Akurat

Tips Menghadapi Silent Treatment agar Komunikasi Lebih Sehat

Eko Krisyanto | 27 September 2025, 11:05 WIB
Tips Menghadapi Silent Treatment agar Komunikasi Lebih Sehat

AKURAT.CO Silent treatment atau sikap diam adalah kondisi ketika seseorang sengaja mengabaikan atau tidak berbicara dengan kita untuk menunjukkan rasa marah, kecewa atau bahkan sebagai bentuk manipulasi emosional.

Bagi banyak orang, menghadapi sikap diam ini bisa terasa membingungkan dan membuat hubungan menjadi renggang.

Oleh karena itu, penting untuk memahami cara menghadapi silent treatment dengan baik agar komunikasi tetap sehat dan hubungan tidak semakin memburuk.

Baca Juga: Mengenal Silent Treatment Dan Cara Menanggapinya

Apa itu Silent Treatment?

Silent treatment merupakan perilaku di mana seseorang memilih untuk tidak berbicara dan sengaja mengabaikan orang lain saat terjadi konflik. Silent treatment adalah sikap menahan komunikasi, bisa disengaja atau tidak.

Bagi sebagian orang, ini jadi cara mengatasi masalah, tapi bagi yang lain justru menyakiti. Penelitian menunjukkan, diabaikan memicu reaksi otak pada area yang memproses rasa sakit, sehingga terasa menyakitkan. Intinya, perilaku ini menandakan kurangnya kemampuan komunikasi, mengelola emosi dan menyelesaikan konflik.

Biasanya, silent treatment juga bisa berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Biasanya, hal ini dilakukan untuk:
● Menunjukkan ketidaksetujuan atau rasa sakit hati.
● Menghindari konflik dengan menolak berbicara.
● Mengontrol situasi atau pasangan dengan membuatnya merasa bersalah.

Baca Juga: Arti Silent Treatment Dan Cara Menghadapinya Dengan Bijak

Penyebab Silent Treatment

1. Merasa lelah karena sering merasa bahwa dia tidak didengar.
2. Tidak tahu cara mengungkapkan atau mengkomunikasikan perasaan dan masalah secara jujur dan terbuka.
3. Memiliki rasa percaya diri yang rendah
4. Merupakan sikap pasif agresif yang dilakukan untuk memanfaatkan perasaan bersalah seseorang.
5. Sudah terbiasa diperlakukan silent treatment oleh orang lain juga.

Dampak Silent Treatment pada Hubungan

Silent treatment dapat berdampak negatif pada kualitas hubungan. Sikap ini mampu mengikis rasa percaya, mengurangi kedekatan emosional, dan menimbulkan ketidakpuasan dalam hubungan.

Jika berlangsung terus-menerus, hubungan bisa semakin rapuh karena kedua pihak cenderung mengulang pola yang sama hingga memperbesar keretakan.

Baca Juga: 7 Bahaya Silent Treatment Dalam Hubungan, Bisa Bikin Cepat Putus

Cara Menghadapi Silent Treatment

1. Tetap Tenang dan Berusaha untuk Mengontrol Emosi

Cara pertama yang harus dilakukan untuk menghadapi silent treatment adalah tetap tenang dan jangan sampai memperkeruh keadaan dengan tersulut emosi.

2. Coba Pahami Penyebabnya

Berikan pertanyaan langsung apakah ada sesuatu yang membuat pasangan, teman, atau orang terdekat merasa tersinggung. Dengan memahami akar masalah, akan lebih mudah mencari solusi.

3. Beri Ruang Jika Dibutuhkan

Kadang, silent treatment muncul karena seseorang butuh waktu untuk menenangkan diri. Memberikan ruang sejenak bisa membantu mereka berpikir jernih sebelum berbicara kembali.

4. Fokus pada Solusi, Bukan Menyalahkan

Tujuan utama dari menghadapi silent treatment adalah memperbaiki komunikasi. Oleh karena itu, hindari memperdebatkan siapa yang salah, melainkan cari jalan keluar bersama.

5. Pertimbangkan Bantuan Profesional

Jika masalah ini terjadi terus-menerus dan mengganggu kualitas hubungan, tidak ada salahnya meminta bantuan konselor atau terapis untuk memperbaiki pola komunikasi.

Baca Juga: Judi Online Picu Depresi hingga Bunuh Diri, PPATK: Masyarakat Jangan Diam

Kesimpulan

Silent treatment adalah perilaku diam yang bisa muncul sebagai bentuk kemarahan, kekecewaan atau bahkan manipulasi. Jika tidak ditangani dengan baik, sikap ini dapat merusak hubungan, menurunkan rasa percaya serta menciptakan jarak emosional. Untuk menghadapinya, diperlukan ketenangan, pemahaman akar masalah serta komunikasi yang terbuka.

Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK