau masuk ke dalam tubuh bisa terbilas. Air putih juga lebih sehat dibandingkan minuman manis atau bersoda.
-
Seimbangkan dengan Sayuran
Saat menikmati gorengan, jangan lupa sertakan sayuran sebagai pendamping.
Lalapan, sayur rebus, tumisan, atau olahan sayur lainnya membantu menjaga asupan gizi tetap lengkap sehingga tubuh tetap sehat meski sesekali makan gorengan.
Baca Juga: 6 Tips Hindari Jebakan Saham Gorengan
Rincian Kalori Gorengan Berdasarkan Jenisnya
Satu buah gorengan biasanya mengandung sekitar 55 hingga 150 kalori. Namun, angka ini bisa berubah tergantung bahan yang digunakan, seperti jumlah tepung, kandungan gula, banyaknya minyak yang terserap, serta jenis isian dari gorengan tersebut.
Berikut rincian kalori tiap jenisnya:
- Kalori bakwan: 137 kkal.
- Kalori batagor: 58 kkal.
- Kalori pisang goreng: 68 kkal.
- Kalori cireng: 70 kkal.
- Kalori tempe goreng tepung: 72 kkal.
- Kalori tahu bakso: 77 kkal.
- Kalori risoles: 96 kkal.
- Kalori risol mayo: 110 kkal.
- Kalori tahu goreng isi: 134 kkal.
Berdasarkan penjelasan di atas, terlihat bahwa kalori batagor paling rendah di antara kalori gorengan yang lainnya. Sedangkan bakwan memiliki jumlah kalori paling tinggi.
Nadia Nur Anggraini (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






