Akurat

Apa Itu Aritmia yang Dialami Kak Seto? Ini Gejala dan Bahayanya Bagi Lansia Aktif

Kosim Rahman | 30 Oktober 2025, 17:00 WIB
Apa Itu Aritmia yang Dialami Kak Seto? Ini Gejala dan Bahayanya Bagi Lansia Aktif

AKURAT.CO Seto Mulyadi atau yang dikenal sebagai Kak Seto baru-baru ini dikabarkan mengalami aritmia, salah satu penyakit yang kerap menyerang lansia aktif.

Meski dikenal energik dan rajin berolahraga, kondisi aritmia bisa dialami siapa saja, termasuk mereka yang tampak sehat.

Lalu, apa sebenarnya aritmia itu, apa gejalanya, dan seberapa berbahaya bagi lansia aktif seperti Kak Seto?

Apa Itu Aritmia?

Aritmia adalah kondisi ketika irama detak jantung tidak normal—bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan.

Baca Juga: Kak Seto Tinjau Pendidikan Karakter Siswa di Barak Militer: Tak Langgar Hak Anak

Dalam dunia medis, aritmia terjadi karena adanya gangguan pada sistem listrik jantung yang mengatur ritme detaknya.

Dikutip dari berbagai sumber, aritmia bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti stres, tekanan darah tinggi, kadar elektrolit tidak seimbang, atau gangguan pada otot jantung.

Pada lansia, perubahan struktur dan elastisitas pembuluh darah juga berkontribusi besar terhadap munculnya kondisi ini.

Gejala Umum Aritmia

Gejala aritmia bisa muncul secara tiba-tiba dan sering kali tidak disadari. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Jantung berdebar cepat atau terasa tidak teratur
  • Detak jantung melambat tanpa sebab jelas
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Sesak napas saat aktivitas ringan
  • Mudah lelah atau sempat pingsan mendadak

Gejala tersebut bisa bervariasi tergantung pada jenis aritmia yang dialami dan tingkat keparahannya. Karena itu, pemeriksaan dini sangat penting dilakukan.

Mengapa Lansia Aktif Seperti Kak Seto Bisa Terkena Aritmia?

Baca Juga: Kak Seto Bakal Temui Dua Anak Ferdy Sambo di Magelang, Ini Agendanya

Meski terlihat bugar, lansia tetap memiliki risiko tinggi mengalami gangguan jantung. Seiring bertambahnya usia, sistem kelistrikan jantung melemah, membuat detaknya mudah terganggu.

Selain faktor usia, ada beberapa penyebab umum lainnya seperti:

  • Riwayat penyakit tekanan darah tinggi atau kolesterol
  • Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan
  • Kurangnya istirahat dan stres emosional
  • Gangguan hormon tiroid atau kadar gula darah tidak stabil

Faktor-faktor tersebut dapat memperbesar peluang terjadinya aritmia, bahkan pada lansia yang tampak sehat dan aktif beraktivitas seperti Kak Seto.

Bahaya Aritmia bagi Lansia Aktif

Aritmia bukan hanya masalah detak jantung tak beraturan, tetapi juga bisa memicu komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa risiko yang mengintai antara lain:

  • Stroke, akibat pembentukan bekuan darah pada jantung
  • Gagal jantung, karena jantung bekerja tidak efisien dalam memompa darah
  • Henti jantung mendadak, pada jenis aritmia berat seperti ventrikel fibrilasi

Dikutip dari berbagai sumber, aritmia yang tidak dikontrol dapat menurunkan kualitas hidup dan memperpendek harapan hidup pada lansia.

Cara Pencegahan dan Penanganan Aritmia untuk Lansia

Bagi lansia aktif, pencegahan aritmia dapat dilakukan dengan langkah sederhana namun efektif, di antaranya:

  • Rutin memeriksa tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah
  • Menjaga berat badan ideal dan rutin olahraga ringan seperti jalan pagi
  • Mengurangi konsumsi kafein, garam, dan makanan berlemak tinggi
  • Menghindari stres berlebih dan menjaga pola tidur
  • Segera konsultasi ke dokter spesialis jantung jika muncul gejala tidak normal

Baca Juga: AMPI dan Kak Seto Beri Trauma Healing Pada Ibu dan Anak Korban Gempa Cianjur

Dalam kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan EKG, penggunaan alat pacu jantung, atau terapi obat-obatan khusus untuk mengatur ritme jantung.

Itulah penjelasan tentang aritmia yang dialami Kak Seto, mulai dari pengertian, gejala, hingga bahayanya bagi lansia aktif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.